Satu pagi di Stasiun Bus Nottingham

” … hari terindah bagi para pejuang adalah hari pertama di mulainya perjuangan, dan dihari terakhir perjuangan ketika yang diperjuangkan telah berada digenggaman. Di antarnya adalah penderitaan – a random thought

Broadmarsh_Bus_Station

Stasiun Bus Broadmarsh, Nottingham

Pagi ini, saya kembali berada di stasiun bus ini dengan penuh keharuan. Betapa stasiun bus ini begitu banyak menyimpan kenangan dengan para teman. Merekam setiap detik pertama perjumpaan dan detik terakhir perpisahan dengan para teman yang pernah mampir ngombe di kota Nottingham ini.

Masih terekam kuat dalam memori ingatan saya, setiap senyum mereka yang bertumpah ruah ketika pertama kali kusambut kedatangan mereka di stasiun bus ini. Ketika saya pertama kali mengenal dan dikenalnya. Masih terasa hangat jabat tanganya yang kuat, sekuat harapanya yang akan dilabuhkan di kota ini.

Saya selalu mengingat setiap sayu tatap mata itu, ketika kuantar kepergian mereka meninggalkan kota ini untuk terakhir kali. Dan mungkin tidak akan pernah kembali untuk selamanya. Menutup lembaran terakhir satu bab dari kitab perjalanan hidup mereka. Untuk membuka lembaran baru, di bab berikutnya.

Pagi ini, kembali saya melepas kepergian seorang teman. Entah kenapa, saya lebih terharu dari biasanya. Karena kepergianya meninggalkan sebuah tanya yang bergelayut di hati: Kapan kamu akan pulang seperti teman mu ini? Untung sang teman seolah bisa membaca tanya dalam harti saya. Sambil menepuk pundak saya, sebelum memasuki pintu bus yang akan membawanya ke bandara, sang teman berkata: Sampean pasti bisa! 

Beberapa puluh menit sebelum keberangkatan, saya sempat mengobrol dengan sang teman yang doktor ilmu hubungan internasional ini. Tentang nasib dan persoalan bangsa kita yang kadang tak terlihat ujung pangkalnya saking carut marutnya. Tentang kepemimpinan yang masih jauh dari yang diharap-harapkan. Tentang politik yang alih-alih menyelesaikan persoalan bangsa sebenarnya, yang ada adalah retorika politik untuk menutup-nutupi ketidakmampuan mereka menyelesaikan permasalahan sebenarnya. Entahlah ! yang jelas saya begitu menikmati obrolan pagi itu.

Selamat Jalan Kawan! Selamat kembali mengabdi di pangkuan Ibu pertiwi. Semoga kita tidak pernah berputus asa mencintai negeri ini !

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s