Negeri yang Ramah untuk Penyandang Cacat, Lansia, dan Anak Kecil

“…  Manusia adalah Manusia. Kita sama, dilahirkan di dunia bukan karena kehendak kita sendiri, tapi kehendak Dia yang memberi hidup. Sudah seharusnya, kita memperlakukan manusia sama, tanpa membedakan tampilan atau bahkan kekurangan secara fisik. Manusia bisa berpura-pura. Tetapi Tuhan melihat hati kita, bukan tampilan luar kita bukan? ” – Random Thought

disable_turun_bus

*)Seorang Difable Turun dari Bus Umum

Pagi itu saya sedang duduk di sebuah halte Bus bersama seorang kawan, habis belanja di sebuah supermarket yang khusus menjual makanan dan bahan makanan asia terbesar di kota Nottingham. Kami tidak sedang menunggu bus, tetapi sekedar melepas lelah dan mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan jalan kaki ke rumah. Selang beberapa menit, ada sebuah bus berhenti hendak menurunkan penumpang. Tidak seperti biasanya, sopir bus itu turun dan mematikan mesin bus. Kemudian dia menarik lidah pintu bus dan meletakkan di bibir trotoar jalan. Beberapa saat kemudian, seorang lelaki paruh baya dengan kursi roda turun dari Bus. Dia nampak sangat bahagia, sambil berkali-kali mengucapkan terima kasih dan menyalami sang sopir. Setelah lelaki berkursi roda itu turun, baru sang sopir mempersilahkan beberapa calon penumpang naik bus.

Sungguh, sebuah pemandangan kemanusiaan yang sangat indah bukan? bagaimana seorang manusia yang kebetulan menjalani takdir hidupnya sebagai orang cacat diperlakukan dengan sangat manusiawi. Setiap manusia berhati nurani, tentunya mengiyakan begitulah seharusnya kita memperlakukan sesama manusia. Kita manusia memiliki hak untuk diperlukan sama.

disable
*)Seorang Difable Naik Kereta Api

Di negeri Inggris inilah saya belajar banyak tentang kemanusian. Bukan dalam teori tanpa arti, tetapi bagaimana prinsip-prinsip kemanusiaan dihargai dan diterapkan. Bagaimana manusia seharusnya memanusiakan manusia. Pemandangan kemanusiaan di atas bukan sekali dua kali saya saksikan dengan mata kepala saya sendiri, tetapi berkali-kali. Diantara banyak hal yang saya belajar tentang kemanusiaaan adalah tentang bagaimana mereka memperlakukan orang cacat, lansia dan anak kecil.

disable_naikmobil
*)Penyandang Difable Naik Mobil Carteran

Di pelayanan akses public transport misalnya. Sudah menjadi standar wajib, bahwa semua public transport bisa diakses oleh kaum difabel. Selain pintu masuk yang bisa diakses, di dalam bus, kereta, dan public transport lainya harus menyediakan space khusus kaum difabel ini. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau para difabel ini tinggal di Jakarta, buat orang normal saja sangat tidak ramah, apa lagi buat mereka. Saya masih ingat, bagaimana saya harus super hati-hati setiap mau naik bus way. Jika tidak, saya bisa jatuh dan terperosok ke bawah halte busway yang tinggi itu.

disabale_space
*) Space khusus Difable dalam Bus/Kereta

Demikian juga untuk akses ke gedung. Fardlu ‘ain hukumnya, gedung tersebut harus bisa diakses oleh kaum difabel. Sehingga bisa dipastikan, setiap gedung bertingkat pasti memiliki pintu akses khusus dan lift untuk para difabel ini. Tidak hanya aksesbilitas, fasilitas gedung pun harus ramah untuk penyandang difabel. Toilet salah satunya, di setiap tingkat gedung harus ada toilet yang dirancang khusus untuk difabel.

toilet_disable_people
*)Toilet Khusus Para Difable

Tempat parkir pun menyediakan space khusus buat difabel. Anda orang normal akan kena denda jika menggunakan space ini. Saya jadi ingat berita di koran beberapa waktu yang lalu. Ada seorang anggota parlemen Inggris yang mengundurkan diri, gara-gara ketahuan menggunakan space parkir khusus untuk difabel. Dia menebus rasa bersalahnya yang dalam itu dengan mengundurkan diri dari parlemen. Padahal, hal itu terpaksa dia lakukan karena space parkir di sebuah pusat perbelanjaan sudah penuh semua. Sungguh, sebuah keteladanan tentang memiliki rasa malu yang perlu ditiru bukan?

disable_parking_space
*)Parking Space khusus buat difable

Bagaimana dengan anggota DPR di Indonesia? Rasanya belum pernah mendengar, ada anggota DPR yang mengundurkan diri karena merasa bersalah dengan rakyat. Padahal, mereka punya dosa besar sama rakyat.


