Tips Mempersiapkan Beasiswa Ke Luar Negeri

… kuliah di luar negeri, wah siapa sih yang tidak kepengen? Merasakan pendidikan kelas dunia, sambil menjadi bagian dari kehidupan orang-orang Inggris, Belanda, US, Australia, Jerman, Jepang, Perancis tentu akan menjadi pengalaman hidup sangat berharga dan tak terlupakan hingga hari tua nanti. Sayangnya, banyak orang yang kepengen dan berhenti disitu, tidak mempersiapkan diri untuk mendapatkanya. Berikut tips, pengalaman saya untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri.

Mengayuh Sepeda, TU Eindhoven Campus, Netherland

Mengayuh Sepeda, TU Eindhoven Campus, Netherland

Jika ada yang bilang sukses itu adalah titik temu antara persiapan dan kesempatan, saya 90% percaya. Yah, sebagai manusia biasa, bukan manusia setengah dewa, jalan ikhtiar adalah jalan wajib yang harus di lalui untuk mencapai cita-cita kita. No pain No Gain, kata bule Amerika. Jer Basuki Mawa Bea, kata embah saya. Wa-an laysa lil-insaani illaa maa sa’aa, – “dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS An Najm [53]:39) kata Ustadz saya. Walaupun ada pengecualian-pengecualian, pengalaman hidup saya juga mengajari saya seperti itu. Kecuali, jika sampean merasa sebagai manusia setengah dewa, tentu ikhtiar-ikhtiar semacam ini tidak berlaku buat sampean.

Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, ketika saya lulus S1, walaupun ada, kesempatan untuk mendapatkan beasiswa itu kuotanya sangat terbatas. Kita hanya bisa mengandalkan beasiswa dari kampus yang kita tuju, atau dari sponsor-sponsor luar negeri yang syarat dengan kepentingan mereka masing-masing , dan tentu saja ada political will di balik beasiswa itu, seperti beasiswa ADS, ALA, Chevening, AMINEF, Neso, Ford Fooundation, Fullbright, dan sebagainya. Beruntung, atas saran dari mantan menteri keuangan Sri Mulyani, pemerintah menggunakan dana abadi (sisa APBN tak terpakai , jika saya tidak salah), untuk beasiswa ke luar negeri, yang sekarang disebut beasiswa LPDP. Tujuanya satu untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Terutama anak-anak muda calon pemimpin-pemimpin bangsa ini. Begitulah seharusnya pendidikan, tidak sekedar memproduksi para future workers, tetapi untuk melahirkan para future leader.

Luar biasa, trilyunan rupiah digelontarkan untuk program beasiswa ini. Bahkan sampai setahun dibuka tiga kali pendaftaran. Dikti, dan Menkominfo pun tak mau ketinggalan dengan program beasiswa ke luar negeri nya dengan hanya satu syarat harus kembali ke Indonesia setelah lulus. Sayang, belum banyak yang mengambil kesempatan emas ini. dengan alasan belum siap.

Karenanya, berikut adalah tips untuk persiapan mendapatkan beasiswa-beasiswa tersebut:

