Ayo Rek, Sekolahlah di Luar Negeri ! dan Lihatlah dunia akan terlihat begitu berbeda

… saya termasuk yang percaya bahwa, hanya pendidikan tinggi yang bagus yang bisa memutus rantai kemiskinan, memutus lingkaran keterbelakangan dan keterpurukan. Hanya pendidikan yang bisa merubah pola pikir dan cara pandang seseorang dalam melihat dunia ini. Bisa jadi, setahun belajar di luar negeri, akan menjadi inspirasi sepanjang hidup hingga akhir hayat nanti.

mhs_indonesia_UoB

Mhs. Indonesia di Univ. Birmingham, Inggris (Courtest Alicia )

Suatu siang di akhir musim panas itu saya baru saja selesai menunaikan sholat jumat di prayer room di Jubilee Campus, Universitas Nottingham. Dalam perjalanan pulang ke rumah, bersama saya seorang pemuda tanggung (baca: ABG), yang kebetulan juga sedang menuju rumahnya  yang satu arah jalan dengan rumah saya. Pemuda tanggung muslim, berkulit putih, berambut keriting, asal Aljazair kelahiran Inggris, dan telah lama menetap dan menjadi warga negara Inggris. Dia adalah mahasiswa S1 tahun terakhir Jurusan Arsitektur di kampus ini. Sepanjang perjalanan jalan kaki selama 25 menit itu, dia (D) sedikit curhat sama saya (S).

[Terjemahan Bebas dan agak Ngawur]

…..

D : Kang, aku sekarang ini merasa sangat benci belajar.

S : Lowh, kenapa dul? (dengan mimik pura-pura penuh empati)

D :  Entahlah, seperti nya aku sudah bosan level akut. Bayangkan tiap hari sejak umur 3 tahun, aku harus terus belajar tiada henti. aku bosan. aku ingin segera tutup buku dan merasakan dunia baru. aku ingin segera bekerja.

S :  *nyengir dan berusaha sok bijaksana* Oh, itu normal Dul. Itu sama persis dengan apa yang aku rasakan ketika aku berada di posisi seperti sampean dulu. Aku ingin sekali segera bekerja di perusahaan.  Merasakan dunia baru, dan segera menghasilkan duit sebanyak-banyaknya. Tetapi, hanya beberapa bulan setelah mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang aku impi-impikan, aku sudah rindu kembali suasana bangku kuliah. Akhirnya aku memutuskan, untuk resign dan sekolah lagi, ketika kesempatan beasiswa menghampiri ku.

D :  *ekspresi dingin*

S :  @$$$$@

…..

***

Sudahlah, lupakan dialog tidak penting di atas *sudah mulai kehilangan fokus*. Oh tidak, sebenarnya saya hanya ingin menulis uneg-uneg saya dari dahulu. Kenapa sih, mahasiswa lulusan S1 dari kampus saya dan kampus daerah lainya minatnya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri masih sangat minim. Ya, sejak kuliah S2 dulu, teman-teman yang kuliah di luar negeri hampir semuanya berasal dari Jakarta dan Bandung. Bahkan ketika sekarang pemerintah membuka keran peluang sekolah ke luar negeri selebar-lebarnya, melalui beasiswa LPDP, kemaren sempat ngobrol dengan salah seorang penerima beasiswa tersebut, benar sekali 90% penerimanya adalah arek-arek Jakarta/Bandung. Apalagi beasiswa itu ternyata banyak diambil orang-orang yang sebenarnya mampu membiayai kuliah dengan duit mereka sendiri, seperti Gita Gutawa. Kemana arek-arek Suroboyo, Malang, Jember? yang dulu selalu beralasan ndak punya duit untuk sekolah ke luar negeri.

Sejak saya kuliah S2 ini, saya merasa, memang ada perbedaan pola pikir antara lulusan S1 JB: Jakarta/Bandung (anak UI, ITB, dsb.) dan lulusan S1 SM: Surabaya/Malang (anak ITS, Unair, UB, dsb.) . IMHO, anak-anak JB sudah berfikir global, kuliah di luar negeri sangat penting buat karir mereka, mereka ingin sekali sekolah S2/S3 di luar negeri, kemudian berkarir di luar negeri atau setidaknya berkarir di dalam negeri dengan gaji luar negeri.

Sementara, arek-arek SM masih berfikir tradisional. Kurang lebih sama dengan cerita saya dengan anak Aljazair di atas. Sudah bosan belajar, ingin segera memasuki dunia baru yang katanya lebih menantang, dunia kerja. S2/S3 di luar negeri itu tidak begitu penting, S1 saja sudah cukup untuk memulai karir jadi karyawan di BUMN atau menjadi PNS. Lanjut S2/S3 di luar negeri itu hanya cocok buat mereka yang berminat jadi dosen, profesi tidak menarik bergaji kecil itu. Toh, melanjutkan S2/S3 bisa juga nanti ketika sudah bekerja di perusahaan.

Baiklah, ketika mereka punya alasan untuk tidak melanjutkan sekolah S2/S3 ke luar negeri, berikut saya memberi alasan-alasan kenapa lulusan S1 harus segera melanjutkan S2/S3 ke luar negeri.

