Mempromosikan Wajah Islam Nusantara di Nottingham, Inggris

… jika bicara tentang Islam, yang dijadikan refensi Dunia Barat ya Islam timur tengah. Identik dengan laki-laki berjenggot panjang dan berjambang tebal, perempuan-perempuan bercadar terbungkus rapat kain berwarna hitam, lebih parahnya lagi sering dikaitkan dengan tindakan kekerasan, intoleran, terorisme, dan label negatif lainya. Padahal di ujung dunia belahan timur sana, ada mayoritas umat Islam dunia yang menampilkan wajah Islam yang ramah, toleran, penuh kedamain, dan mampu berdialektika dengan  keberagaman budaya lainya dalam kehidupan yang harmoni. Itulah Islam nusantara, ratusan juta umat manusia yang sering tak terlihat dan takdiketahui, bahkan oleh umat Islam sendiri di belahan dunia lain. – A Random Thought.

nu_di_nottingham

Discovery Islam Week: Boot Pameran Islam Nusantra Indonesia (Foto credit to Pak Peni)

Setiap tahunya, Nottingham Islamic Society (Isoc), salah satu student union (semacam unit kegiatan mahasiswa aka UKM) terbesar di Universitas Nottingham, mengadakan acara bertajuk Discover Islam Week (DIW). Acara selama satu seminggu ini tidak lain dijadikan sebagai media dakwah baik untuk teman-teman Islam sendiri, lebih-lebih untuk memperkenalkan Islam kepada non-muslim di Universitas Nottingham. Alhamdulilah, ada beberapa teman non muslim yang saya tahu dan kenal pada akhirnya convert to Islam, dan banyak juga bule-bule yang akhirnya tertarik belajar Islam, meskipun  tidak sampai berpindah agama. Geli rasanya, melihat bule-bule ikutan sholat jamaah pakek celana pendek. Dasarnya memang mereka punya curiosity yang tinggi.

Salah satu agenda DIW adalah cultural exhibition, pameran budaya negara-negara Islam di dunia. Ada boot pameran dari Mesir, Palestina, Oman, Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Sudan, Libia, dll yang ikut peran serta. Saya, meskipun mahasiswa PhD semester tuwek :D, ikut membantu Ifan, ketua PPI Nottingham, bersama Pak Peni, dan Suhendri, menyiapkan acara. Walaupun persiapanya hanya beberapa jam sebelum hari pelaksanaan 😀 (ohh, senangnya kerja bareng sesama teman bergolongan darah O yang plegmatis). Kali ini, kami ingin memperkenalkan wajah khas Islam ‘nusantara’ Indonesia melalui media foto. Mulai dari orang-orangnya, arsitektur masjid, pendidikan (e.g. pesantren), perayaan hari besar keagamaan (e.g. grebeg maulud), seni (e.g. kaligrafi, rebana), makanan (e.g. ketupat dan kue lebaran), organisasi islam (e.g. NU, Muhammadiyah), dsb. Dan juga kami menyediakan makanan gratis berupa lumpia, yang habis hanya dalam hitungan menit. Tak ketinggalan, baju batik.

Ada hal-hal menarik untuk diceritakan selama saya menjaga boot pameran selama beberapa jam. Pertama, dan paling critical ternyata banyak yang tidak tahu tentang Indonesia. Mereka mengaku mengenal Malaysia, tetapi banyak yang tidak tahu ada negara sangat besar disampingnya bernama Indonesia. Banyak teman-teman muslim dari negara kaya minyak di timur tengah yang sering menghabiskan liburan di Malaysia, begitu datang di boot kami dan tahu sedikit keindahan Indonesia meninggalkan tanda tanya besar pada kami:

Mengapa Indonesia tidak memperkenalkan pariwisatanya ke negara kami, tidak seperti Malaysia yang begitu sangat gencar dan intensif mempromosikan pariwisatanya di negara kami, padahal sepertinya Indonesia lebih menarik?

Kedua, ternyata banyak yang tidak tahu dan baru tahu kalau Indonesia itu negara yang besar. Mereka begitu so amazed melihat peta Indonesia, yang terbentang begitu luas. Bahkan, surprisingly, negara tetangga kita sendiri pun tidak tahu. Anak-anak perempuan Malaysia itu bolak-balik datang ke booth kami, melihat peta Indonesia yang terbentang luas itu, dan  berkali-kali bertanya seolah tidak percaya:

Ohh iya ke? Indonesia sebesar ni, dari ujung sini ke ujung sini? (sambil jari telunjuknya menunjuk pulau sumatera dan papua, penuh tanda tanya). Ada ke, orang yang hidup kat pulau sekecik ini (sambil telunjuknya menunjuk pulau-pulau kecil di sekitar pulau sulawesi)

Intinya, banyak yang nggumun melihat fakta-fakta menarik Indonesia sebagai negara dan bangsa yang besar, yang selama ini tidak mereka ketahui.

