‘Ngontel’: Cara Murah Untuk Hidup Lebih Bahagia dan Lebih Sehat?

cycling is the cheapest way to be happier and healthier – NN

naik_sepeda_edited

Boncengan Naik Sepeda (Leuven, Belgia, 2013)

Bersepeda, ngontel, ngepit, ngengkol, apa lagi ya? Hayo, kapan sampean naik sepeda terakhir? Naik sepeda bukan untuk gaya-gayaan lowh ya, bukan pula untuk pencitraan, tapi naik sepeda sebagai gaya hidup.Misal naik sepeda ketika pulang pergi ke tempat kerja atau sekolah/kampus? Walah mas, isin, minder aku numpak sepeda,ndak nggaya, naik mobil dong, kalau macet bisa selfie, terus dipamerin di instagram, meskipun mobilnya masih kredit. 

Setiap berkunjung di kota-kota di Eropa, satu hal yang paling menarik rasa saya adalah sepeda pancal. Saya pribadi merasakan getaran nostalgia saat melihatnya. Soalnya, dulu waktu sekolah SMP tiap hari ngontel sejauh 12 km dari rumah, selama 3 tahun. Nelongso? ndak lah, malah bahagia sekali waktu itu, apalagi berangkatnya ramai-ramai, seru gila. Sekarang mah, anak-anak SMP sudah pada naik sepeda motor atau diantar mobil orang tuanya.

leiden_20

Tumpukan Sepeda di Universitas Leiden, Belanda (2015)

Selain menghadirkan nuansa nostalgia, ndak tahu ya, rasanya di kota-kota yang moda transportasinya didominasi oleh sepeda pancal rasanya lebih adem, lebih nyaman, dan orang-orang nya terlihat lebih bahagia. Suasana kotanya juga menjadi sangat nyaman untuk hidup. Di antara kota sepeda pancal di Eropa yang pernah saya kunjungi adalah: Cambridge, Ghent, Leuven, Endhoven, Enschede, Den Haag, dan Leiden. Di kota-kota inilah, saya melihat wajah-wajah bahagia itu bertumpah ruah. Iya iya lah mas bero, kalau naik mobil kan wajah sumringah nya ndak kelihatan?

sign_board_sepeda

Petunjuk Jalan Khusus Pesepeda (Nottingham)

Sayang nya, di Nottingham, tempat sekarang saya tinggal, bukan termasuk kota sepeda pancal itu. Maklum, di UK harga mobil itu sangat murah meriah sekali. Gaji kerja part-time 15 jam seminggu selama sebulan saja, sudah bisa buat beli mobil second bagus, Bro. Bensin dan asuransi meskipun lebih mahal jika dibanding dengan di Indonesia, tapi untuk ukuran disini masih sangat terjangkau. Meskipun murah meriah, tapi bus angkutan umum masih penuh, dan masih lumayan banyak yang naik sepeda, walaupun tak sedominan seperti di kota-kota yang saya sebutkan di atas.

sepeda_nottingham

Sepeda Sewa Gratis di Nottingham

Karena jumlah yang naik sepeda belum signifikan, pemerintah kota Nottingham saat ini sedang gencar mempromosikan gerakan naik sepeda pancal sebagai bagian dari gerakan gaya hidup hijau. Diantara jargon yang sedang dipromosikan di kota ini adalah: Think Bike ! Pemerintah kota juga menyediakan shelter sepeda pancal di beberapa titik kota, dimana di tempat-tempat itu semua orang bisa meminjam sepeda Gratis. Jalur-jalur khusus sepeda, petunjuk jalan khusus sepeda, markah jalan khusus sepeda, dan tempat-tempat parkir khusus sepeda pun diperbanyak jumlahnya, seiring dengan kampanye Go Green  yang begitu masiv!

Bersepeda Menjadikan Hidup Lebih Sehat dan Bahagia?

