Tips dan Trik IELTS dan Menulis Jurnal Internasional (Versi Bahasa Indonesia)

Mau belajar bahasa Inggris,  IELTS khususnya, tapi kebanyakan buku panduanya juga bahasa Inggris. Yang panduan nya Bahasa Indonesia ndak ada ya Mas? – Seorang Kawan

ielts_edit

Cover Buku IELTS Tips dan Trik

IELTS, dan juga TOEFL saat ini seolah sudah menjadi Paspor untuk melanjutkan studi di luar negeri. Khususnya di Eropa, Australia, Kanada, US. Bahkan di negara-negara Asia pun, mensyaratkan IELTS atau TOEFL. Sayangnya, untuk mendapatkan score minimal 6.0/6.5 cukup menantang dan butuh persiapan sendiri buat sebagian besar teman-teman di Indonesia. Tapi jangan terlalu khawatir, semua pasti jalan keluarnya.

Salah satu cara persiapan belajar IELTS paling hemat ongkos adalah ya dengan belajar sendiri. Saya sudah pernah berbagi pengalaman tentang belajar IELTS otodidak ini, Disini dan Disini, Juga Disini. Hanya saja semua panduan, e-book persiapan IELTS ya dalam bahasa Inggris juga.Buat teman-teman yang pemula, tentu belajar dari panduan yang berbahasa Indonesia bisa lebih efektif.

Beruntungnya, beberapa hari yang lalu, Mas IBHAM VEZA, menginformasikan buku terbarunya yang bisa didownload secara gratis. Judulnya: IELTS: Tips dan Trik yang bisa didownload  Disini. Buku ini, adalah sekuel dari buku beliau sebelumnya, yaitu: Buku Pintar IELTS Vocabolary (download Disini).

Buku setebal 234 halaman ini menurut saya sangat ringkas tetapi lengkap, berisi intisari persiapan IELTS, sehingga sangat membantu sampean yang baru berkenalan dengan IELTS. Buku ini juga dilengkapi 57 Menulis English Academic Writing untuk menulis disertasi, tesis, dan Jurnal Internasional.

Yah belajar IELTS sebenarnya tidak hanya bermanfaat untuk syarat masuk kampus di luar negeri. Di dalam negeri pun, kemampuan Academic Writing ini sangat penting, terutama buat para mahasiswa, dosen, akademisi yang akan menulis makalahnya ke dalam Jurnal Internasional.

Harus diakui, menurut saya salah satu penyebab jumlah publikasi internasional kampus-kampus di Indonesia, jauh tertinggal dari Malaysia adalah ya karena kemampuan bahasa Inggris yang masih lemah ini. Saya sering dimintai tolong mereview paper untuk Jurnal maupun international conference di Indonesia. Masya Allah, kesan pertamanya adalah bahasa Inggrisnya berantakan banget dan tentu sangat annoying saat membacanya. Hanya vocabolarynya saja Inggris, tetapi struktur nya masih bahasa Indonesia. Itu menurut saya, yang bahasa Inggrisnya juga berantakan haha, tidak terbayang bagaimana jika yang mereview adalah Profesor bule yang native speaker.

Makanya, kemampuan academic writing ini sangat vital buat para akademisi di Indonesia yang ingin Go International. Jumlah publikasi Internasional adalah indikator utama pemeringkatan kampus internasional. Mustahil, kita bisa meningkatkan jumlah publikasi internasional, jika kemampuan academic writing para dosen nya masih berantakan. Padahal, kampus terbaik di Indonesia pun, jumlah publikasi internasional, yang berimbas pada ranking universitas, masih jauh di bawah kampus-kampus di Malaysia dan Thailand (lihat QS Ranking: Disini). Saya tidak perlu membandingkan dengan kampus Singapore,  Jepang, Korea, Cina, apalagi dengan kampus-kampus di Eropa, US, dan Australia.

Semoga kita tidak pernah merasa cukup, untuk tidak terus belajar. Semoga buku ini bisa membantu. Selamat Semangat Belajar! Semoga Berhasil! Terima kasih Mas Ibhan Veza bukunya!

Related Posts:

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s