The ‘Kenthir’ Moments di Skotlandia : Empat Sekawan Jomblo Lokal

… ternyata setiap orang memiliki sisi kegilaan masing-masing dalam kehidupan pribadinya, hihihi…. – seorang kawan

koplak_momen3

Di Penghujung Senja Edinburgh

Ini cerita hampir dua tahun yang lalu. Mungkin cerita sekali seumur hidup antara kami berempat. Wong Jowo yang sedang hidup di perantauan, jauh melewati luasnya samudera meninggalkan tanah jawi yang loh jinawi, untuk sekedar luru ilmu. Di belahan dunia yang konon adalah simbol puncak capaian peradaban umat manusia pada abad 20 dan mungkin hingga di awal abad 21 ini. Kebetulan, kami punya status yang sama yaitu Jomblo lokal. Sama-sama meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang juga kebetulan semuanya sepantaran, umur dua tahun lebih sedikit. Kok ya, ndilalah kami ini sama-sama orang NU sejak lahir dan mambu-mambu darah santri, hehe.

Jadinya, ya wes klop banget. Jarang-jarang baru kenal tapi merasa kayak sudah mengenal begitu lama. Satu hari, tepat di akhir term kuliah musim semi 2013, kami melakukan perjalanan bareng. Rencana perjalanan yang cukup spontanitas, dan tentu saja tanpa perencanaan yang tidak jelas. Awalnya, niat ikut pengajian KIBAR, keluarga islam Indonesia di Britania Raya, di Aberdeen Skotlandia. Sebuah kota di ujung utara, Britania Raya.

 

koplak_momen

Sherlock Holmes Style

Perjalanan dimulai petang hari, menjelang maghrib dengan Bus National Express. Saya harus mengejar bus, dengan lari terbirit-birit karena baru saja selesai menjaga ujian akhir terakhir di term musim semi saat itu. Rute perjalananya adalah: Nottingham – Birmingham – Glasgow – Edinburgh selama kurang lebih 15 jam. Sampai di kota edinburgh pagi hari, kemudian, dari Edinburgh kami ganti bus menuju kota Aberdeen. Pemandangan sepanjang perjalanan Edinburgh-Aberdeen sungguih menakjubkan, alam bumi Skotlandia memang cantik. Pegunungan dengan kebun bunga dan padang rumput yang ijo royo-royo kekuningan, dipadu dengan pemandangan sapi perah, kincir angin pembangkit listrik, dan sungai-sungai yang dengan airnya yang jernih, berkelok-kelok menentramkan. Sungguh pesona alam yang dipermak begitu apik oleh tangan-tangan manusia. Kami terpesona dibuatnya.

Sampai di kota Aberdeen, kami langsung dijemput panitia menuju tempat pengajian. Karena agak kesiangan, kami sampai ke tempat acara pas jam makan siang. Eyah, jadi datang langsung makan siang, kemudian sholat duhur di masjid, baru ikut pengajian. Waktu itu yang jadi pembicara kunci adalah seseorang yang mengaku masih anak cucunya KH. Ahmad Dahlan. Tidak tahu kenapa, kami berempat kompak ngantuk mendengarkan ceramah itu. Haha, dasar ! Habis, pengajian serius sekali, kayak khutbah sholat jumat saja, ndak ada sense of humournya kayak kyai-kyai NU pada umumnya. Tapi, ini alasan saya aja yang memang sedang macak ‘bad boy’. Hehehehe.

koplak_momen2

Entah Apa yang ada di Pikiran Mereka?

Setelah sholat ashar, kami baru sadar kalau kami belum tahu malamnya mau menginap dimana. Seharusnya, kami harus sudah booking penginapan jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi, hari itu semua penginapan yang disediakan panitia semuanya sudah full booked. Mau tidur di masjid yang bekas gereja itu rasanya tida mungkin, karena tempatnya sempit dan rasanya tidak nyaman tidur di tempat yang bersih suci itu. Akhirnya, setelah sholat ashar, kami ngacir mencari penginapan. Menghilang dari pengajian yang seharusnya masih berlangsung hingga jam 11 malam.

Datang di beberapa hotel, eh semuanya sudah penuh. Sebelum, akhirnya kami nemu sebuah hotel dekat stasiun, namanya station hotel. Untuk menghemat ongkos, kami hanya menyewa kamar yang seharusnya hanya boleh diisi maksimal dua orang. Kami, harus kucing-kucingan dengan resepsionis. Caranya, kami harus masuk kamar berdua-dua. Ndak langsung berempat langsung gitu. Alhamdulilah, kamarnya luas banget, ada sofanya, dan kamar mandi di dalam. Dipanya pun cukup lebar, so muat untuk 4 orang meskipun harus memutar posisi kepala kami 90 derajat dari posisi kepala seharusnya. Pemandangan malam hari kota aberdeen dari kamar hotel cukup ciamik, di tempat yang paginya kami melihat dua cewek lesbian sedang ciuman, eh ladalah, malam harinya ada cewek cantik yang sepertinya sedang tawar-menawar sama laki-laki hidung belang. Kami memperhatikan betul, proses tawar-menawar itu. Sebelum akhirnya cewek itu berjalan berdua entah kemana dengan seorang pria yang berhasil merayunya.

koplak_momen8

Iki lho, Gek Lapo?