Hal lain yang menarik perhatian para pengunjung adalah tentang pesantren, kami menampilkan potret pondok pesantren Gontor, dan wajah-wajah santri Sidogiri yang sarungan memakai peci sambil membawa kita kuning. Seorang perempuan cantik berjilbab, agak kecil, yang sepertinya berasal dari negara timur tengah, begitu terperangah mendengar jawaban saya bahwa ada ribuan pesantren di Indonesia yang merupakan lembaga pendidikan Islam moderat ahli sunah waljamaah. Cewek cantik ini, sangat tertarik dengan pesantren berawal dari sebuah video dokumenter tentang pesantren yang diunggah di youtube. Sejak itu, dia bermimpi suatu hari ingin mencari pekerjaan dan tinggal di Indonesia. Mungkin cocok menjadi ustadzah di pesantren kali ya?

Satu lagi yang menarik, banyak teaman-teman negara Arab yang tidak menyangka kalau kita orang Indonesia ternyata bisa membaca tulisan Arab. Seorang pengunjung, menantang saya: eh, kamu bisa baca tulisan ini ndak? sambil telunjuknya menunjuk lambang NU. yes, sure it is Nahdlatul Ulama(yang coba saya baca dengan makhraj yang sefasih mungkin, mengamalkan semua ilmu tajwid dari guru ngaji di kampung dan pesantren :D). Dia pun sepertinya bangga, begitu tahu saya bisa membaca tulisan arab.

Di boot pameran sebelah ada Malaysia dan Brunei Darussalam. Teman-teman Malaysia kurang lebih sama juga memamerkan foto, baju kurung, dan kue kering hari raya (kuih raye). Teman-teman Brunei, selain memamerkan masjid sultan yang megah, juga mempersilahkan pengunjung boot mencoba pakaian baju koko dan peci hitam. Ada sekitar lima buah peci hitam di boot mereka. Tak sedikit pengunjung yang  berpose dengan peci hitam dan baju koko itu, dan jepret selfie. Kami hanya bisa bisik-bisik, lowh itu lak pakaian khas muslim Indonesia, nih ada bukti fotonya. Selain itu, teman-teman Brunei juga memperkenalkan Tulisan Arab Jawi, yang mereka anggap kearifan lokal Melayu Brunei. Mereka menawarkan menulis nama pengunjung dalam tulisan Arab Jawi, secara gratis. Saya pun cuman mbatin, yaelah itu kan tidak lain dan tidak bukan Tulisan Pegon yang lazim digunakan jutaan santri untuk memaknai kitab kuning di ribuan pesantren-pesantren Indonesia. Bagi yang belum tahu apa itu tulisan arab jawi atau tulisan pegon, coba lihat uang kertas Ringgit Malaysia. Disitu tertulis, Bank Negara Malaysia yang ditulis dalam huruf Arab. Yaitulah tulisan pegon, bahasa non-arab (aslinya bahasa jawa) yang ditulis dalam huruf arab yang dikembangkan (extended huruf hijaiyah). Maklumlah, orang Malaysia dan Brunei menyebutnya Tulisan Arab Jawi , karena saya sangat yakin itu pasti pertama kali diperkenalkan orang Jawa. Bedanya, kalau di kedua negara itu sangat dihargai sebagai kazanah budaya, bahkan digunakan dalam uang negara, di Indonesia hanya dikenal oleh teman-teman santri di pesantren.

Ironi memang, sebuah negara dan bangsa yang besar seperti Indonesia, yang ternyata dalam pergaulan dunia jauh tidak terkenal dibanding negara sekecil Singapura atau Malaysia. Bandingkan saja, berapa jumlah turis yang masuk ke Singapura , ke Malaysia, dan ke Indonesia. Jangan kaget jika turis asing yang masuk Malaysia tiga kali lebih besar dari jumlah yang masuk ke Indonesia. Yang ke Singapura jauh lebih banyak lagi. Jadi apa kerja kementerian kebudayaan dan pariwisata, yang mantan menterinya kesandung korupsi selama 10 tahun yang lalu itu ya? Jangan-jangan alasan klasik, ndak ada duit untuk promosi, karena duitnya udah habis dikorupsi.  Bukanya sekarang sudah ada internet dengan media jejaring sosialnya yang menawarkan media yang murah bahkan gratis? Indonesia juga tidak kekurangan anak-anak muda kreatif yang jago bikin content nya, Indonesia juga tidak kekurangan pakar marketing sekaliber Hermawan Kertajaya yang keahlianya diakui dunia? Entahlah, mari kita bertanya saja pada sandal jepit yang mulia presiden Jokowi ! Dan saya hanya bisa mampu sebatas nyinyir lewat tulisan ini dan belum tentu ada orang yang sudi membacanya. Semoga, rasa optimisme itu selalu hidup pada setiap hati-hati anang bangsa dari sebuah bangsa yang seharusnya besar ini! Semoga !

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s