Aku dan Tuhanku

sholat_tasyahud

Ilustrasi: Sholat

Ketika segala kemudahan dan kenyamanan menyelimuti,
Engkau tak pernah benar-benar melintas dalam benak ku.
Ketika ilmu yang aku pelajari mampu menjelaskan semua yang terjadi,
Sering kali aku tak benar-benar yakin bahwa aku benar-benar membutuhkan Mu.

Baru ketika aku merasakan penderitaan, kesedihan menyayat hati
dan ketika ilmu yang ku pelajari tak mampu menjelaskan
kenapa orang-orang yang teramat aku cintai pergi meninggalkan ku selamanya.
Aku baru mendekat kepada Mu, mencari makna.
Sebelum aku meninggalkan Mu kembali, ketika telah Engkau sembuhkan luka di hati ku.

Aku pun sering memperlakukan Mu tak ubahnya mitra bisnis yang menguntungkan ku.
Jika aku telah beribadah kepada Mu, maka aku pun berharap keberkahan hidup selalu melimpahi hidup ku.
Kemudahan, kesehatan dan keselamatan, serta kekayaan dan kenikmatan hidup yang bertumpuk-tumpuk.
Segala penderitaan dan kesusahan hidup harus menyingkir jauh-jauh dari kehidupan ku.

Tuhan, tak sadar aku pun beribadah kepada Mu tak ubahnya sebuah permainan yang penuh perhitungan matematis.
Dalam setiap beribadah kepada Mu, yang ada di kepalaku adalah hitungan-hitungan pahala
yang aku yakin akan mengantarkan ku ke syurga Mu.
Dalam setiap berbuat kebaikan dengan sesama hamba Mu, yang ada di benak ku adalah hitungan balasan beratus-ratus lipat untuk kebaikan dunia dan akhirat ku.

Tuhan ku, aku pun lebih sibuk dengan apa yang dilihat manusia kepada ku
Walaupun ku tahu, Engkau maha melihat yang ada di dalam hati ku.
Aku merasa sudah sempurna iman ku, ketika telah panjang jenggot ku,
atau telah lebar menjuntai hijab dan pakaian ku dan ketika tutur kata ku
telah kearab-araban.

Tapi sebenarnya aku terlalu malas mengenal Mu dengan mempelajari ilmu agama Mu yang njelimet.
Aku tak sabar belajar membaca kitab kuning yang ditulis para ulama terdahulu
yang kealimanya tak diragukan lagi.
Aku lebih suka mendengarkan ceramah para artis di TV, karena mudah memahaminya.
Ketika agama menjadi tak ubahnya haturan hitam dan putih.
Ini benar itu salah. Ini baik itu buruk.

Tuhan, ternyata selama ini, aku hanya menyembah Mu karena nafsu dunia ku.
Bukan karena semata-mata cinta kepada Mu.
Padahal dalam setiap sholat aku, bibir ku selalu berkata kepada Mu:
Sesungguhnya sholat ku, ibadah ku, hidup dan mati ku, semata-mata karena Mu.

Ya Tuhan ku,
Sesunguhnya Engkaulah semata tujuan ku,
Dan keridloan mu semata yang aku cari, bukan bagaimana manusia melihat ku.
Karenanya, bimbinglah aku untuk bisa mencintai Mu dan mengenal Mu.

Nottingham, 17/10/2015

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s