*) Parking space khusus Difable

Di lingkungan akademik demikian juga, untuk menjamin aksesbilitas yang sama, kampus menyediakan pelayanan khusus buat para difabel. Ruang kuliah misalnya, harus dilengkapi dengan alat bantu dengar. Demikian juga untuk yang cacat mata dan wicara, dan cacat tidak bisa menulis, kampus memberikan pelayanan khusus dengan memberikan asisten khusus yang bisa membantu note taking atau membacakan buku bacaan. 

disable_tunarungu
*) Alat Bantu Pendengaran di Bangku Kuliah

Tidak hanya yang cacat fisik. Yang cacat mental pun mendapatkan perlakuan khusus. Seperti kelainan dyslexia yang sangat populer di Inggris. Untuk ujian pun mereka diperlakukan khusus. Saya pernah menjaga ujian untuk orang-orang berkebutuhan khusus ini. Umumnya, mereka diberi waktu yang lebih lama dari mahasiswa normal. Setiap satu jam mereka diberi waktu untuk istirahat selama 15 menit. Ternyata ada diantara mereka yang ternyata memang harus jalan muter-muter setiap satu jam sekali. Mereka memiliki kesulitan untuk belajar, seperti tidak bisa berkonsentrasi lama, kesulitan membaca dan sebagainya. Setelah ujian selesai, buku jawaban mereka dikasih stiker khusus yang isinya memberi tahu ke dosen yang ngajar agar tidak memberi penalti jika ada kesalahan dalam susunan bahasa.

disable_parking
*)parking space untuk Orangtua dengan Anak Kecil

Negeri Inggris ini tidak hanya ramah kepada kaum difabel, tetapi juga ramah buat orang lansia dan anak-anak. Untuk kaum lansia, di tempat-tempat umum biasanya disediakan skuter elektrik yang bisa mereka naiki secara gratis. Demikian juga untuk anak-anak, Seperti trolly belanja di bawah ini, yang di desain khusus buat mereka yang belanja bersama anak kecil.

disable_keranjangbelanjaanak
*)Keranjang Belanja untuk Orang tua dan Anak

Indah, sungguh indah memang jika kita bisa memanusiakan manusia. Siapa sih yang ingin dilahirkan dalam kondisi cacat atau karena sesuatu hal yang membuat kita cacat? Semua tentu bukan kehendak kita bukan? Tuhan punya alasan di balik itu. Bersyukurlah kita yang dilahirkan secara normal. Dan sebagai orang normal sudah seharusnya kita memperlakukan mereka yang berkebutuhan khusus tanpa diskriminasi. Mereka harus kita bantu mendapatkan aksesbilitas yang sama dengan kita.

Di Indonesia, seharusnya sudah ada undang-undang yang melindungi hak-hak aksesbilitas kaum difabel ini. Tapi entahlah, apa saja yang dilakukan anggota DPR itu? Ketika mereka menghabiskan duit rakyat untuk studi banding ke Inggris, apakah mereka tidak melihat bagaimana Inggris memperlakukan orang difabel ini? Itu yang seharusnya mereka pelajari. Entahlah, mungkin hati nurani mereka sedang tertutup awan. Sebagai rakyat jelata, saya hanya bisa berdoa, semoga saja, sahabat-sahabat saya yang kebetulan ditakdirkan berkebutuhan khusus, segera mendapatkan fasilitas dan diperlakukan seperti para difabel di Inggris ini. Semoga saja !

Advertisements

4 comments

  1. Terharu sekali aku baca postingan ini kang.

    Lalu diriku merasa miris karena hidup di negara yg orang2 parlemennya super kejam kayak Indonesia ini ya..

    Aduduuh.. Ya wajar kalau Indonesia yg kaya raya ini seringkali ditimpa bencana.. Gusti Alloh nggak tidur soale.. Alam juga bisa bereaksi terhadap tingkah laku manusia..

    Bisa saja bencana di Indonesia ini adalah kumpulan dari energi manusia yg terkucilkan, tidak dimanusiakan, lalu mereka memendam amarahnya, dan menyerahkan kepada Tuhan agar dibalas dengan sepadan..

    Naudzubillah deh..

  2. O iya Mas, salam kenal sebelumnya, saya Amir. Saya ingin bertanya seputar pekerjaan untuk difabel di inggris. Jika di Indonesia masih sangat jarang, bagaimana dengan Inggris yang merupakan negara disable friendly, bisa jelaskan sedikit ? saya tanya seperti ini untuk bahan membuat artikel, terimakasih 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s