Sepenggal Cerita di Hari Tua

tentang_hari_tua

Kawan, apa yang kau pikirkan tentang sebuah hari tua?
Dihari ketika raga kita semakin tak berdaya. Ketika kulit kita mulai kendur, wajah kita tak setampan dan secantik dikala muda lagi. Otak pun tak lagi tajam dalam berfikir. Perlahan, kita pun kehilangan memori ingatan kita. Hari-hari ketika kita semakin mendekati ketidakberdayaan. Hari-hari ketika tak ada lagi yang bisa kita sombongkan. Sebelum akhirnya, kita pun musnah, benar-benar tiada dari panggung kehidupan dunia yang sementara ini.

Sebagian dari kita mungkin membayangkan hari tua yang indah. Menikmati manis buah perjuangan ketika muda, bersama lucunya cucu cicit kita. Hari tua yang penuh kehangatan kasih sayang orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita. Hari-hari ketika kita semakin dekat dan mengenal Tuhan, yang ketika muda sering kita lupakan. Hari-hari ketika kita semakin bijak memaknai kehidupan. Yang coba kita abadikan dalam goresan tulisan sebagai warisan abadi untuk anak turun kita.

Kawan, kita pun tak ingin membayangkan, akan hari tua yang penuh sepi kesendirian. Tiada hari berlalu tanpa kesedihan. Hari-hari penuh rintihan penyesalan. Ketika orang-orang tiada lagi memperhatikan. Hari-hari menunggu penuh ketakutan akan datangnya misteri gelap sebuah kematian.

Kawan, pagi sekali hari ini hatiku menangis. Ketika aku menyaksikan seorang perempuan tua di hari tuanya. Dia yang tidak bisa baca tulis sejak lahir, diusianya yang semakin renta, dia masih harus bekerja sangat keras membanting tulang, hanya sekedar untuk bertahan hidup.

Kawan, malam tadi kembali hati ku menangis. Saat aku kembali dari kampus, aku saksikan lahi-lagi seorang perempuan tua, tertatih keluar dari rumahnya. Mencoba berjalan, tangan nya merayap tembok, kakinya tak mampu menyagga tubuhnya yang ringkih. Rupanya dia hanya ingin membeli kentang dan ikan goreng. Beruntung aku menemukanya, dan aku bisa membelikanya. Terlihat senyum dan wajahnya yang teramat dalam, ketika bibirnya bergetar berucap berkali-kali : “God Blesses You”.

Konon, cerita sedih di hari tua di negeri yang konon tingkat kemakmuranya tertinggi di atas bumi ini adalah cerita biasa. Semoga kita ditakdirkan memiliki hari tua yang indah. Allahumma aammiiin.

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s