Tentang Musim Semi, Paskah dan Kenangan untuk Hari Depan

spring_nottingham_07

Hai April, apa kabar mu? Tiba saat kita bertemu kembali di negeri antah berantah ini. Aku masih seperti setahun yang lalu. Masih dalam kegamangan rasa yang tidak pernah pasti. Masih dengan isi kepalaku yang penuh teka-teki dan tanda tanya dan koma. Masih dengan jalan rumit pikiran ku, bak labirin-labirin yang berliku. Masih dengan angan liar ku yang terbang melambung jauh tinggi di langit negeri dongeng para peri.

spring_nottingham_06

April, Bagaimana dengan kamu? Masihkah kau menyimpan semua cerita indah mu yang akan kau dongenkan di musim semi ini khusus pada ku? Tentang bunga-bunga berwarna-warni bermekaran indah merekah sempurna di sudut-sudut kota. Tentang daun-daun berguguran, yang meninggalkan pohon, batang dan ranting mengigil sendirian, dan kini telah bersemi kembali. Tentang sakura beraneka warna yang mempercantik taman-taman kota.

spring_nottingham_05

Tentang anak-anak kecil yang tertawa bermain riang. Tentang anak-anak muda yang merasa paling bahagia di dunia, memadu cinta, menaut rindu dengan sang kekasih pujaan hatinya. Tentang burung-burung yang bernyanyi riang melukiskan keindahan dan mendendangkan sabda sang alam. Semuanya tentang keindahan dan kesyukuran. Yang sering kali mata ini tak mampu melihat, hati ini tak mampu merasakan, telinga ini tak mampu mendengar nya.

spring_nottingham_01

April, aku masih menyusuri jalan-jalan sunyi itu. Seperti juga hari ini, aku yang selalu penuh tanda tanya. Hari ini, saudara ku kristiani merayakan Hari Paskah. Tapi entahlah, aku tak melihat euforia itu. Dua gereja yang selalu ku lalui setiap pagi dan petang tak ubahnya hari biasa. Seonggok Bangunan tua, yang telah lama ditinggal penghuninya. Entahlah, mungkin mereka sudah tidak membutuhkan keberadaan Tuhan. Ketika kesejahteraan hidup sudah di dalam genggaman. Atau rasio akal mereka sendiri yang telah mengkudeta kedigjayaan Tuhan. Dan budi baik atas nama kemanusiaan telah menggantikan aturan-aturan Tuhan.

spring_nottingham_02

Argh biarlah. Toh, Tuhan tak hanya hadir di gereja-gereja mereka. Yang penting mereka tetap manusia yang memanusiakan manusia seperti diriku. Yang tak mau mencubit karena tahu sakitnya dicubit. Yang mau mengulurkan tangan memberi bantuan, karena tahu perihnya dalam kesusahan.

spring_nottingham_04

April, terima kasih telah kau simpan cerita-cerita indah ku ini. Suatu saat nanti, ceritakanlah kembali pada ku betapa indah nya hidup ini. Saat mata, hati, dan telinga ini telah mampu melihat, merasa, dan mendengar kan nya. Tentang cinta dan asa kita.

spring_nottingham_03

 

April, ijinkan aku meminjam pundak mu tuk sejenak melepas penat dan jengah ku. Ijinkan aku terlelap dalam pangkuan mu, tuk sejenak melupakan ketakutan ku. Ijinkan aku berhutang waktu mu, tuk sejenak memanjakan rasa malas ku. Semoga aku tak tersesat di persimpangan waktu mu.

Nottingham, Jumat Agung, 18/04/2014

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s