Tips Memilih Jurusan dan Perguruan Tinggi untuk Calon Mahasiswa

“…. melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang berkualitas adalah investasi terbesar dalam hidup seseorang untuk menentukan arah masa depan yang lebih baik” – A Random Thought.

pembroke_college_cambridge

Ilustrasi: Pembroke College, Universitas Cambridge, UK

Buat adik-adik yang sedang berada di bangku kelas tiga (eit, sekarang kelas 12 ya) SMA, Madrasah Aliyah, atau SMK tentunya banyak yang sedang galau ketika harus dihadapkan pada banyak pilihan kehidupan setelah lulus sekolah nanti dan sampean harus mengambil keputusan mana yang harus dipilih. Yargh, begitulah hidup, hidup adalah tentang keberanian menentukan pilihan. Diantara keputusan itu adalah, memilih kuliah atau kerja? Kalau kuliah, kuliah dimana, mengambil jurusan apa di fakultas apa?

Mengapa Kuliah?

Setiap orang pasti memiliki alasan sendiri mengapa kuliah atau tidak kuliah. Diantara banyak alasan mengapa kuliah itu adalah:

  1. Untuk mendapatkan prospek karir yang cerah. Meskipun gelar sarjana bukan segala-galanya, jaman sekarang kalau hanya mengandalkan ijasah SMA, rasanya susah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Lahwong, yang sarjana saja menumpuk? Menteri Susi kan hanya lulusan SMP? lah, itu kan 200.000.000 : 1 . Untuk posisi pekerjaan, ‘non-buruh’ sekarang hampir semua mensyaratkan gelar sarjana.
  2. Untuk mendapatkan keterampilan kerja. Ketika di bangku sekolah sampean hanya belajar pengetahuan umum, di bangku kuliah saatnya anda akan belajar bidang ilmu dan keterampilan yang spesifik sesuai dengan karir yang sampean impikan. Jadi programmer, dokter, bankir, insinyur, ilmuwan, peneliti, apoteker? dibangku kuliah lah sampean akan belajar keterampilan profesi-profesi itu.
  3. Untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih besar. Di dunia kerja, ini benar-benar terjadi. Meskipun, sama-sama baru masuk kerja di perusahaan yang sama, seseorang dengan gelar sarjana sudah barang tentu akan dibayar dengan gaji yang lebih tinggi dari lulusan SMA, serta posisi jabatan yang lebih tinggi tentunya, yang sarjana langsung jadi supervisor/mandor, yang lulusan SMA harus puas sebagi buruh.
  4. Untuk belajar keterampilan hidup. Kuliah, tidak hanya untuk mempelajari bidang ilmu tertentu saja, tetapi juga tempat untuk menempa keterampilan hidup yang penting untuk kehidupan sebagai manusia dewasa nantinya, seperti sifat kemandirian, tanggung jawab, kepercayaan diri, berorganisasi, kepemimpinan, merintas jaringan, kemampuan bersosialisasi, dan sebagainya.
  5. Untuk mempelajari bidang ilmu yang sangat sampean sukai. Nah, ini baru alasan yang tulus, belajar ilmu yang karena memang kita sukai. Tetapi, jarang-jarang yang memiliki niat tulus seperti ini, apalagi di jaman yang segalanya diukur dengan materi seperti saat ini.
  6. Untuk mendewasakan cara berfikir. Dunia akademik di kampus, tidak saja membuat sampean menguasai bidang ilmu sesuai jurusan, tetapi di atas semua itu dunia akademik akan membentuk cara berfikir dan bersikap sampean. Integritas, kejujuran, etika, komitmen, pola fikir rasional, berfikir kritis, berfikir kreatif, mampu mengkomunikasikan argumen secara ilmiah baik dalam lisan maupun tulisan,  adalah hal-hal positif yang akan terbentuk selama berada dalam dunia akademik di kampus. Bisa jadi setelah lulus kuliah, sampean bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan jurusan, tetapi sifat-sifat positif yang terbentuk selama kuliah ini, bisa diaplikasikan dimana saja. Ataupun jika sampean memutuskan untuk menjadi wirausahawan, sifat-sifat positif yang terbentuk ketika kuliah, tentu akan sangat bermanfaat. Tentu saja akan kelihatan bedanya, pola pikir Sarjana dan pola pikir orang yang tidak pernah mengenyam bangku kuliah.

Mengapa Tidak Kuliah?

Alasan paling umum adalah karena tidak ada biaya, karena biaya kuliah sangat mahal. Tetapi, bukankan sekarang pemerintah sudah menggelontorkan ribuan beasiswa bidik misi, yang tidak hanya membiayai  biaya kuliah tetapi juga biaya hidup selama kuliah hingga lulus. Bahkan sampai pendidikan profesi (dokter, apoteker, perawat, dsb.), tidak hanya di PTN tetapi juga di PTS. Ada juga sekolah kedinasan yang juga menawarkan kuliah gratis seperti STAN, STIS, IPDN, AKPOL, AKMIL. So, tidak ada biaya tidak relevan lagi dijadikan alasan untuk tidak kuliah. Kecuali kalau alasanya adalah males mikir. Yah sudahlah, mungkin kuliah bukan jalur sampean untuk meraih sukses gemilang masa depan. Toh, masa depan sampean tidak semata-mata ditentukan karena sampean kuliah atau tidak.

