‘Nglokro’: ketika hari-hari penuh kekhawatiran

Mungkin seperti sebuah drama, alur cerita yang datar membuat kita bosan dan tidak tertarik. Sebaliknya, alur cerita yang penuh liku dan menguras emosi, membuat sebuah drama menjadi menarik buat kita. Begitu pula, mungkin dalam drama kehidupan kita masing-masing. Kehidupan yang datar-datar saja, mungkin akan membuat kita bosan menjalani hidup ini. Mungkin (argh… mungkin lagi), itulah sebabnya, Tuhan membuat kehidupan ini penuh dengan coba dan goda.

Ibarat sebuah perjalanan jauh, ada kalanya jalan yang kita tapaki begitu datar dan lapang, yang membuat kita merasa nyaman. Ada kalanya, jalanan menurun, yang membuat kita merasa tanpa beban tapi tidak sadar kita sedang menuju lembah kehancuran. Ada kalanya, jalanan mendaki, sempit, terjal, penuh onak dan duri, yang membuat kita sering mengeluh, kehidupan terasa berat, bahkan membuat kita nyaris berputus asa. Padahal kita sedang menuju puncak kehidupan, tempat dimana kita akan melihat keindahan dari kehidupan dunia ini.

Ada kalanya, sekedar menjalani hidup ini, tak begitu mudah…
nglokro_01

Ada hari-hari ketika pertama membuka mata untuk memulai hari dipenuhi dengan kekhawatiran. Ada ketakutan  bergelayut di setiap langkah kaki menjalani hari-hari itu. Kelezatan makanan dan minuman tak lagi menggoda. Tidur pun, penuh dengan mimpi-mimpi buruk menakutkan. Ingin rasanya, hari-hari itu segera berakhir. Andai saja bisa, ingin rasanya aku tanpa melewati hari-hari itu. Meloncat ke gerbang takdir hari-hari berikutnya.

Argh, entahlah. Setiap ditengah-tengah perjalan panjang sebuah perjuangan aku selalu bertemu dengan hari-hari itu. Hari-hari ‘nglokro’. Saat, kepercayaan diriku berada pada titik terbawah. Saat, semangat ku melemah, lunglai tak berdaya. Saat, keyakinanku berada pada titik nol, untuk sebuah tanya: akankah akan ku teguk manis akhir perjuangan ini? Saat, bayang-bayang kegagalan menghantui ku, bagai hantu pocong di tengah malam kelam. Saat, hari-hari terasa berat di pundak. Saat, rona duka dan lara menyapu wajah ini.

Inikah ujian rasa, dalam sebuah perjuangan?

Aku pun, hanya bisa tersyungkur, bersujud, berpasrah, dan menggantungkan harapkan ku kepada Mu Tuhan. Tempat terakhir aku bersandar. Kepada engkau pemilik segala kekuatan. Peneguh asa, pemilik segala rasa. Duh Gusti, mudahkanlah, jangan kau persulit urusan-urusan. Duh Gusti, berilah jalan keluar untuk setiap permasalahan-permasalahan ku. Duh Gusti, sirnakanlah segala kegundahan dalam hati ini. Allahumma yassir, wala tu’assir. Yarabbibil Mustofa, balligh maqasidana, waghfirlana maa ma dzoo ya, waasingal karomi.

ngokro_2

*)Nglokro : Semangat Melemah, Hopeless, Nyaris putus asa, Tidak bergairah (Bahasa Jawa)

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s