  1. Jika ada yang beralasan segera bekerja ingin segera berpenghasilan, jangan salah, dengan manajemen keuangan yang cerdas, sisa uang saku beasiswa kamu bisa lebih besar dari gaji fresh graduate di BUMN. Sebagai gambaran, ketika masih sendiri, saya bisa menabung sedikitnya 400 GBP perbulan (setara dengan Rp. 8 juta).
  2. Jika ada yang beranggapan S2/S3 di luar negeri tidak penting, ingatlah dunia semakin mengglobal sudah di depan mata (misal pasar bebas ASEAN, i.e. MEA per 2015), kemampuan untuk berkomunikasi bisnis internasional dan berwawasan global adalah sebuah keharusan, jika tidak mau tertinggal di belakang.
  3. Jika ada yang bosan dengan belajar, percayalah pengalaman hidup di luar negeri di samping belajar adalah pengalaman yang sangat menyenangkan.
  4. Jika ada yang takut sudah terlalu tua untuk sekolah, halah paling-paling sampean juga baru umur awal dua puluhan, kuliah S2 di luar negeri itu hanya 2 tahun, bahkan di Inggris hanya cukup 1 tahun.
  5. Jika ada yang beralasan kuliah S2/S3 itu tidak penting , percayalah negara ini membutuhkan mu untuk bisa ‘bersaing’ di level global. Lihatlah negara tetangga kita Malaysia yang sudah berpuluh-puluh tahun meningkatkan daya saing sumber daya manusianya dengan mengirim puluhan ribuan anak mudanya untuk belajar ke luar negeri (baca: disini). Jangan sampai menjadi katak di dalam tempurung.
  6. Jika ada yang berfikir, S2/S3 hanya untuk calon dosen, endak kok, banyak program S2/S3 untuk profesional.
  7. Jika ada yang berfikir belajar kan bisa dimana dan kapan saja, bisa dari internet. Percayalah, melihat dari balik jendela tidaklah sama dengan menjadi bagian langsung dari yang kita lihat dari balik jendela itu.
  8. Jika ada yang bilang belum ada kesempatan, jangan salah, sekarang ada beasiswa LPDP yang dibuka lebar-lebar dan dibuka pendaftaran setahun tiga kali. Siapa yang bisa menjamin, beasiswa ini akan tetap dibuka, jika sampeyan masih menunggu waktu yang tepat. Beasiswa ini dari duit rakyat, sampeyan sebagai bagian dari rakyat ambilah bagian sampean.
  9. Jika ada yang merasa tidak qualified, mungkin karena sampean belum berusaha mempersiap kanya.

Diatas semua alasan tadi, yang paling penting kenapa sampean harus sekolah ke luar negeri adalah karena sekolah ke luar negeri akan merubah pola pikir mu. Kuliah lah, ke luar negeri, dan dunia akan terlihat begitu berbeda di mata mu. Jangan berfikir, dengan sekolah di luar negeri, kita akan’ memuja’ dan  ‘menyembah-nyembah’ negara luar negeri tersebut. Justru sebaliknya, nasionalisme, kecintaan kepada negeri, akan tumbuh ketika kita berada di luar. Kepercayaan diri, jati diri, dan kebanggaan diri, justru akan tumbuh ketika kita berada di luar negeri. Selain bisa belajar tidak hanya materi kuliah tetapi belajar kehidupan dengan menjadi bagian langsung dari kehidupan di negara maju, setidaknya kita akan sadar, negara maju itu tidak se ‘wah’ yang kita bayangkan. Setidaknya, kita akan sadar, bahwa kita tidak seburuk yang kita sangka. Setidaknya, kita akan sadar, bahwa kita ini sebenarnya korban keserakahan dan dibodohi oleh negara-negara maju tersebut.

Sudahlah, segera siapkan niat dan tekat mu, siap kan koper mu, ayo segera pergi belajar ke luar negeri !

Baca Juga :

 

Advertisements

16 comments

  1. Saluuut!!!!!
    Semoga anak sy akan sprtimu. Skrg dia 19thn di smster 5 UBabrie (juga beasiswa sih, Əℓђα♏ϑûℓΐℓℓαђ)
    Selamat yaaa

  2. Poin Ke-7 sangat menarik cak shon, untuk berkuliah saja teman2 kami banyak yang ogah2.an. Dan sampean memberi jawaban yang baik sekali.
    Saya jadi ingin memanaskan kembali mimpi yang dahulunya kalo kata sampean selalu ‘hot-hot chicken shit’. 😀
    Sehat dan Sukses @cakshon !

  3. mas shon q puengen bgt loncat dari indo ,,supaya temen2 tahu kalau dunia luar itu menyenangkan ,,,lah tapi q kbingungan negara tujuan

  4. Mas…mksih banyk ats informasinya,mohn di krim ke Email q informasi beasiswa terbaru,,thanks a lot…

  5. Alhamdulillah…. dg membaca tulisan cak son ini, semangatku utk kuliah diluar negeri semakin mantap dan so tanpa ragu2 lagi… trimksh cak son… do’akan ya… semoga bisa segera berangkat, amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s