Nenek Aji: menyalakan lentera pekerti dan kearifan hidup dengan keikhlasan

“…… Hidup itu sederhana. Bagaimana kita memilih peran kecil dalam waktu yang singkat ini untuk terus bermakna dan bermanfaat bagi sesama, lalu memformulasikannya dalam tindakan yang terbaik, syukur, sabar, dan berujung kepada keikhlasan.” – Marliyanti, Indonesia Mengajar

nenek_aji

“…… bismillahirrahmanirrahiim. wainkuntum fii raibimm ….. inkuntum shodiqiin…”. Suara lantunan ayat-ayat alquran yang syahdu nan merdu itu terdengar sayup-sayup dari suara anak-anak yang sedang belajar mengaji di dalam sebuah mushola reot di pedalaman desaMoilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Lantunan ayat-ayat suci Tuhan itu memecah kesunyian setiap malam dan menggetarkan setiap jiwa-jiwa bersih yang mendengarkan nya.

Di antara puluhan anak-anak kecil laki-laki dan perempuan itu adalah sosok guru ngaji yang sangat luar biasa. Dialah Nenek Aji, perempuan tua sangat renta yang telah berpuluh-puluh tahun mengabdikan hidupnya sebagai guru ngaji di desanya. Dia mengajar tanpa dibayar dan tak pernah mengharap bayaran. Dia mengajar dengan ketulusan, keikhlasan, dan penuh kearifan karena semata-mata panggilan Tuhan. Usianya yang sudah renta, dan sorot pandangan matanya tak lagi tajam karena dimakan usia tak sedikit pun menyurutkan semangat hidupnya, mengambil peran kecil menyalakan lentera budi pekerti dari generasi ke generasi. Sesungguhnya, dialah pahlawan sejati penuh inspirasi itu.

***

Malam ini saya kembali sesenggukan, menangis sendirian di Lab. Kali ini sebuah video di youtube yang tidak sengaja saya temukan pada saat mencari-cari musik teman belajar sendirian di Lab. seperti biasa. Entahlah, saya ini laki-laki macam apa. Hanya karena video ini, hati saya mudah sekali tersentuh dan berderailah air mata ini. Dialah nenek Aji dalam video itu yang membuat saya terharu dan menangis. Dialah alasan mengapa saya menulis tulisan ini.

Tadi pagi, ketika bangun pagi, saya disibukkan dengan membuka notifikasi puluhan email baru di telepon genggam cerdas saya. Milis dosen yang biasanya sepi itu, tadi pagi mendadak jadi ramai. Puluhan email datang bertubi-tubi. Rupanya, dosen-dosen di sebuah kampus negeri yang sangat terkenal di kota pahlawan itu sedang membahas isu panas yang sangat penting, yaitu jumlah honor mengajar (di luar gaji dan tunjangan profesi yang sudah dibayar oleh negara) yang jumlah yang diterima berbeda lebih sedikit dari jumlah yang seharusnya mereka terima.

Sebuah ironi bukan? jika ternyata di pelosok desa terpencil disana ada seorang Guru yang luar biasa, yang ikhlas mengajar setiap hari tanpa dibayar sepeser pun. Sementara para Guru negara yang digaji dengan uang rakyat itu mengajar dengan penuh perhitungan cost benefit bisnis. Benar, malu sekali saya dibuatnya.

Setiap orang berhak memilih caranya sendiri untuk bermanfaat buat sesama. Buat saya, Nenek Aji seolah mengingatkan saya kembali bahwa mengajar adalah pilihan untuk mengamalkan ilmu kepada sesama yang seharusnya didasari dengan penuh ketulusan, keikhlasan, dan kearifan demi kehidupan kemanusian dan dunia yang lebih baik. Mengajar bukanlah pilihan profesi untuk mengeruk hingar bingar kemewahan dan  kenikmatan hidup duniawai semata.

Terima kasih Nenek Aji, untuk inspirasi mu hari ini !

Advertisements

4 comments

  1. Setuju banget. Ketika aku sharing tutorial vector, gak terbersit sama sekali untuk menjualnya. Walopun banyak yg menyarankan untuk jual saja tutorialku, aku kok merasa jadi melenceng dari niat awal. haha..

  2. halo, salam kenal… saya lagi googling tulisan lama saya soal nenek Aji, ternyata nemu tulisan ini…. terimakasih Tulisannya ya…Saya Yanti yang ada di lentera itu… :), nenek aji memang sangat luar biasa, sampai sekarang beliau masih mengajar mengaji, dan ketika bulan puasa beliau bisa menamatkan lebih dari lima kali Al-Qur’an…. Jadi yang muda2 ini, tak bolehlah mengeluh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s