Pagi harinya, kami juga terpaksa skip pengajian hari kedua untuk melanjutkan perjalanan ke kota Edinburgh (bacanya: Edinbra). Sampai di kota Edinburgh, kami langsung jalan menyusuri kota Edinburgh. Seperti kota Yogya yang merepresentasikan budaya dan ruh orang Jawa. Kota ini adalah representasi budaya dan ruh orang Skotlandia. Kota ini juga merupakan salah satu kota tujuan utama wisata di Eropa. Belum ke UK kalau belum singgah di kota ini. Ohya, mungkin ada yang belum tahu, kalau UK ini adalah gabungan 4 kerajaan besar, yaitu kerajaan Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara.

Seperti kota-kota cagar budaya di eropa lainya, banyak bangunan-bangunan local heritage yang masih dirawat dengan bagus. Bangunan-bangunan sisa kejayaan kerajaan Skotlandia di masa lalu seperti Edinburgh castle masih terawat dengan baik di kota ini. Local heritage lainya juga masih bisa ditelusuri di sejumlah museum di kota ini. Buat sampean yang penikmat sejarah, kota ini adalah tujuan wisata yang sangat tepat.

koplak_momen12

Lucu-lucuan Tapi Ndak Lucu

Ciri khas di Skotlandia adalah disini sampean bisa melih at banyak orang lelaki pakai rok. Hehe, ya gak papa to, toh sejak kapan rok berjenis kelamin perempuan? Terus logat Scotish yang alamak susahnya minta ampun. Hari pertama di edinburgh kami hampir saja mbambung, sampai sore belum juga nemu penginapan, semua over booked. Yaiyalah, ini kota turis bung, jika di peak time seperti hari itu, semua kamar sudah di booking. Sudah 3 hotel kami datangi, semua penuh. Akhirnya, kami duduk diperempatan jalan karena nyaris putus asa dan kelelahan. Sebelum akhirnya kami menemukan kamar kosong di hotel Travelodge. Lagi-lagi, demi menghemat ongkos, kami sewa kamar untuk 2 orang diisi 4 orang.

Selama hari pertama, kami kesulitan menemukan makanan berlabel halal. Terpaksa dah makan ayam goreng KFC yang tidak berlabel halal. Toh, di Indonesia juga ndak ada yang berlabel halal juga. Hari pertama itu, kami akhiri dengan jalan-jalan sore untuk mencari oleh-oleh khas edinburgh yang banyak tersedia di kios-kios khusus menjual oleh-oleh khas skotlandia.

koplak_momen19

Life after Edinburgh

Hari kedua, kami lanjutkan jalan-jalan ke pinggiran kota edinburgh. Kami menemukan museum uang, hingga menemukan kampus Universitas Edinburgh. Sepanjang perjalanan, selain mengabadikan apa yang kami lihat dan aksi kentir-kentiran kami dengan jepetran kamera, kami pura-pura seolah-olah menjadi reporter JTV. Membuat video dokumentasi dengan reportase bahasa jawa. Yah, itung-itung buat kenang-kenanganan abadi dan bahan cerita untuk anak cucu kami suatu saat nanti.

Akhirnya, di sekitar kampus Universitas Edinburgh kami menemukan masjid besar berarsitektur Turki. Serasa seperti gelandangan menemukan tempat berteduh rasanya. Selanjutnya kami jamaah sholat duhur dan ashar sekaligus istirahat sejenak di masjid yang terasa nyaman meneduhkan ini. Dan, alhamdulilah akhirnya kami menemukan restoran khas timur tengah yang tentu saja halal. Lega rasanya, akhirnya bisa makan nasi setelah dua hari hanya makan roti dan kentang goreng. Buat orang jawa seperti kami, belum dianggap makan kalau belum ketemu nasi. Menjelang malam, kami harus kembali ke Nottingham dengan bus selama kurang lebih 15 jam dengan rute yang sama dengan ketika kami berangkat.

Ternyata, perjalanan tanpa perencanaan yang jelas ada seninya sendiri. Ada kejutan-kejutan, dan hal-hal spontanitas yang justru membuat perjalanan itu menjadi lebih menarik, berkesan, dan tentunya lebih memorable. Akhirnya, kami sadar bahawa perjalanan saat itu sangat istimewa. Kenapa? yah karena sudah balik di Indonesia, sebagai orang normal yang sudah punya keluarga, rasanya tidak masuk akal jalan-jalan sendiri dengan teman. Keluarga akan menjadi penjara-penjara kecil bagi kita.

Perjalanan ini tidak saja membawa kami melihat dunia dari sisi yang berbeda. Tetapi juga, merubah kenggumunan kami akan pesona kota-kota klasik di Eropa,menjadi hal yang biasa saja. Keindahan alam dan kota bisa dipotret oleh kamera, tetapi suasana yang ada hanya kami sendiri yang bisa merasakan. Untuk keindahan kota Edinburgh, silahkan menikamati video dokumentasi kami berikut ini:

Untuk suasana dan kebahagiaan yang kami rasakan biarlah kami yang menyimpan sendiri dalam hati-hati kami. Akhirnya, selamat melakukan perjalanan kawan!

Advertisements

5 comments

  1. bang, nginap dimana pas di Edinburgh? terus kalau misalnya mau jalan2 apa pake sistem sama kayak di London ya? naik tube atau double decker gitu? thx in advance x

    1. nginap di Travelodge. Di Edinburgh tidak ada tube, bisa naik bus, tapi walkabel kok hehe… saya keliling edinburgh jalan kaki, semua sisi indah untuk dinikmati, worth it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s