Para Suami Berhati Emas

meski pun cinta kadang menyakiti, hanya cinta yang bisa merundukkan ketinggian hati – a random thought.

suami_suami_hebat_satu

Ilustrasi : Punting di Sungai Cambridge, UK (2015)

Dari buku novel dan film Habibie dan Ainun, kita pernah membaca cerita cinta mbak Ainun menemani sang suami mas Habibie yang mencintainya, ketika berjuang menyelesaikan studi doktoralnya di Jerman. Jutaan hati tersentuh oleh perjalanan cinta mereka yang penuh romantika dan ternyata tidak selalu mudah. Lewat buku novel 99 cahaya islam di langit Eropa, kita juga pernah disuguhi cerita perjalanan penuh makna nya mbak Hanum menemani sang suami tercinta, Mas Rangga, yang menjalani hari-hari penuh perjuanganya sebagai mahasiswa PhD di Austria. Jutaan mata pun dibuat terpesona oleh perjalanan mereka.

Tetapi, disini saya melihat cerita yang lebih dari pada itu. Para suami yang menemani istri-istri nya meraih impian untuk menuliskan gelar Doktor secara sah di samping namanya. Merekalah menurut saya suami-suami hebat luar biasa. Lelaki gentleman berhati emas.

Jika istri menemani suami, dalam relasi suami-istri pada konstruksi sosial masyarakat kita pada umumnya, adalah hal yang biasa bahkan sudah seharusnya sebagai guratan takdir mereka. Dalam filosofi Jawa, kodrat wanita, atau wanito adalah ‘wani ditoto’ , berani diatur, oleh siapa lagi kalau bukan suaminya. Jadi perempuan, harus bisa menjadi pakaian bagi laki-laki. Menghangatkan di musim hujan, meneduhkan saat kemarau. Istri harus bisa menjadi orang hebat di belakang layar para lelaki hebat.

Tetapi, diisni saya melihat para suami yang sangat setia menemani istri-istri mereka. Menemani sang istri meraih gelar akademik yang lebih tinggi dari mereka, mempersiapkan karir yang lebih cemerlang dari karir dirinya. Rela melepas banyak hal yang telah digenggamnya, hanya untuk menemani istri yang sering kali lebih sibuk sendiri dengan kehidupan dunia studinya. Disini, rela hanya sebagi sopir buat istri dan anak-anaknya pergi sekolah. Bahkan, tak segan mengisi kekosongan waktu menunggu dengan menjadi buruh pengosek WC.

Buat saya, sungguh mereka adalah para lelaki luar biasa. Yang tidak banyak lelaki termasuk diri saya mampu seperti mereka. Tidak banyak rasanya para lelaki yang bisa menundukkan egonya, merundukkan ketinggian hatinya untuk melihat istrinya lebih dari dirinya. Lebih sukses karirnya, lebih banyak penghasilanya, lebih pintar, lebih terkenal dan lebih besar pengaruhnya serta terlihat lebih hebat dari dirinya. Hanya sedikit suami yang berani mengalah untuk mendukung istrinya lebih sukses dari dirinya karena sadar kesuksesan istrinya adalah kesuksesan dirinya juga. Hanya para lelaki gentleman berhati emas yang bisa melakukanya. Cinta memang kadang menyakitkan, tetapi hanya cinta yang bisa merundukkan ketinggian hati-hati itu. Bersama cinta, mereka sungguh luar biasa.

Advertisements

4 comments

  1. Hallo, salam kenal mas.

    Blogwalking here because my future husband (hopefully 🙏) told me about a blog he read discussing men with golden hearts ☺️ Nice writing! Giving another perspective from men’s point of view 😊 we re currently working on my higher degree too, so hope to find more writing about this ! Thank you for sharing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s