Memaknai Setiap Jumput Capaian Hidup Kita

…  terkadang kita perlu menghargai sekecil apa pun capain hidup kita. Tak perlu rendah diri membandingkan kesuksesan kecil kita dengan kesuksesan besar orang lain. Karena setiap jumput kesuksesan kita menyimpan cerita sendiri, yang hanya kita sendiri yang bisa memahami dan memaknai. – A Random Thought.

skripsi_thesis

Tugas Akhir S1 dan Thesis S2 (Dok. Pribadi)

 

Kemaren malam, tiba-tiba saja saya kok teringat account email yang sudah lama sekali tidak saya gunakan. Alhamdulilah, meski sudah bertahun-tahun tidak digunakan, email tersebut masih bisa saya buka. Jabang Bayi’, ternyata email tersebut penuh dengan email sampah yang kebanyakan berasal dari situs-situs perangsang birahi. Ketika hendak menutup email tersebut, tiba-tiba terlintas di kepala saya: Oh iyo, email itu kan menyimpan banyak kenangan hingga 10 tahun silam?

Laksana ahli sejarah yang sedang mengorek-ngorek arsip kuno, saya rela berjam-jam membuang waktu saya untuk melihat inbox email dengan sorting tanggal 5-10 tahun yang lalu. Benar ternyata, saya kegirangan menemukan harta karun di email saya. Ada foto-foto jadul dari kawan lama. Ada surat-surat penggelora semangat dari sahabat jauh. Ada surat-surat cinta dari para mantan kekasih. Dan yang paling berharga adalah backup tugas akhir S1 dan thesis S2 saya.

Beruntung saya masih memiliki dokumen-dokumen sejarah perjalanan hidup saya  di email tersebut. Tapi akhirnya saya juga menyesal, karena belum sempat, lebih tepatnya tidak kepikiran untuk membackup email kampus. Baik pas jaman S1 maupun S2. Andai saja, email kampus tersebut masih bisa diakses, pastinya banyak sekali sejarah hidup saya tersimpan disitu. Hehe, tapi namanya penyesalan selalu datangnya belakang.

Menemukan backup Tugas Akhir (TA) S1 dan Thesis S2 ini, saya seperti menemukan energi baru untuk segera menulis dan menyelesaikan thesis PhD saya. Masih ingat betul, untuk menyelesaikan dua karya ilmiah ini butuh perjuangan panjang. Saya pernah merasakan betapa malasnya untuk memulai mengerjakan TA ini. Benar, musuh terbesarnya adalah menundukkan rasa malas untuk mengerjakan. Sehingga, tidak sedikit mahasiswa yang molor lulus bertahun-tahun bahkan gagal memperoleh gelar kesarjanaanya, hanya karena malas menyelesaikan TA ini. Meskipun memilih dapat gelar atau tanpa gelar adalah sebuah pilihan. Mengerjakan TA ini juga butuh tekad dan tirakat. Masih ingat dulu, nyaris setiap malam hingga subuh begadang di lab. TA yang sempit bekas mushola di pojokan lantai 3 di bawah gudang yang konon sering ada penampakan. Walaupun semalaman, hanya dapat satu halaman kata pengantar. Teringat juga, bagaimana saya harus pintar-pintar membagi waktu antara kerja part-time jadi programmer yang dikejar-kejar deadline sama bos besar. Tapi akhirnya, saya memilih menghilang dari kantor dan mengorbankan nama baik saya menjelang deadline mengumpulkan tugas akhir. Beruntung, biidznillah berkat do’a dan dukungan orang-orang di sekitar saya, dan tentunya berhasil menundukkan diri saya sendiri, akhirnya bisa lulus tepat waktu (4 tahun) dan TA dapet nilai A.

Cerita thesis S2 juga kurang lebih sama, tantangan terbesar adalah menundukkan diri sendiri juga. Meskipun fasilitas nyaman dari perusahaan minyak Malaysia membuat saya nyaris tanpa hambatan hal-hal non-akademis. Mengerjakan riset sendirian juga tidak mudah. Mulai mencari problem sendiri, sampai menemukan solusi untuk problem itu sendiri. Beruntung juga, berkat do’a dan dukungan  biidznillah berkat do’a dan dukungan orang-orang di sekitar saya, dan tentunya berhasil menundukkan diri saya sendiri, akhirnya bisa lulus tepat waktu (2 tahun).

Kawan, terkadang kita perlu menghargai sekecil apa pun capain hidup kita. Tak perlu rendah diri membandingkan kesuksesan kecil kita dengan kesuksesan besar orang lain. Karena setiap jumput kesuksesan kita menyimpan cerita sendiri, yang hanya kita sendiri yang bisa memahami dan memaknai. Semoga setiap cerita itu menjadi penyemangat kita untuk mencapai capaian-capain positif selanjutnya.

 

Advertisements

3 comments

  1. Top kang. Harus tegas memilih apa yg kita sukai juga sih. Jangan kayak aku yg manut saja apa kata orang. Ujung2nya memang menyesal ketika memilih jurusan yg tidak sesuai hati nurani hihihihi

  2. Ayo, cepat selesaikan Ph.D.nya. Jangan sampai terjerat malas. Saya punya pengalaman penyelesaian studi yang hampir sama. Untung akhirnya bisa selesai tepat waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s