Catatan Pinggir Pengajian : Tumpengan dan Kampung Akhirat

… kalau mau piknik saja kita butuh persiapan, apalagi untuk perjalanan menuju kampung akhirat? – Mas H. Hasto W.

ceramah_pak_peni

Pembukaan Pengajian Oleh Ketua PeDLN ,Pak Peni Indrayuda, (Foto: @cakshon)

Hidup di luar negeri jauh dari keluarga terkadang membuat saya merasa kesendirian, dan terisolasi. Budaya, dan nilai kehidupan yang berbeda juga terkadang membuat hidup di luar negeri terkadang tidak mudah. Gaya hidup masyarakat barat yang sangat individualistis, tidak lagi menganggap penting ritual keagamaan, cenderung hidup bebas asal tidak mengganggu, sring kali membuat kita mudah tergoda. Jika tidak hati-hati, kita yang dari budaya timur dengan basis keagamaan yang pas-pasan, bisa terjerumus ikut-ikutan budaya party, seks bebas, minum minuman berakohol, naudzubillah min dzalik. Beruntung, saya di Nottingham ini memiliki majelis pengajian yang bisa saya sebut sebagai keluarga saya disini. Tempat yang membuat rasa kesendirian itu sirna, tempat dimana kita saling mengingatkan untuk tetap lurus di jalan Allah. Seperti oase di tengah-tengah padang pasir.

Pengajian Bulanan November 2014 kali ini terlaksana pada hari Sabtu, 22 November, 2014, bertempat di mushola Prayer Room, Kampus Suton Bonington, Universitas Nottingham. Alhamdulilah, mushola terasa penuh saking banyaknya peserta yang hadir. Acara dimulai pukul 1.00 pm dengan sholat duhur berjamaah.

Usai sholat Dhuhur, sambil menunggu ibu-ibu muslimat mempersiapkan hidangan makan siang, Pak Peni Indrayuda, ketua majelis PeDLN yang baru membuka acara dengan memanjatkan rasa syukur berkali-kali (eit, syukur kok disuruh manjat ya?). Kemudian, dilanjutkan dengan beberapa anggota pengajian yang baru. Alhamdulilah, luar biasa, bulan ini kita kedatangan 9 anggota baru.

Tumpeng PeDLN

Nasi Tumpeng

Tumpeng PeDLN By Mbak Bety (Foto: @cakshon)

Seperti pengajian sebelum-sebelumnya, acara yang paling ditunggu-tunggu adalah acara makan siang. Bagi orang-orang Indonesia di perantauan, masakan cita rasa asli Indonesia adalah menu yang selalu dirindukan. Kok ndilalah, pada bulan ini kok tema masakan ibu-ibu muslimah adalah masakan Ndeso. Ada nasi tumpeng, bubur ketan ireng, kelepon, ketan krawu, sego tiwul, kerupuk dan konco-konco nya. Ada juga bakso, empek-empek dan gado-gado. Wes pokoenggarai ngiler ! 

klepon_sego_tiwul

Masakan Ndeso : Klepon, Sego Tiwul, Bakso, Gado-Gado, Bakso, Dkk. (Foto: @cakshon)

 

Ohiyo,  asbaabun nuzul tumpeng kali ini adalah sebagai rasa syukur atas dua hal. Yang pertama, karena selesainya masa pengabdian ketua pengajian sebelumnya (Pak Irwan T) yang dilanjutkan oleh ketua pengajian yang baru (Pak Peni Indrayuda). Yang kedua, karena waktu KIBAR Autumn Gathering tanggal 24-25 Oktober lalu, pengajian lokaliti kita berhasil menjuarai beberapa kompetisi antar kelompok pengajian se UK. Di antaranya adalah juara pertama lomba video dokumentasi kegiatanHuebat yo Rek !

sertijab_tumpeng_rs

Pak Peni Menyerahkan Potongan Tumpeng Pertama Kepada Pak Irwan (Foto : @cakshon)

Saking nikmatnya menu makan siang pada pengajian bulan ini, sebagian peserta ada yang berandai-andai. Andai saja acara makan-makan gratis ini diadakan tiap minggu, pasti dunia terasa lebih indah.

ayok_makan_rsz

Antri, Jangan Rebutan Ya ! (Foto @cakshon)

 

Tausyiah : Perjalanan Menuju Kampung Akhirat

Ketika perut sudah terasa kenyang, barulah acara tausiah dimulai. Kali ini, yang ketiban sampur untuk memberi tausiah adalah Mas H. Hasto W. Topiknya cukup berat sebenarnya, tapi kebanyakan dari kita sering kali lupa dan sering kali mengabaikanya, yaitu tentang Perjalanan menuju ke kampung Akhirat.

mas_hasto_ceramah_rsz

Mas Hasto dan Jenggot nya, eh Ceramahnya ( Foto: @cakshon)

 

Yah, hidup memang tak lebih dari sebuah perjalanan kawan! Berawal dari alam kandungan yang sempit kita keluar menuju alam raya yang  luas indah terbentang ini. Kemudian, tujuan perjalanan kita selanjutnya tak lebih dari tempat yang sangat sempit, sepi sendiri,  lagi gelap kembali kawan, yaitu alam barzah. Setampan Cristian Sugiono, atau secantik Dian Sastro Wardoyo pun rasanya, tak ada seorang pun yang mau menemani di alam barzah. Kecuali belatung-belatung yang siap memakan jasad kita.

