Bila saat Ber ‘pulang’ itu Telah Tiba

Inna lillahi wainna ilaihi rooji’uun – sesungguhnya semua berasal dari Tuhan, dan sesungguhnya kepada Nya semua akan kembali.

perjalanan_pulang

Ilustrasi: Mendayung Perahu (Ghent, Belgia, 2013)

Setiap telpon emak saya di kampung, saya tak pernah lupa menanyakan kabar orang-orang di kampung. Maklum, di kampung definisi keluarga itu ya satu kampung. Nyaris tidak pernah ada kabar bagus untuk ukuran orang-orang jaman sekarang. Ekonomi di desa tidak pernah mudah dari jaman dahulu. Hasil panen dari sawah, lebih sering tidak cukup untuk nomboki biaya produksi yang dari tahun ketahun semakin meningkat. Biaya pupuk dan pestisida tak pernah turun harga. Sebaliknya, hasil produksi dari sawah dari tahun ketahun semakin menurun. Mungkin karena tanahnya yang selalu ‘diperkosa’ oleh bahan-bahan kimia itu. Belum lagi, jika musim panen telah tiba, sudah bisa dipastikan harga hasil panen mendadak turun saat itu juga. Sialan betul, para tengkulak itu, bisa menentukan harga sakenak udele dewe. Dan pemerintah tak pernah hadir di tengah kesusahan mereka. Apalagi yang namanya anggota para DPR itu, yang datang sok Pahlawan, di musim pemilu. Yo wes pasti lali to. Lebih sibuk update status facebook memamerkan dandananya yang dari hari ke hari semakin cantik berkelas, pakaian dan kendaraanya yang semakin memposisikan citra dirinya seorang priyayi yang sangat terhormat.

Masih beruntung jika masih punya tanah garapan, jika tidak artinya pengangguran. Masih beruntung jika ada yang ngasih pinjaman uang untuk pergi jadi buruh migran atau babu di luar negeri. Dan jika beruntung, bisa kembali pulang membangun rumah dan sepetak tanah garapan. Jika tidak beruntung, bisa-bisa pulang hanya tinggal nama. Duh Gusti, nelongso tenan para kawulo alit ini.

***

Emak juga selalu ngasih kabar kalau ada warga kampung yang ber ‘pulang’. Rasanya, hampir tiap bulan ada saja yang berpulang. “Pak De/Pak Lek/Mbok De/Bek/ Mbah X ninggal Le”. Setiap mendengar kalimat itu, hati saya tak mampu menahan kesedihan. Rasanya, masih terakam kuat ingatan tentang para lelaki dan perempuan perkasa itu di masa kecil saya. Para petani tangguh, yang mengolah sawah dengan tangan-tangan mereka, dibawah teriknya matahari yang membakar. Para penambang pasir kali setail yang berani berendam berjam-jam dalam air sungai yang sudah tercemar itu. Tubuh-tubuh perkasa itu, kini ringkih tak berdaya, terbungkus kain kafan.

Berbeda dengan ingatan kecil saya, jika seseorang meninggal itu ya karena penyakit sudah tua. Belakangan, justru yang berpulang adalah yang relatif masih muda. Sebaliknya, yang mbah-mbah tua malah masih sehat. Dan penyakitnya pun macam-macam, kanker, jantung, stroke, paru-paru, yang dulu setahu saya penyakit itu identik dengan orang kaya. Entahlah, mungkin kita perlu belajar kembali pada gaya hidup para mbah-mbah di kampung yang justru karuniai umur dan kesehatan yang lebih lama. Mungkin, pada merekalah justru tersimpan ilmu gerontology, yang selama ini kita sepelekan.

Kalimat yang membawa kesedihan itu, kemaren malam, menjelang dini hari (05/06/2015), datang kembali. Kali ini giliran, Pak De Sudir(man) yang berpulang. Pak De ini adalah suami dari kakak perempuan tertua bapak saya. Rumahnya bersebelahan dengan rumah Bapak/emak saya. Buat saya beliau adalah petani tekun, yang pendiam, yang alhamdulilah sebelum berpulang diberi kemampuan menunaikan Ibadah Haji. Dulu waktu saya kecil, beliau punya dua kerbau besar-besar di kandang belakang rumahnya. Setiap disuruh bawa rabuk ke sokolah, saya selalu mengambil pupuk alami itu dari kandang kerbau beliau. Masih ingat betul, dulu banyak sekali burung srikatan, yang loncat-loncat memakan kutu kerbau-kerbau itu. Burung yang bulu ekornya berwarna coklat dengan warna putih di ujung nya itu, terlihat sangat akrab dengan kerbau-kerbau Pak De. Beliau juga paling pintar menanam pisang ‘hong’. Jenis pisang panjang-panjang berwarna hijau, yang tandanya panjang sekali. Walau teknik menanamnya juga ala kadarnya, hanya beliau yang bisa menghasilkan tanaman pisang dengan buahnya yang begitu melimpah ruah. Dan hari ini, beliau berpulang, tanpa sempat kutatap wajahnya yang terakhir kali. Terbayang bagaimana penderitaan beliau mengidap kanker otak di hari tuanya itu. Biaya pengobatan kanker yang sangat mahal, membuat pasrah sebagai satu-satunya pilihan.

Tetapi, saya sangat yakin, penyakit menjelang kepulanganya itu adalah penghapus dosa-dosa beliau selama hidupnya. Semoga diampuni segala dosa-dosa penjenengan. Diterima dan dilipatgandakan pahala kebaikan panjenengan. Dan saya sangat yakin, buat orang-orang kecil yang ikhlas seperti panjenengan, yang tidak memakan rejeki selain hasil tanam tangan nya sendiri, yang tidak pernah memakan rejeki dari hasil manipulasi dan korupsi. Berpulang padanya adalah hari yang ditunggu-tunggu. Hari berakhirnya segala penderitaan hidup. Hari berakhirnya segala ujian dan cobaan hidup. Seperti perantau yang merindukan pulang ke kampung halaman, anak-anak sekolah yang selalu menunggu bel pulang sekolah. Begitupun, berpulang kepada Tuhan.

Ya, Allah! jika saat berpulang kami nanti telah tiba. Jadikanlah itu, saat-saat puncak kebahagiaan yang kami tunggu. Ya Allah! Ya Allah, kami berdo’a kepada Mu. Semoga tidak ada kesedihan, saat kami pulang kembali kepada Mu. Semoga, tidak ada penyesalan, saat berpulang itu tiba. Jadikanlah kepulangan kami itu seperti pulang untuk bertemu dengan kekasih yang kami rindukan. Ya Allah, jadikanlah momen berpulang kepada Mu, sebagai momen terindah dari anugerah kehidupan di dunia ini. Allahumma Ammiin.

Advertisements

6 comments

  1. Innalilahi wainnalillahi rojiun…turut berduka cak,semoga paman cak shon pulang kerumah yang lebih indah.Dan izinkan saya minta maaf sama cak shon dan mba lilis yaa,sorry kita gak bisa mampir kemaren,soalnya ikut rombongan,dan anak2 blum liburan,mungkin next time kita main ke Nottingham lagi,In Syaa Allah.Salam untuk mba lis dan Ilyas ya cak

    1. Ammiiin. Iya neh gimana Manda sombong ndak mau mampir hehehe……… Mohon maaf juga ndak bisa menyambut, lah ndak kasih tahu sebelumnya, ngasih tahu dah mau pulang ^_^. Semoga liburan musim panas ini ya bisa main ke Nott lagi, nanti sekalian ke Edensor dan Matlock. Ditunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s