  1. Niat dan tekad yang kuat. Tanpa niat dan tekad yang kuat, keinginan hanya akan seperti angin lalu saja.
  2. Tetapkan negara dan Universitas tujuan sampean. Sampean pasti punya alasan sendiri-sendiri memilih negara mana yang anda tuju, termasuk Universitas. Sebagai salah satu panduan memilih universitas, sampean bisa merujuk ke lembaga pemeringkatan Universitas seperti QS Work Rangking.
  3. Setelah menetapkan kampus tujuan, pilih jurusan pilihan anda dengan melayari website universitas dan jurusan yang sampean pilih. Lihat kurikulum nya secara detail untuk mengetahui apa yang akan dipelajari di kampus impian sampean.
  4. Setelah mantap dengan kampus dan jurusan yang dipilih, langkah selanjutnya adalah melamar untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LOA) / Letter of Offer. Hampir semua perguruan tinggi terbaik dunia, menyediakan layanan aplikasi online. Kampus di luar negeri biasanya tidak menyelenggarakan tes tertulis seperti SNMPTN, mereka biasanya hanya melakukan seleksi berdasarkan dokumen, seperti ijasah dan transkrip nilai level pendidikan sebelumnya, dan surat rekomendasi dari dosen di level pendidikan sebelumnya atau dari atasan tempat sampean bekerja. Syarat wajib lainya adalah sertifikat yang menunjukkan kemampuan bahasa Inggris, seperti IELTS atau TOEFL IBT (Bukan TOEFL ITP, atau TOEFL lokal  lowh ya !).
  5. Selain aplikasi online, cara lain untuk aplikasi adalah bisa melalui Agen atau pas pameran pendidikan. Datanglah ke pameran-pameran pendidikan, mereka biasanya akan dengan senang hati membantu sampean menyiapkan aplikasi secara gratis.
  6. Percayalah, jika anda lulusan kampus-kampus ternama di Indonesia, e.g. ITS, Unair, UGM, ITB, UI, dsb. untuk mendapatkan LOA bukanlah hal sulit. Tidak harus ber IPK diatas 3.5, asal masih di atas 3.00 saya yakin gampang sekali mendapatkan LOA. Pun, jika sampean dari kampus swasta tidak terkenal, bukan berarti peluang sampean tertutup rapat. Asal, sampean punya prestasi akademik yang bagus pintu masih terbuka lebar. Ada banyak teman saya dari kampus swasta tidak terkenal di kota kecil Jombang, tapi bisa diterima di kampus-kampus beken di Eropa.
  7. Syarat paling berat yang biasa dihadapi mahasiswa Indonesia biasanya adalah persyaratan IELTS atau TOEFL ibt, biasanya mereka mensyaratkan score IELTS minimum 6.5 (beberapa jurusan seperti Engineering di Inggris biasanya masih menerima score 6.00) , sehingga biasanya mereka mendapatkan Conditional LOA. Untuk merubah menjadi unconditional, harus menunjukkan score IELTS atau TOEFL IBT yang dipersyaratkan.
  8. Jadi sebenarnya, persiapan terberat untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri sebenarnya adalah mendapatkan score IELTS 6.5 yang tidak hanya menguju kemampuan, listening, reading, dan grammar saja. Tetapi juga, kemempuan academic writing dan speaking.
  9. Tidak ada cara instant untuk mendapatkan score IELTS yang bagus, butuh proses yang tidak sebentar. Tetapi, percayalah kemampuan bahasa inggris ini benar-benar dibutuhkan ketika sampean menjalani proses perkuliahan yang sebenarnya kelak.
  10. Untuk mendapatkan score IELTS yang bagus, anda tidak harus kursus IELTS di IALF yang mahal banget. Sampean bisa belajar sendiri dari online resources yang bertebaran di Internet.
  11. Atau jika sampean bukan tipe pembelajar mandiri yang baik, sampean bisa kursus IELTS murah meriah di kampung bahasa, di kota Pare di Kediri. Datanglah kesana, untuk mengisi liburan kuliah jika sampean masih di bangku kuliah.
  12. Jika sampean berniat langsung melanjutkan kuliah setelah lulus S1, belajarlah IELTS sejak dari semester satu di sela-sela kesibukan sampean mengerjakan tugas-tugas kuliah. Jadi, begitu di semester akhir sampean sudah bisa mendapatkan score IELTS 6.5. Ingat, tidak ada cara instant untuk belajar bahasa !
  13. Jika unconditional LOA sudah ditangan, saya yakin kesempatan mendapatkan beasiswa ke luar negeri sudah di depan mata.
  14. Gunakan unconditional LOA sampean untuk melamar beasiswa dari Sponsor seperti LPDP, Menkominfo, DIKTI, Islamic Development Bank, Fullbright, Stuned, Spirit, dsb. Lihat list sponsor beasiswa disini !
  15. Bergabunglah dengan milis beasiswa : beasiswa@yahoogroups.com, atau website tentang beasiswa seperti motivasibeasiswa.org, untuk mendapatkan update terbaru mengenai informasi beasiswa.
  16. Terakhir, tinggal meyakinkan pewawancara beasiswa bahwa sampean layak mendapatkan beasiswa tersebut.
  17. Berdo’alah. Ingatlah, di atas semua ikhtiar manusia, ada Tuhan yang Maha Kuasa di atas segalanya.

