Senjata Pamungkas Itu Bernama Do’a Istigotsah

Istigotsah

Terlahir di tengah-tengah keluarga dengan tradisi NU yang kental di kampung, sedikit banyak membentuk cara pandang saya bagaimana memaknai hidup dan kehidupan ini. Diantaranya adalah dengan mengandalkan kekuatan Do’a. Bahkan sering kali dalam hidup ini, saya hanya bondo nekat dengan kekuatan do’a -do’a. Kalau kebanyakan orang berusaha sekuat tenaga terlebih dahulu, kemudian berdoa. Saya justru sering sebaliknya. Berdo’a dulu sepenuh hati, kemudian ikhtiar nya mengikuti kata hati.

Karena sejak kecil saya percaya ada kekuatan yang luar biasa di atas kekuatan kita sendiri. Dia lah yang berkuasa atas segala-segalanya. Sehingga sesuatu yang tidak masuk akal pun, bisa terjadi jika Dia menghendaki. Saya masih ingat dahulu jaman SD, hati saya bisa menebak soal-soal yang akan keluar dalam soal ujian. Pun, pada saat mengerjaan soal Biologi pada saat ujian SPMB/UMPTN masuk perguruan tinggi negeri, karena saya alumni STM yang tidak ada pelajaran Biologinya, saya cuman mengandalkan bacaan sholawat nariyah, dan saya isi lembar jawaban tanpa melihat soal. Dan, alhamdulilah, Allah tidak pernah mengecewakan saya karena bersandarnya saya dengan kekuatan doa-doa itu.

Kebiasaan mengandalkan do’a itu semakin terasah ketika saya nyantri di pesantren Darul Ulum Jombang. Di pesantren ini, yang merupakan salah satu pusat gerakan sufi, Thariqah Qadiriyah Wan Naqsabandy di pulau Jawa, kita dibiasakan mendekat ke Sang Khaliq dengan do’a istigotsah. Selepas jamaah sholat Ashar, dan  jamaah sholat Subuh, kita para santri dengan dibimbing sang Kyai selalu membaca do’a istigotsah ini. Istigotsah adalah kumpulan do’a-do’a kita memohon pertolongan dengan sangat kepada Allah SWT.

Bacaan istigotsah ini pun menjadi tradisi di kalangan NU. Seringkali diadakan istigotsah kubro, membaca istigotsah bersama-sama dengan ribuan orang, ketika kita memiliki hajat dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Jadi, masihkah sampean percaya dengan kekuatan do’a-do’a itu? Jika sampean sedang dalam proses berjuang mencapai sesuatu, dan sampean ingin adanya campur tangan Tuhan untuk mencapainya. Percayalah, do’a-do’a Istigotsah ini insha Allah akan memuluskan perjuangan mu.Percayalah tiada yang mungkin jika Dia yang menghendaki.

Berikut bacaan istigotsah yang saya ambil dari buku Panduan Amalan Harian Santri Asrama II, Alkhadijah, Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Silahkan di DOWNLOAD DISINI. Di file ini juga dilengkapi dengan bacaan Yasin Fadhilah. Saya sedang membuat aplikasi android nya, sehingga akan memudahkan sampean menggunakanya dari HP sampean. Inshaa Allah.

RELATED LINKS:
(1) Bacaan Istigotsah Darul Ulum (PDF Version)

(2)  Bacaan Istigotsah Darul Ulum (HTML5 Version)

 

Advertisements

10 comments

  1. Terimakasih atas sharing ilmu nya, mohon koreksi halaman terakhir Kaligrafi nya ya..Kalau bisa di rubah..Arigatou..

      1. lulus sma, nyantri 4 taun, terus baru kuliah? 🙂 bagaimana sepak terjang jenengan bisa sukses meraih mimpi? terlebih saya dan penjenengan sama2 santri, bagi tips dan tricknya mas hehe

  2. halo kang, tambah keren ini blognya 😀
    btw, insyaAllah ikapdar Jabodetabek akan mengadakan bukber+istigotsah+tarawih jamaah 20 Juli nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s