Harta Karun dari Pasar Rombeng di Nottingham

…. terkadang buku bisa menjadi lebih setia dari seorang sahabat setia. Menghibur dikala duka, menemani dikala sepi sendiri, teman berdiskusi dan bercerita yang mencerdaskan, dan yang pasti selalu ada ketika kita membutuhkanya. Buku juga bisa membawa alam imajinasi kita menerobos batas hal ihwal yang pernah kita pikirkan. Karenanya, setiap menemukan nya, saya merasa laksana menemukan seorang sahabat baru yang baik hati, menemukan harta karun yang nilainya teramat berharga.

Novel bekas harga 10 pence Per biji

Novel bekas harga 10 pence Per biji

Jika di penghujung hari ini saya diminta menyebutkan 10 nikmat Tuhan yang paling harus saya syukuri sepanjang hari ini, maka menemukan setumpuk buku novel seharga 10 pence (Rp. 1.900) per item adalah salah satunya. Untuk menggambarkan betapa murahnya, sepiring nasi dan ikan sederhana di kantin kampus seharga 5 poundsterling, jika dibelikan buku novel ini dapat 50 biji. Bayangkan, jika saya sengaja tidak makan siang hari ini di kantin kampus, saya bisa menggunakan uangnya untuk membeli 50 novel tebal. What a big deal, isn’t it?

Hari Minggu pagi selalu menjadi saat yang paling kami nanti. Saat saya, istri, dan Iyas anak saya selalu meluangkan waktu untuk bersama. Sekedar  mencoba melupakan sejenak rutinitas kampus yang kadang sangat melelahkan pikiran. Sekejar mencoba menyeimbangkan antara hidup dan ‘pekerjaan’.

Salah satu tempat terindah untuk dikunjungi di Minggu pagi di kota Nottingham ini adalah Colwick Car Boot. Pasar rombeng dadakan mingguan, yang menjual segala keperluan hidup manusia dengan harga yang super duper murah, nyaris gratis. Bahkan, tidak jarang sengaja di gratiskan. Jika dari jauh terdengar suara ” You can take everything for free ! ” , kami pun tak pernah ketinggalan ambil bagian serunya rebutan barang.

Di carboot ini, kami bertiga memiliki titik klimak kebahagian sendiri-sendiri. Buat saya, titik itu adalah ketika menemukan buku bekas, khususnya  buku novel dan buku sejarah tentang kejayaan bangsa-bangsa mas lalu. Buat Iyas, titik itu adalah ketika menemukan mainan baru, apalagi kalau ketemu yang namanya ‘train’. Buat bunda nya ilyas, titik itu adalah ketika menemukan peralatan dapur, apalagi kalau yang ketemu namanya panci. Ketika kami menemukan benda-benda itu. Rasanya kebahagiaan dunia hari itu hanya milik kami sendiri.

Sepertinya, angin keberuntungan hari ini sedang bertiup ke arah saya. Seorang pasangan muda yang sepertinya pecinta Novel, yang baik hati, mengobral ratusan koleksi novelnya. Seperti musyafir di pasang pasir yang menemukan oase, saya tak mau beranjak dari lapak jualan mereka. Akhirnya hanya 16 novel seharga 1.6 poundsterling yang bisa saya angkut ke rumah. Andai saja saya tidak ingat di rumah sudah banyak tumpukan novel di rumah, saya pasti memborong lebih. Andai saja saya pelajar Malaysia, yang digratiskan bea cukai dan disediakan jasa pengiriman via kapal laut super murah oleh pemerintah kerajaan nya. Akan kuborong semua itu novel. Dan akan saya kirim satu container khusus berisi buku ke Surabaya.

Tetapi tidaklah mengapa, yang penting saya bisa mengambil manfaat sebesar-besar dari buku ini. Buat saya, buku tidak hanya sekedar jendela dunia seperti kata guru SD Inpres saya di kampung saya, dulu. Tetapi menjadi inspirasi bahwa suatu saat nanti di masa depan, saya tidak sekedar pembaca buku-buku itu, tetapi juga menjadi penulis seperti buku-buku itu. Terbayang indah sekali rasanya, jika pun takdir kematian telah menjemput saya, tetapi nama saya tetap terkenang abadi dari buku-buku yang saya tulis. Buku-buku tentang ilmu yang memberi manfaat dan menginpirasi orang-orang yang aku tinggalkan, dari generasi ke generasi.

Semoga saja. Ya Rabbibil Musthofa, Baligh Maqasidana. Semoga, Gusti Allah yang maha berkehendak, mengabulkan hal-hal baik yang kita cita-cita kan.  Menyampaikan kita pada hal baik yang kita bayangkan di hari depan. Ammin, ya Mujibas saaillin.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s