Beberapa waktu yang lalu, saya dengan seorang teman di kantor (tempat saya kerja mbabu alias ngosek WC, ngepel, ngelap meja, dll, setiap pagi sebelum subuh), suka memperhatikan perilaku orang-orang di kantor (sebuah perusahaan global konsultan bisnis). Kita sampai pada hipotesis bahwa kalau orang yang tiap hari ke kantor naik sepeda itu terlihat lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih ramah. Mereka yang naik sepeda selalu tersenyum ramah dan menyapa kita duluan. Sementara kebanyakan yang lain relatif lebih ignoran sama kita(ya eyalah, siapa elu, cuman babu yang kerjaanya ngosek WC).

Wah sepertinya sangat menarik untuk diteliti ini Bang ! Kata saya sama teman seperjuangan, pejuang sebelum subuh. Sampai di satu saat kesempatan berikutnya yang lain, waktu parkir di tempat parkir khusus sepeda di kampus saya menemukan tempelen, tawaran untuk menjadi respondent penelitian. Penelitian dari Jurusan psikologi itu ingin membandingkan perbedaan orang yang tiap hari naik sepeda dan yang tiap hari nyetir mobil, selama setidaknya tiga tahun terakhir. Saya jadi tidak sabar menunggu publikasi hasil penelitian itu, jangan-jangan hipotesa saya benar kalau orang yang naik sepeda itu lebih sehat dan lebih bahagia hidupnya.

Refeleksi Pengalaman Pribadi

Sekitar 3 bulan terakhir ini saya menjadi selalu naik sepeda, setiap pulang pergi ke tempat kerja maupun di kampus. Sebelumnya, setiap berangkat kerja sebelum subuh, saya mendapat tumpangan naik mobil teman-teman dari Malaysia. Karena mobil disini murah, hampir semua orang Malaysia yang bawa keluarga di UK punya mobil. Mobilnya bagus-bagus lagi. Tidak cukup satu, biasanya punya dua, yang biasanya dibawa pulang ke negaranya jika studinya sudah selesai. So, karenanya, saya bisa menikmati nyamanya berbagai sedan mewah. BMW, lexus, mini cooper, Audi yang masih kinyis-kinyis. Hebat ya, pengosek WC saja mobilnya ndak kalah sama mobil pejabat di Indonesia, hehe. Sementara, untuk ke kampus saya jalan kaki setiap hari.

denhague_02

Nyamannya Berangkat Ke Kantor Naik Sepeda (Den Haag,2015)

Sampai suatu saat, teman yang baik hati ngasih tumpangan tadi selesai studinya. Dan saya terpaksa harus ngontel, naik sepeda. Sebelum subuh, harus menembus suhu di bawah nol derajat, dengan naik sepeda, sejauh 20 menit perjalanan untuk pergi ngosek WC. Kebayangkan menderitanya. Haha, kadang, roda kehidupan berputar begitu cepatnya, seperti roller coaster. Dari duduk nyaman di sedan mewah, terjun bebas ke sepeda ontel.

Apakah saya menderita? ternyata tidak lo. Entahlah, dimana logikanya, saya kok malah sangat happy naik sepeda. Suara ban sepeda beradu dengan aspal jalanan itu terdengar begitu indah di telinga. Hujan, Salju, Angin, Dingin yang menerpa, sama sekali tidak terasa. Malah terasa nikmat sekali, ketika saya bisa bertahan disana. Hati pun, bawaanya menjadi riang. Pikiran pun, menjadi segar banyak ide-ide muncul ketika naik sepeda. Apalagi, kalau diiringi suara burung-burung yang bertasbih menyambut datangnya subuh hari. Bahkan, ketika teman yang lain menawari saya tumpangan mobil kembali, saya masih memilih naik sepeda, karena saya begitu menikmatinya.