Ayo, tunggu apalagi, persiapkan sekarang juga ! Pesawat yang akan membawa mu terbang ke negeri impian sudah menunggu mu di Bandara ! Selamat Berjuang !

***) p.s. Karena filenya besar sekali, dan alasan copyright violation, file akan saya upload secara perlahan, gradually thanks.

Tips Lain-Lain

Untuk yang punya duit Banyak dan berlebih, mempersiapkan kuliah ke luar negeri , dengan mempersiapkan bahasa inggris, di lembaga-lembaga profit oriented seperti : IALF, dan EF mungkin sangat membantu. Bahkan EF katanya (saya di kontak personally sama orang EF, *pesan sponsor ;p* ) punya program yang menjamin diterima kuliah di kampus-kampus top yang menjadi rekanan (Oxford, Cambridge, Nottingham diantaranya) di Inggris.  Informasi lebih lanjut bisa dicek disini , halaman facebook EF Jakarta: http://www.facebook.com/EFIndonesia , Telp. EF Jakarta: +6221 520-3655 atau email ke mbak (Ilse Latifa) yang mengontak saya langsung disini.

Untuk mendapatkan LOA, ada beberapa agen di Indonesia yang membantu mulai proses pendaftaran hingga mendapatkan LOA. Untuk ke Inggris, bisa menggunakan jasa yang ditawarkan oleh IBEC  atau agen-agen yang lain seperti IDP (Australia), NESO (Belanda), AMINEF (US), DAAD (Jerman) atau agen-agen swasta lainya bisa dilihat disini. Lembaga-lembaga ini juga sering mengadakan pameran-pameran pendidikan di kota-kota besar di Indonesia. Selain membantu mendapatkan LOA mereka juga membantu mendapatkan beasiswa dari pemerintah negara-negara tersebut.

Belajar Dari Pengalam Orang Lain

Satu hal lagi, yang mungkin sangat membantu adalah dengan belajar dari Pengalaman orang lain: Misal untuk Beasiswa LPDP, sampean bisa belajar dari Pengalaman teman saya satu ini: disini., Bahkan masnya bersedia berbagi contoh surat: Contoh Esai,Contoh Rencana Studi,Contoh Draf Surat Rekomendasi,Contoh Draf Surat Pernyataan,Contoh Draf Surat Permohonan Perubahan Universitas Tujuan,Contoh Draf Surat Permohonan Pembaruan Letter Of Guarantee, untuk beasiswa LPDP. Untuk beasiswa Fullbright, bisa belajar dari pengalaman dari seorang teman disini. Untuk beasiswa Menkominfo, sampean bisa belajar dari pengalaman teman saya satunya lagi : disini.

Oke, Semoga Sukses, Kawan !

Tunggu, Sampean harus baca juga:

Advertisements

170 comments

  1. Terima kasih sharing informasinya mas.
    Tapi dari postingan mas, saya jadi bertanya-tanya kalau nilai sangat rendah ga bisa daftar beasiswa ya? Kebetulan Nilai saya sangat rendah, diawah 2.5 malah.

    Saya ingin memperbaiki nilai dengan sekolah S2 saya agar dapat bekerja dipekerjaan dan perusahaan yang lebih layak. Tapi dari sekian banyak beasiswa, kebanyakan meminta nilai diatas 3.0. 😦

    Apakah mas mempunyai solusi untuk permasalahan saya? Terima kasih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s