Takdir Cinta, Nasib Cinta

london_20

Suara gesekan dawai biola mengalun lirih, sayup-sayup terdengar dari balik cakrawala.
Perlahan menghilang, berganti suara desahan anak manusia.
**
Ketika cinta memanggil, tak sanggup aku untuk berpaling, walau untuk sekejap saja.
Hanya ketika cinta memanggil, kubiarkan akal sehat ini melakukan kebodohan berulang-ulang kali.
Demi cinta yang memanggil, kurelakan kepedihan menertawakan ku untuk kesekalian kali.

Takdir cinta, selalu indah untuk dirasa.
Puncak keindahan dari segala rasa di dalam jiwa manusia.
Hakikat dari inti sari filsafat rasa kehidupan dunia.
Tapi sayang,
Nasib cinta tak selalu begitu.
***
Andai saja, nasib cinta seindah takdirnya,
Tak satupun menderita, karena memendam cinta.

Andai saja, nasib cinta seindah takdirnya,
Tak satupun tersiksa, karena menahan beratnya rindu.

Andai saja, nasib cinta seindah takdirnya,
Tak satupun hati terbakar, karena panasnya api cemburu
**
Aku pejamkan mata sejanak, kubiarkan rasa itu menguasai tubuhku
Hingga aku sadari, aku hanya hidup dalam angan-angan.
Aku hanya sedang berpura-pura.

Tuhan, lindungilah aku dari tipu daya setan yang melenakan ku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s