Dari alam barzah, tujuan perjalanan selanjutnya adalah Padang Mahsyar. Dimana seluruh makhluk dikumpulkan jadi satu untuk dimintai pertanggungjawabanya ketika hidup di dunia. Sebelum pada akhirnya kita memasuki rumah persinggahan terakhir kita sesunggunya, yaitu Syurga atau Neraka.

Mas Hasto mengingatkan pada kita semua, bahwasanya tidak hanya perbuatan dan ucapan kita saja yang akan dimintai pertanggung jawaban, tetapi juga krenteg hati kita juga akan dimintai pertanggungjawabanya. Karenanya, dalam menapaki setiap langkah perjalanan hidup di dunia ini kita perlu kehati-hatian, menjaga sikap, kata, dan hati kita. Pun, kita harus mempersiapkan dengan baik, untuk bekal perjalanan kita selanjutnya yaitu Alam barzah, alam kubur. Lahwong, mau piknik beberapa sajam saja, kita butuh berhari-hari mempersiapkanya. Apalagi untuk mempersiapkan piknik ke kampung akhirat, yang abadan abadin , selawas-lawase, binti selama-lamanya.

Kawan, kesibukan kita di dunia sering kali melupakan kita akan kampung akhirat. Indah dan lezatnya pesona kenikmatan dunia, rumah besar yang magrong-magrong, mobil mewah yang super nyaman, makanan yang super lezat, tempat hiburan yang fantastis bin amazing, gadis cantik rupawan, pemuda gagah tampan, sering kali melenakan ingatan kita dimana tujuan perjalanan kita selanjutnya setelah kehidupan dunia ini. Ingatlah, kuburan sempit adalah rumah kita selanjutnya, Sepi adalah teman kita selanjutnya, Amal kebaikan adalah kekayaan kita sebenarnya.

Saya jadi teringat, lirik pujian yang sering disenandungkan dari TOA masjid di kampung saya menjelang jamaah sholat Maghrib.

Ojo siro banget-banget, yen mu bungah ono dunyo ! Malaikat juru pati, lirak-lirik marang siro ! (baca: kamu jangan terlalu merasa bahagia di dunia, karena malaikat maut selalu mengintai kita)

Kawan, cukuplah mengingat kematian menjadi nasihat terbaik untuk kita. Semoga kita selalu ingat untuk mempersiapkan baik-baik bekal perjalanan kita selanjutnya. Semoga Syurga adalah tempat pemberhentian terakhir buat kita semua, tanpa melalui neraka. Allahumma Ammiin.

Siapa yang tidur itu hayo ? (Foto: @cakshon)

 

Pengajian yang semula senyap, karena banyak yang tertidur, tiba-tiba menjadi hidup kembali ketika Mas Hasto menyinggung masalah kenaikan BBM (Tuhkan, kalau ngomongin akhirat pada tidur tapi kalau ngomongin dunia langsung bangun lagi) dan tentang pemimpin. Menurut mas Hasto, selama pemimpin kita Muslim dan tidak mengajak kita berbuat kedzaliman, kita sebagai rakyat wajib hukumnya, sami’na wa ato’na dengan pemimpin kita. Kita harus, patuh dan taat dengan apapun kebijakan pemimpin kita, tidak boleh membangkang. Karuan saja, topik ini menjadi arguable di antara para peserta pengajian. Dan itulah indahnya perbedaan pendapat dan pandangan.

Perpisahan For Good

Pada pengajian kali ini, selain kedatangan 9 anggota keluarga baru. Kita juga akan kehilangan anggota setia pengajian. Buat Mbak Menik dan ketiga putra-putrinya, pengajian kali ini tidak terasa adalah pengajian terakhir yang diikuti selama berada di Nottingham. Bulan depan, mbak Menik dan putra-putrinya akan pulang for good kembali ke tanah air di Lampung. Dalam waktu dekat, Pak Masdar, suami tercinta, akan segera menyelesaikan studi PhD nya pada bidang Teknik Sipil di Universitas Nottingham. Mbak Menik ini terkenal dengan masakan empek-empek dan sup kepala ikan nya yang super dahsyat kelezatanya. (Wah, bakalan ndak ada yang masak empek-empek lagi neh, beroo !)

mbak_bety_mbak_menik_rsz

Mbak Menik dan Mbak Bety: Perpisahan (Foto: @cakshon)

 

 

Terlihat jelas, gurat kesedihan pada wajah mbak Menik ketika harus berteletubis dengan rekan-rakan muslimah lainya. Saya yakin, keberadaan majelis PeDLN ini sudah seperti keluarga sendiri dan memberi warna sendiri selama beliau dan keluarga selama berada di Nottingham. Selamat kembali ke tanah air, semoga sukses dan barokah selalu hidupnya buat mbak Menik, Pak masdar, dan sekeluarga. Allahumma Ammiin. Semoga tetap bisa merajut silaturrahim kembali, dimana pun berada.

Sekian kawan, sampai jumpa di Pengajian Bulanan Berikutnya !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s