Kita dan Topeng Kehidupan Kita

Tapi buka dulu topengmu. Buka dulu topengmu. Biar ku lihat warnamu. Kan kulihat warnamu – Ariel Peterpan

topeng_didi_nini_towok

Didi Nini Towok (Source: Flickr.com /Jan M.C. van der Meer )

Saya mungkin adalah sedikit anak muda (wuih, emang masih muda?) di jaman post-modern ini  yang menikmati seni tari tradisional Indonesia. Di tengah gencarnya serbuan budaya modern dance atau apalah namanya itu (dengan style yang macam-macam itu),  yang digandrungi dan ditiru anak-anak muda jaman sekarang, buat saya hanya seni tradisional Indonesia yang bisa saya nikmati. Buat saya, seni tari bukan sekedar hiburan tanpa makna. Lebih dari sekedar hiburan, bila kita mau melihat lebih dekat, sebnarnya sebuah tarian itu menyampaikan filsafat hidup yang ingin disampaikan oleh koregrafernya.

Satu-satunya penari Indonesia yang saya kenal adalah mas Didi Nini Thowok. Siapa sih yang tidak kenal beliau ini? Penari cross-gender ini barangkali malah lebih terkenal dan dihargai di luar negeri, ketimbang di negerinya sendiri. Sulit rasanya, mencari generasi jaman sekarang yang berani mengabdikan diri hidupnya, sepenuhnya  untuk melestarikan tari-tari tradisional.

Salah satu ciri khas mas Didi adalah koleksi topeng nya yang banyak sekali jumlahnya. Seringkali, dalam tarianya dia memerankan sesorang dengan dua wajah topeng depan dan belakang. Buat saya pribadi, topeng-topeng itu bukan sekedar lucu-lucuan. Memang lucu sih, bahkan sepertinya topeng itu sengaja dibuat agar penonton tertawa dengan ekspresi wajah topeng.

Jika bukan sekedar lucu-lucuan, lalu apa? buat saya yang sok arif dan bijaksana dalam menjalani hidup dan memaknai kehidupan ini, tari topeng itu adalah sindiran buat kita dalam kehidupan sehari-hari. Betapa, sebenarnya secara tidak sadar kita setiap hari memakai topeng kehidupan kita. Tentang bagaimana sikap kita bisa sangat berbeda ketika berada di hadapan Bos dan ketika berada di tengah-tengah kolega kita. Tentang bagaimana sikap kita bisa sangat berbeda ketika di luar rumah dan di dalam rumah. Tentang bagaimana sikap kita yang penuh dengan kepura-puraan ketika di depan orang lain. Tentang bagaimana kita sering berbicara dan bersikap baik di depan, tetapi mengumpat dan menghardik di belakang. Jarang dari kita yang berani bloko suto tampil apa adanya.

Apalagi di jaman yang semuanya dilihat dan dinilai dari bungkus seperti saat ini. Seseorang yang terlihat kaya, belum tentu kaya, karena bisa jadi dia hanya seorang salesman. Seseorang yang terlihat sangat sabar dan baik hati, bisa jadi sebenarnya dia pemarah dan mudah sekali tersinggung. Bisa jadi seseorang terlihat begitu religius, padahal sebenarnya dia sangat Jauh dari Tuhan nya. Begitu pun sebaliknya. Karena ternyata semua hanyalah topeng-topeng yang menyembunyikan sifat asli kita. Jaman sekarang ini, sangat berbahaya bila kita terlalu percaya dengan kesan. Terlalu bodoh, jika kita mudah tertipu oleh kesan.

Tapi, adakalanya kita akan terlihat wajah asli kita. Di saat sendiri , kita akan tahu siapa sebenarnya kita. Di saat menikah dan berumah tangga, kita akan tahu siapa dan seperti apa sebenarnya pasangan kita. Di saat dibenturkan dengan permasalahan yang rumit dan terjepit, kita akan tahu siapa kita dan orang-orang di sekitar kita sebenarnya. Di saat kelelahan dan kehabisan bekal dalam mendaki gunung , kita akan tahu seperti apa sebenarnya teman perjalanan kita.

Semoga kita berani melepas topeng-topeng kehidupan kita !

Advertisements

3 comments

      1. Kl Didi Nini Towok bbrp waktu lalu pernah diundang jd bintang tamu di acara Indonesia mencari bakat…sdh mulai keriput, jd kepikir :duh, blm ada pengganti yang sekaliber dia ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s