Jika kuliah, mengambil Jurusan Apa?

Nah, ini mungkin yang banyak menimbulkan kebimbangan buat calon mahasiswa, karena ada ratusan program studi atau jurusan yang ditawarkan di perguruan tinggi, sementara di sekolah hanya ada jurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Bahkan, ketika calon mahasiswa sudah menentukan pilihanya pun sebenarnya dia belum tahu apa yang sebenarnya akan dipelajari. Seperti misalnya, seseorang yang tertarik desain grafis, dipikir akan cocok jika masuk jurusan Teknik Informatika, eh tahunya yang dipelajari di jurusan tersebut lebih banyak matematikanya.

Untuk menentukan memilih jurusan apa sebenarnya tergantung tujuan sampean apa untuk kuliah. Kalau tujuan kuliah hanya sekedar mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi, sampean harus memilih jurusan yang menawarkan prospek karir dengan gaji yang besar. Sektor industri minyak dan gas misalnya, sektor ini memang menawarkan gaji di atas rata-rata. Jika ingin bekerja disektor ini, mungkin jurusan Teknik Perminyakan, Teknik Kimia, Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Sipil, Teknik Elekto, dsb.

Saran saya, silahkan lakukan riset terlebih dahulu jurusan-jurusan yang akan sampean pilih. Daftar perguruan tinggi dan jurusan di Perguruan Tinggi Negeri, bisa dilihat di snmptn.ac.id, kemudian silahkan googling ke masing-masing jurusan tersebut. Pastikan sampean tahu pasti mata kuliah apa saja yang akan dipelajari di jurusan tersebut. Jangan terjebak dengan nama jurusanya. Cari tahu juga, prospek kerja dari jurusan tersebut, profil alumni, dan sebagainya.

Sebisa mungkin, pilih jurusan sesuai dengan passion sampean. Passion itu sesuatu yang benar-benar sampean inginkan, sesuatu yang anda selalu merasa bahagia mendedikasikan semua waktu, tenaga, dan pikiran untuk mewujudkanya. Setiap orang tentunya ditakdirkan memilik passion yang berbeda-beda. Jangan pilih jurusan karena sekedar ikut-ikutan teman. Kuliah dijurusan sesuai dengan passion akan selalu membuat sampean happy selama di bangku kuliah, sebaliknya jurusan yang tidak passion hanya akan membuat sampean menderita di kampus, tidak semangat kuliah, ujung-ujung nya Drop Out (DO). Banyak cerita anak sangat pintar waktu SMA yang memilih jurusan kuliah hanya karena jurusan tersebut paling sulit untuk ditembus (passing grade nya) tinggi, tetapi kuliahnya amburadul bahkan DO, karena ternyata jurusan tersebut tidak sesuai dengan passion nya. Jadi, kenali passion sampean dan kenali jurusan dengan detail, pastikan benar-benar sesuai dengan passion kamu. Percayalah, segala sesuatu yang dilakukan atau dipilih karena passion akan membuat sampean tidak mengenal lelah, selalu bersemangat, dan pada akhirnya mendatangkan hasil kesuksesan yang maksimal.

Selain passion yang lebih penting lagi harus dpertimbangkan adalah, sesuaikan dengan bakat, kemampuan, dan kelebihan sampean. Ada sebuah maqolah:

Waj’al hammaka, fima khulid ta lah, wala taj’al hammaka, fimaa tafata hu.

Raihlah segala sesuatu itu berdasarkan bakat mu, jangan meraih sesuatu itu berdasarkan seleramu. (KH. Tamim Romly, Darul Ulum Jombang)

Saya percaya bahwa, setiap orang terlahir dengan bakat dan kemampuan nya masing-masing yang unik. Jangan sampai sampean ngebet pengen jadi Insinyur, karenanya ingin kuliah di jurusan Teknik, tapi sampean tidak bisa matematika dan fisika. Karenanya, penting sekali untuk memahami bakat dan kemampuan diri. Siapa yang paling tahu tentang sampean , ya sampean sendiri to.

Benar apa yang disabdakan kanjeng nabi:

Thubaa liman ‘arapa bi’uyubinafsihi
Beruntunglah orang-orang yang mengerti kelebihan dan kekuranganya.

Fokuslah ke kelebihan sampean dan kurangi kekurangan sampean. Kalau sampean merasa lebih berbakat di bidang sastra, ya jangan dipaksakan masuk jurusan Teknik Informatika.