Mahasiswi Universitas Cambridge Naik Sepeda Ontel

Para Mahasiswi Universitas Cambridge Naik Sepeda Ontel

Sejak saat itu, saya jadi tahu jawaban dari pertanyaan yang telah lama saya simpan, mengapa perempuan-perempuan muda cantik, para bisnis analis , pekerja kantoran di perusahaan bergengsi itu kok mau-maunya setiap hari ngontel ke kantor. Rasanya, kalau hanya beli super car saja bisa. Lahwong kita, yang hanya kerja part-time ngosek WC saja mampu beli sedan mewah. Apalagi, mereka itu cantik, pekerja kantoran yang harus terlihat rapi dan elegan. Rupanya, kebahagiaan semacam itu yang tidak tergantikan.

Pada akhirnya, naik sepeda atau naik mobil mewah, hanyalah sekedar gaya hidup. Tergantung bagaimana kita melihatnya, apakah sekedar alat transportasi, atau alat gengsi. Jika sebagai alat transportasi, orang pastinya akan lebih logis, rasional, dan bijak menggunakanya. Masalahnya, di negara kita, alat transportasi lebih berubah menjadi alat gengsi. Simbol kemakmuran dan kesuksesan. Kalau sudah begitu, tidak perlu heran, kalau banyak orang yang jor-joran. Lahwong ke kampus atau kantor jarak ratusan meter saja harus pakek mobil, beli micin di warung sebelah saja harus pakek motor. Lucunya lagi kalau pas lebaran, di dusun saya yang biasanya sunyi senyap, mendadak terjadi hiruk pikuk kemacetan di sekitar masjid, gegaranya banyak yang datang ke masjid yang hanya berjarak 0.5-1 km dari rumah untuk sholat Ied pakai mobil. Oalah, ini pada mau niat ngadep gusti Allah atau pamer kesuksesan hidup di perantauan kang mas mbak yu? Sering kali, kita merasa gengsi, kepercayaan diri, status sosial, kesuksesan kita naik beberapa peringkat dengan mobil yang kita pakai. Padahal secara tidak sadar, kita telah menjadi korban keberhasilan program marketing sebuah industri manufaktur mobil. Kalau sudah begitu, jangan salahkan siapa-siapa jika kondisi kota yang kita tinggali dari hari kehari semakin tidak nyaman, bahkan menyiksa lahir dan batin. Hehehe, semoga kita semakin bijak menghayati kehidupan ini !

Advertisements

9 comments

  1. benar pak naik sepeda itu menyenangkan dan sehat wah yg seperti itu gak bisa di dapatkan di kampus sy, malahan kalo di indonesia seperti di kampus saya mahasiswanya seperti berlomba-lomba bawa mobil sampe parkiran full ndak ada space sama sekali. Semoga suatu hari nanti sy bisa seperti bpk, bisa menikmati udara di benua biru sambil naik sepeda ke kampus hehe… salam kenal pak 🙂

  2. Sayangnya saya tinggal di kota yang tidak ‘mengijinkan’ sepeda masuk jalan raya, karena sudah terlalu sumpek sama mobil dan motor, walhasil sepeda saya hanya dipake untuk olahraga pagi atau kadang-kadang ke kampus.

    Semoga suatu hari nanti saya berkesempatan menginjakkan ban sepeda dimana sepeda punya tempat dan hak sama seperti kendaraan lainnya ^_^

  3. Wah baca komen2nya kayak gak ada harapan lagi ya Indonesia bisa punya jalur sepeda yg buanyak. kalau aku sih tetep istiqomah ngontel sepeda kang. Selain blajar motor gak tau sukses (sukses menyenangkan hati lo ya, kalau nyetir motor matik sih aku isoooo), soale sering ketangkep pulisi, kadang bensine entek soale pendeteksi bensine kebetulan pas rusak.. Ribet ah! -_-

    Dan alhamdulillaahirobbil ‘Aalamiin.. urip ndik Nganjuk masih bersahabat digawe sepedahan. Gak akeh polusi. Dadi bersepeda pun nyaman kang.. Senajan ning kene yo jor joran kekayaan kendaraan pribadi sih. Maklum mindsete jik ndeso kabeh ahhahaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s