Biar Ketularan Hebat, ya Bergaulah Dengan Orang ‘Hebat’ !

… jika ingin tercium bau wangi, ya dekat-dekatlah dengan penjual minyak wangi.-pepatah

orang_hebat_

Satu Hari Ketika Tertawa Masih Terasa Sangat Murah, Nottingham 2013

Tidak sengaja, malam ini waktu mau mulai melakukan ‘things to do‘, buka-buka folder drop box dan menemukan foto di atas. Eaaa, seketika mengalihkan perhatian saya. Tiba-tiba baru sadar, foto itu menjadi terasa istimewa. Tahukah kenapa?

Pertama, karena tertawa. Rasanya, saya sudah lama saya tidak tertawa lepas bebas, bahkan si kecil pun sampek ndomblong. Apalagi, tertawanya berjamaah seperti ituh. Pakek dijepret kamera pisan. Tahun pertama dan tahun ketiga PhD Life terasa benar bedanya. Tahun pertama, layaknya kehidupan pengantin baru, semuanya terasa indah, dan tertawa pun murah bertumpah ruah. Sebaliknya, tahun ketiga, keadaan berubah 180 derajat, layaknya kehidupan pasangan selebriti yang sedang dirundung masalah dan diujung perceraian. Semuanya menjadi terasa basi, tak ada yang lebih diinginkan kecuali tolong segera akhiri semua penderitaan ini. Kata seorang teman saya, ojo nggodo macan arep manak (jangan ganggu harimau yang mau melahirkan). Hahaha, sebuah metafora yang pas untuk seorang mahasiswa PhD semester tuwek yang sedang menunggu kelahiran disertasi/tesis nya.

Kedua, saya baru sadar bahwa saya pernah melewatkan waktu bersama orang-orang ‘hebat’. Yang beliau-beliau ini sekarang sudah berada jauh dari radar saya. Sebelah kanan pertama saya dalam foto itu adalah putra NU asli Lumajang, Jawa Timur. Sarjana matematika kampus teknik tertua di kota Bandung, yang memperoleh gelar master dan doktornya dari Universitas Twente Belanda. Pernah jadi dosen matematika di Universitas Nottingham, sebelum dipromosikan jadi associate professor di Universitas Essex, Inggris. Sedangkan sebelah kanan kedua saya adalah seorang Doktor matematika lulusan Universitas Sydney, Autralia. Beliau adalah dosen di salah satu Universitas terbaik di Indonesia yang kampusnya berada di kota Depok. Beliau adalah pembimbing handal, yang menghantarkan anak-anak cerdas Indonesia menjuarai olimpiade matematika tingkat sejagat. Sedangkan, orang sebelah kanan ketiga dari saya adalah orang British asli, yang convert to Islam dan menikahi perempuan asli Indonesia. Hobinya unik, menerbangkan pesawat terbang layang , gliding.

Di kitab ta’lim mutaalim yang saya pelajari di pesantren dulu, disebutkan tentang pentingnya memilih teman. Terutama, memilih teman dekat. Jika ingin tahu kepribadian seseorang, lihat saja kepribadian teman dekatnya. Ibarat kita akan ketularan wangi jika dekat-dekat dengan penjual wangi. Begitu juga mungkin dalam pergaulan, jika ingin jadi orang hebat ya bergaulah dengan orang-orang hebat. Ingin jadi orang sholeh, ya bergaulah dengan orang-orang sholeh. Sebaliknya, kalau mau jadi begal ya berteman baiklah dengan begal hehe.

Karena saya sudah bergaul, apalagi sudah foto bareng dengan orang-orang hebat seperti foto di atas dan sampean sudah melihat foto itu. Semoga, saya dan sampean suatu saat juga ketularan jadi orang hebat. Khususnya, segera ketularan lulus PhD. Allahumma AmmiinApakah sampean juga dikelilingi orang-orang hebat juga? Jika iya, bersyukurlah ! Jika tidak, silahkan pikirkan sendiri !

Advertisements

6 comments

  1. Bukannya semua org sebenarnya diciptakan hebat oleh Tuhan, mas? Mslhnya tiap org dpt kadar kehebatan yg beda2 kayaknya n kmdn gimana yg bersangkutan mengembangkan -memanfaatkan kehebatan itu kan? Nilai hebat jg relatif buat sebag. orang, jd kl mau hebat dekat2lah dg org hebat – tp jg tetap eling dg yg ‘kurang hebat’ yach…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s