Pilih Universitas, Institut, atau Politeknik?

Tiga institusi ini sebenarnya hampir sama, filosofi nya saja yang berbeda. Universitas dan Institut ini sama sebenarnya, hanya saja institut lebih fokus pada bidang keilmuan tertentu saja. Kalau universitas dan institut sebenarnya didirikan sebagai jalur akademik, dan pusat penelitian, Politeknik lebih ditujukan untuk jalur profesional. Jalur profesional harapanya, lebih banyak praktik dari pada teori. Tetapi kalau dahulu politeknik hanya membuka program pendidikan Diploma 3 (D3), sekarang sudah dibuka program D4, yang setara dengan S1, dengan gelar Sarjana Terapan. Bahkan sekarang juga sudah banyak politeknik yang mulai membuka program master terapan, dan program doktor terapan.

Semua hanya masalah pilihan. Kalau sampean tidak suka terlalu banyak teori, dan lebih suka hal-hal yang praktical, politeknik mungkin lebih cocok buat sampean. Tetapi jika sampean, suka mendalami teori secara mendalam, memahami filsafat ilmu, lebih tertarik ke pengembangan ide dan pemikiran, Universitas/Institut mungkin lebih cocok buat sampean. Hanya saja di masyarakat, sepertinya gelar sarjana kesanya lebih keren dibanding lulusan politeknik, walaupun sekarang semakin bergeser. Dan masuk program S1 di Universitas/Institut, biasanya lebih susah daripada masuk Politeknik.

Jika sudah mantap dengan jurusan yang akan diambil, terus pilih kampus yang mana?

Salah satu referensi yang bisa dipercaya untuk memilih Perguruan Tinggi dan Jurusan yang terbaik di Indonesia adalah situs BAN-PAT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi). Pastikan Perguruan Tinggi yang anda tuju sudah terakreditasi. Akreditasi terbaik adalah akreditasi A. Contoh:

Perguruan Tinggi di Indonesia (Negeri dan Swasta) yang terakreditasi A 

akreditasi_PT

Perguruan Tinggi Indonesia yang Terakreditasi A (Sumber : http://ban-pt.kemdiknas.go.id/hasil_aipt.php)

Ternyata, per 11 Maret 2015, hanya ada 16 Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta yang terakreditasi A. Disini juga kita bisa lihat, ternyata banyak perguruan tinggi swasta yang akreditasinya lebih bagus dibanding perguruan tinggi negeri.

Jurusan ‘Sistem Informasi’ yang terakreditasi A di Indonesia:

akreditasi_SistemInformasi

Jurusan Sistem Informasi dengan Akreditasi A di Indonesia

Ternyata, per 11 Maret 2015 hanya ada 7 Jurusan Sistem Informasi yang terakreditasi A di seluruh Indonesia. Akreditasi ini bisa dijadikan salah satu indikator bahwa jurusan tersebut bagus. Karena hanya sedikit saja program studi yang bisa mendapatkan akreditasi A. Selain nilai akreditasi pamor perguruan tinggi juga sangat berpengaruh ketika sampean melamar pekerjaan atau melanjutkan kuliah ke luar negeri. Untuk ilmu ekonomi misalnya, pamor UI dan UGM sangat dominan, sementara untuk jurusan teknik, pamor ITB dan ITS juga sangat dominan.

Intinya jangan pilih jurusan, terutama di Perguruan Tinggi Swasta, yang belum terakreditasi. Ini sangat beresiko. Sampean bisa mengecek apakah sebuah jurusan di Perguruan tinggi tersebut sudah terkareditasi atau belum, di alamat: http://ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php Masukkan nama perguruan tinggi dan jurusan yang dimaksud.

Pertimbangan lain, selain akreditasi, faktor lain yang harus sampean perhatikan adalah sekali lagi kemampuan sampean. Jurusan favorit di perguruan tinggi favorit tentu saja tingkat persainganya sangat ketat. Pastikan sampean bisa mengukur kemampuan sampean sendiri. Jangan terlalu memaksakan, jika tidak ingin berakhir dengan kekecewaan.

Kuliah memang bukan segala-galanya sebagai jembatan keberhasilan masa depan sampean. Yang lebih penting dari semuanya adalah keinginan untuk terus mau belajar. Yang namanya belajar tidak harus secara formal di kampus, bisa dimana saja. Percuma juga, kuliah tapi malas belajar atau bahkan tidak niat belajar. Kuliah hanya dijadikan untuk menghabiskan umur, memenuhi kehendak orang tua, gaya-gayaan, dan niat tidak benar lainya.

Demikian, semoga sedikit memberi pencerahan! Semoga sukses !

Related Post:

Advertisements

3 comments

  1. Terus kalau sudah jd mahasiswa targetin ip bagus. Jadi aktivis bukan alasan ip jeblok. IP itu saringan pertama dalam mencari kerjaan dan juga pas mau lanjut ke jenjang pendidikan selanjutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s