Tentang Rizqi Yang Datangnya Tidak Disangka-sangka

…. Dia lah yang memberi rizqi kepada hambaNya yang dikehendaki, melalui cara yang tidak disangka-sangka. – a random ayah from Quran


Uang Poundsterling Ilustrasi (Courtesy: http://www.fxweek.com)

Uang, lagi-lagi uang atau Rizqi, kata yang sangat mungkin menjadi kata yang paling banyak didiskusikan oleh orang hidup di dunia ini. Dialah, yang dicari, dikejar, dikumpulkan oleh setiap Manusia. Dialah simbol kemakmuran, kesuksesan, dan kejayaan. Dia yang menjanjikan kebahagiaan dan kenikmatan di dunia. Dia seolah bisa membeli segalanya di dunia, bahkan cinta pun bisa dibeli denganya. Walaupun, kebahagiaan dan hal ihwal lain dalam hidup tak selalu bisa terbeli dengan yang bernama Uang.

Kawan! Sadarkah kit, bahwa sering kali uang mendikte kita pengambilan keputusan dalam hidup kita. Bahkan bagi sebagian orang, uang secara tidak sadar telah menjadi Tuhan mereka. Seperti tidak kuliah, karena tidak memiliki uang untuk membayar SPP. Belum berani menikah, karena belum memiliki tabungan yang cukup. Tidak mau beramal, bersedekah terhadap sesama yang kurang beruntung karena merasa diri kita sendiri saja masih kekurangan. Dan sebagainya, betapa banyak keputusan-keputusan dalam hidup ini yang didekti oleh uang.

Masuk akal, dan rasional memang. Tetapi, percayakah anda betapa ajaibnya hidup ini. Bahwa, hal-hal diluar rasio kita bisa terjadi. Apalagi, perihal rizqi ini. Saya salah satu orang yang sangat percaya bahwa Rizqi adalah salah satu rahasia Tuhan. Terkadang dia datang diluar hitung-hitungan nalar logika kita, pun dia juga bisa pergi sekejap mata, hilang begitu saja jika Tuhan menghendaki.

Seperti pagi ini, tiba-tiba ada uang £75 masuk ke rekening saya. Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba ada orang bule British yang komentar di blog saya ini. Dia meminta dicarikan orang yang bisa bahasa Aceh. Saya langsung posting di salah satu group di facebook, dan langsung ada yang merespon dan bersedia. Sebagai ucapan terima kasih, si bule british memberi saya imbalan £75. Tentu saja teman saya yang orang Aceh sangat bahagia karena tiba-tiba saja dapat rejeki begitu mudah nya. Begitu pun saya dan Si Bule British karena pekerjaanya terselesaikan.

Cerita keajaiban rizki ini pun terjadi beberapa bulan yang lalu. Perihal beasiswa dari negara saya yang jumlahnya sangat kecil. Karenanya, banyak teman yang rela berpisah dengan anak istri tercinta. Rela kehilangan kedekatan dengan buah hati mereka, selama bertahun-tahun. Saya termasuk orang yang memaksakan diri untuk memboyong anak istri saya ke Inggris ini. Alhamdulilah, beberapa hari setelah kedatangan keluarga saya, seorang teman menwarkan part-time job 2-3 jam per hari yang masih saya lakoni hingga hari ini.

Pun dahulu ketika tamat dari pesantren. Betapa sedih hati saya, yang anak pertama, ketika orang tua saya yang petani desa, melarang saya untuk kuliah karena tidak adanya uang. Dua adik perempuan saya yang gantian masuk pesantren dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit adalah alasan sangat rasional untuk melarang saya kuliah pada saat itu. “Dibayar nganggo duit opo, duit godong ta? ” (read: dibayar pakek duit apa, duit daun kah?). Tetapi, sekali lagi Tuhan menunjukkan kebesaranya. Seperti keyakinan saya pada saat itu akan keajaiban rizki. Tiba-tiba saja, sebuah Universitas di pesantren saya mengadakan Try Out SPMB (sekarang SNMPTN), dan tidak saya sangka menempatkan saya sebagai peringkat pertama, dan saya mendapatkan formulir SPMB gratis. Beruntung saya diterima, di kampus impian saya. Dan sekali lagi, Tuhan menunjukkan kemarahanya. Dihari pertama, saya menginjakkan kaki di kampus dimana saya akan menjadi salah satu mahasiswanya. Tiba-tiba saja, saya melihat spanduk pendaftaran beasiswa untuk calon mahasiswa ITS. Saya pun mendaftar, dan diterima yang membiayai semua biaya daftar ulang dan SPP satu semester pertama saya. Alhamdulillahirabbil ‘alamiin. Saya pun, berkali-kali mendapatkan beasiswa lagi yang lebih besar jumlahnya, hingga akhirnya saya lulus kuliah S1. Ditambah bonus lagi beasiswa S2 dan beasiswa S3 ke Luar Negeri yang saat ini sedang saya jalani.

Tak terbayang, jika seandainya pada waktu itu uang berhasil mendikte saya untuk tidak kuliah. Ceritanya pasti akan lain. Begitulah tentang betapa ajaibnya hidup ini. Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang engkau Dusta kan? Maka, dengan nikmat yang telah dianugerahkan Tuhan, ceritakanlah!

Semoga kita, termasuk orang-orang yang beriman akan ‘keajaiban-keajaiaban’ Tuhan!

Advertisements

7 comments

  1. Ada yg salah ketik, harusnya “keramahannya”, kamu tulis “Kemarahannya” hahahaa

    Bener banget kaaang.. Bahkan aku ngevector ini nggak aku catet penghasilanku berapa setiap harinya, tapi justru zakat yg harus aku keluarkan berapa setiap harinya.. AKu gak mau didikte dengan uang, soale ngko dadi lali kewajiban hahaha..

  2. Gusti Allah mboten sare. pengen nulis juga cak ajari yo nulis sing apik :). kadang2 gumun pengen tertawa simpul atas semua yang terjadi sampai saat ini. Allahu Akbar.

      1. cak, aq kemaren smsan dengan arsi. tiba2 beliau hadir melalui sms. dia mau ke surabaya dan nanya nomor cakson, lalu aq bilang cakson sedang di inggris bisa lewat gtalk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s