kehilangan HP di Kota Hull, Inggris : belajar kejujuran dari orang Inggris

.. salah satu hal yang saya kagumi dari budaya orang Inggris adalah budaya Jujur, yang belakangan jadi barang mahal di Indonesia.

salah_satu_sudut_kota_hull
*) Salah satu sudut kota Hull, Inggris.

Manusia memang tidak ada yang sempurna. Orang-orang  yang saya anggap sangat sempurna pun, pada akhirnya saya harus mengakui kekuranganya . Apalagi saya? yang tak sedikit pun terlihat sempurna. Salah satu dari sekian banyak kelemahan saya adalah tidak bisa merawat barang milik dengan baik. Sejak mengenal yang namanya pulpen (ball point) rasanya belum pernah saya menyaksikan nya habis tinta. Semuanya hilang begitu saja,  tidak tau entah dimana rimbanya.

Begitu juga sejak mengenal yang namanya Handphone. Saya pernah kehilangan Handphone di angkot, bus, taxi, kereta api, bahkan di kapal laut. Hanya di pesawat dan mobil pribadi saja rasanya yang belum pernah. Itu pun, karena saya memang jarang naik pesawat dan belum pernah punya mobil pribadi, hehe. Meskipun bisa di miss call, sepanjang sejarah kehilangan handphone, belum satu pun yang pada akhirnya balik lagi di tangan. Hal berbeda ketika pada akhirnya saya harus juga kehilangan handphone di Inggris, tepatnya di kota Hull.

Waktu itu, di sebuah akhir pekan pada musim panas saya berkunjung ke salah seorang teman di Kota Hull yang biasa saya panggil Uda Isa,  Sang penyair putra sastrawan kesohor dari tanah Minang di kota Padang. Perjalanan ke kota Hul bisa ditempuh dalam waktu 3.5 jam dengan kereta api dari kota Nottingham, tempat saya tinggal.

Untuk mendapatkan tiket kereta paling murah, saya memilih jadwal keberangkatan setelah pukul 8 malam, dan sampai di kota Hull menjelang tengah malam. Dari stasiun kota Hull, saya bersama teman saya yang menjemput di stasiun naik Bus umum terakhir menuju rumah teman saya tersebut. Meskipun bus terakhir menjelang tengah malam, masih ada saja beberapa penumpang.

Di dalam bus, saya asyik ngobrol dengan teman saya. Sangking asyiknya ngobrol, saya harus tergopoh-gopoh turun dari Bus ketika Bus sampai di halte terdekat dengan rumah teman saya. Dan, pada akhirnya saya harus gigit jari, ketika saya sadar bahwa salah satu dari dua handphone saya hilang. Biar tidak kecewa, saya selalu berusaha mengikhlaskan nya dengan merasa tidak pernah memilinya. Ya, kita hanya merasa kehilangan kalau kita merasa memilikinya. Dan bukankah semua atribut keduniawian kita ini hanya sekedar titipan Tuhan, sang Maha Pemilik segala sesuatu sesungguhnya.

Tetapi untuk ikhlas tidaklah pernah semudah mengucapkanya. Saya coba misscall hanphone itu sampai 3 kali, tetapi tidak ada yang mengangkat. Kemudian saya SMS, agar siapa pun yang menemukan handphone itu untuk menghubungi nomor saya, tetapi tidak ada balasan sms sama sekali. Pada akhirnya, sedikit kesedihan itu lenyap begitu saja, terhapus oleh kehangatan kebersamaan dengan teman-teman di Hull dan keindahan suasana kota Hull yang menenangkan dan menentramkan jiwa. Saat itu, teman-teman Indonesia di Hull sedang mengadakan acara perayaan idul fitri sekaligus kemerdekaan RI.

***
hp_ketemu_diHull
*)Handphone Saya Kembali

Hari senin saya kembali ke aktivitas normal biasa, menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer di Lab. Tiba-tiba, ada telepon masuk dari nomor telepon land-line yang tidak saya kenal. Rupanya, seorang perempuan ramah mengaku dari kantor perusahaan Bus di Hull. Dia bercerita kalau handphone saya ditemukan  di dalam Bus. Oleh sebab itu dia meminta alamat saya di Nottingham, dan handphone saya akan dikirim lewat pos.

Benar saja, dua hari kemudian sebuah paket pos berisi handphone saya yang hilang sampai di rumah saya di Nottingham. Sebagai orang yang sering kehilangan handphone yang tak pernah sekalipun menemukan nya kembali, peristiwa ini benar-benar mengharukan hati saya. Kejujuran perusahaan Bus di kota Hull itu telah menyentuh nurani saya untuk dapat merasakan betapa indahnya sebuah kejujuran. Mereka sama sekali tidak mempersulit dengan meminta bukti apapun seperti surat kehilangan kepolisian, bahkan mereka harus mengeluarkan biaya pengiriman handphone saya.

Satu lagi, setelah saya buka ternyata sms yang pernah saya kirim belum terbaca. Saya yakin, ini semata-mata mereka sangat menghargai privasi orang lain. Itulah indahnya kejujuran dan kebaikan dan ketulusan hati. Semoga hati-hati kita semua masih memilikinya.

Advertisements

5 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s