The Hilditch Way dan Harapan-Harapan Sederhana Itu

… karena saban manusia pasti punya harapan. Dan saban insan pasti punya keraguan terhadap tahun yang akan ditapaki.” – Djoko Suud.

welcome2015

Selamat Datang 2015, Wollaton Park, Nottingham, 26 Desember 2014

Hari ini, pagi pertama di tahun 2015. Aku berjalan perlahan, setapak demi setapak, menyusuri jalan pedistrian dari depan pintu rumah ku menuju gerbang kampus. Entah sudah berapa ratus kali aku menyusuri jalan yang sama ini. Seolah setiap aspal yang aku pijak, sudah akrab dengan injakan sepatu ku. Masih musim dingin, dan langit terlihat begitu kelabu, tetapi tidak hujan. Pohon-pohon masih kerontang meinggalkan dahan-dahan kering tanpa daun, air sungai masih segemericik seperti biasa. Suara riuh kawanan bebek, dan kicauan gerombolan burung-burung camar masih menyambut ku seperti biasa di jembatan sungai kecil itu. Penghubung jalan itu, The Hilditch Way. Jalan paling indah, teman diskusi penuh inspirasi, yang hanya bisa dilalui pejalan kaki seperti diriku.

hilditchWay

The Hilditch Way

Gemericik air sungai kecil itu, pepohonon khas pinggir sungai, bebek, burung camar, dan rerumputan hijau yang terbentang luas itu adalah teman setia menemani pejalanan pagi dan malam ku. Saksi-saksi bisu tentang perjalanan panjang ini. Hanya saja, bongkahan-bongkahan es yang membeku dari hujan salju seminggu yang lalu, pagi ini menghilang begitu saja tak berbekas. Seolah menafikan apa saja yang telah terjadi. Dan angin berhembus cukup kencang, menghempas dan meliuk-liukkan tubuhku, yang tiap hari terasa semakin ringan. Padahal semalam, aku masih harus merayap merambat karena takut tergelincir di antara bongkahan es yang sangat licin itu, dan  jatuh ke sungai di samping nya. Yah, terkadang layar kehidupan harus beganti begitu cepatnya.

theHilditchWay

The Hilditch Way: Sehari Sebelum Pergantian Tahun

Tentang Harapan-Harapan Itu

Bilangan tahun baru ini adalah 2015. Yea, angka ganjil, angka yang dicintai Tuhan, angka (mudah-mudahan) pembawa keberuntungan. Setiap pergantian tahun, saya selalu mengurangi angka tahun baru itu dengan angka tahun kelahiran ku. Haha, mungkin saya bukan satu-satunya di dunia ini yang merasa semakin tua. Semakin mendekat ke batas waktu hidup kita yang selalu menjadi misteri di dunia ini. Gerbang menuju misteri kehidupan selanjutnya, yang selalu meninggalkan setumpuk tanda tanya.

Aku tak mau  menengok kembali tahun lalu. Karena, terkadang aku lebih cenderung ke madzab yang menganggap masa lalu telah mati. Kemaren, masa lalu itu sudah terkubur di hari kematianya yang abadi. Yang tak perlu disesali, karena tidak mungkin akan hidup kembali.

Hanya ada setumpuk harapan untuk hari-hari yang akan datang. All in All, harapan ku adalah hanya bisa menguasai diriku. Untuk fokus menyelesaikan studi ku tahun ini. Sungguh benar kanjeng nabi Muhammad. Setelah kemenangan perang badar (perang terbesar melawan kaum kafir quraish, dalam sejarah islam. mungkin bisa dibandingkan dengan perang Bratayudha dalam epic Mahabarata), kanjeng nabi mengingatkan ada perang yang lebih besar dari itu, yaitu perang melawan nafs, perang melawan diri sendiri. Aku pun merasakanya, betapa sulitnya mengatur diriku sendiri.

dariAtasJembatanHilditchWay

Dari Atas Jembatan The Hilditch Way, Sehari Sebelum Pergantian Tahun 2015

Lebih spesifiknya, harapan ku tidak muluk-muluk. Harapan wajar, yang most likely, pernah diharapkan orang-orang dalam episode hidup seperti diriku. Selain sehat, bahagia dan sejahtera untuk semuanya, di tahun ketiga studiku ini, aku hanya ingin publish dua paper untuk Journal Information Sciences (yang impact factornya 5), selesai menulis thesis, dan tentunya lulus PhD sebelum akhir tahun ini. Dan saya ingin sekali berkunjung ke baitullah, mencium hajar aswad, sholat jamaah di masjidil haram, bersujud di masjid nabawi, dan berziarah di makam kanjeng nabi Muhammad SAW. Aku sungguh rindu kepada mu Ya Rosul. Sebuah rindu yang sungguh tak terperi.  Ya habib, salam ‘alaik… (Wahai kekasih, salam sejahtera untuk mu)

Walaupun untuk harapan yang terakhir ini, the money really does matter. Tetapi, sebagai orang yang percaya akan kehadiran kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas, aku percaya adanya keajaiban-keajaiban dalam hidup ini.

Itulah harapan-harapan sederhana ku. Harapan-harapan yang membuat ku keep on going. Harapan-harapan yang membuat hidup kita lebih hidup. Semoga Tuhan mengabulkan harapan-harapan kita, atau menggantinya dengan yang lebih baik, Yarabibil musthofa, balligh maqaasidana. Semoga tidak pernah ada penyesalan untuk hari kemaren, penuh percaya diri untuk menjalani hari ini, dan menatap hari-hari esok tanpa rasa takut, ibtasama lil hayat ! Selamat Tahun Baru 2015, kawan ! Semoha Membawa, kebahagiaan, kesuksesan dan keberkahan buat kita semua ! Allahumma Ammiin !

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s