Hidup Memang Kadang Mesti Begitu

melamun_di_edinburgh

Ilustarasi: Di Bukit Calton, Edinburgh, Skotlandia

Kulihat hujan rintik mengguyur sepanjang pagi
Membasahi dedaunan yang mulai menguning, kecoklatan.
Menandai datangnya musim gugur di tengah bulan september.
Sejenak angin pun berhembus,
Merontokkan daun-daun itu berjatuhan di atas tanah.
terinjak-injak, dan terlupakan selamanya.

Guguran daun-daun itu, seolah bercerita
Tentang rencana-rencana dan harapan-harapan ku
Yang berguguran satu-persatu.
Terhempas badai takdir, terenggut oleh keperkasaan waktu.

Argh,
Bukankah hidup memang terkadang harus begitu,
Tak semua doa-doa harus terkabulkan
Tak semua keinginan harus terpuaskan
Tak semua harapan harus jadi kenyataan

Bukankah hidup memang bukan kehendak kita?
Jika setiap kehendak menjadi goresan pena takdir,
Kita adalah Tuhan.

Kadang hidup hanya sekedar mengapung
Bagai seonggok gabus terbawa arus takdir
Terapung-apung dan terhempas,
di atas gelombang samudera kehidupan.

Ku cari matahari,
Tetapi mendung begitu rapat menyembunyikanya.
Ku cari pelangi,
Tetapi langit tak berkenan menghadirkanya.

Untung aku masih menyimpan keyakinan,
Bahwa esok atau lusa,
langit akan terlihat cerah kembali.
Bahwa di kemudian hari,
Daun-daun akan bersemi kembali.

Nottingham, 14/09/2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s