mengeja sisi lain ayat -ayat kehidupan mahasiswa PhD: Pengajian

ngaji_01
*) Di dalam Masjid Umar, Hyson Green

Sekarang waktunya saya lupakan sejenak kehidupan akademik PhD saya. Hidup rasanya terlalu sempit jika hanya berkutat dengan makalah jurnal, penelitian, algoritma, struktur data, coding, laboratorium, seminar, tutorial, dan sanak keluarganya. Akhir pekan ini, tak seperti akhir pekan biasanya yang biasa saya habiskan di Lab, saya mangkir sejenak dari kehidupan kampus. Untuk mengeja ayat-ayat kehidupan sisi lain dari persinggahan hidup sementara saya di Nottingham.

Pengajian Bulanan PeDLN

ngaji_04
*)Perjalanan Menuju Lokasi Pengajian, via Jubilee Campus

Hari Sabtu saya menghadiri pengajian bulanan komunitas Muslim yang tinggal di Derby, Loughborough, dan Nottingham , yang kami singkat jadi PeDLN. Tidak seperti bulan-bulan biasanya yang diadakan di Mushola kampus Sutton Bonington, bulan ini pengajian diadakan di rumah keluarga Bapak Handaru, di kawasan Hyson Green. Beliau adalah salah satu orang Indonesia yang sudah bekerja dan menetap cukup lama di Inggris.

ngaji_02
*) Suasana Pengajian

Selain bisa bersosialisasi dengan sesama warga Indonesia dan menikmati makanan khas Indonesia, Pengajian kali ini cukup Istimewa. Karena, 7 orang diantara kami baru saja menunaikan ibadah haji berangkat dari Inggris yang ternyata sekali daftar bisa langsung berangkat tidak perlu menunggu bertahun-tahun seperti di Indonesia. Mereka adalah: Mbak Shanti dan Pak Irwan, Mbak Mar dan Mas Hasto, Pak Masdar dan Istri, dan Mbak Arif. Sungguh, betapa bahagianya mereka, selain pulang membawa gelar PhD nantinya, mereka juga pulang membawa gelar Haji dan Hajah. Semoga saja, tahun depan Gusti Allah menakdirkan saya dan istri bisa menyusul. Allahumma Ammiin.

Selain dapet cipratan ilmu dan pengalaman spiritual selama haji, kami dapet oleh-oleh berupa kopiah. Saya senangnya bukan main. Sebagai mantan santri hidup saya tidak bisa lepas dari yang namanya kopiah dan tasbih. Sayangnya, kopiah dan tasbih saya yang saya bawa dari Indonesia entah kemana tidak tau rimbanya sejak beberapa hari tinggal di Nottingham. Alhamdulilah, hari ini akhirnya saya mendapatkan yang baru asli dari Mekah pula.

Dalam ceramahnya, Bapak Dr. Hadi Susanto, kyai NU yang jadi dosen di Universitas Nottingham itu, membawa kita menyusuri lorong-lorong keteladanan salah satu manusia terbaik yang pernah ada di muka bumi yaitu, Nabi Ibrahim A.S. Saking mulianya, kita selalu menyebut namanya di setiap sholat-sholat kita.

Setelah pengajian dan ber ramah-tamah santai dengan jamaah, saya bersama teman-teman yang tiggal di Dunkirk, berbelanja di Hyson Green yang merupakan pusat Muslim di kota Nottingham ini. Bersyukur sekali, kami bisa mendapatkan daging halal cukup banyak dan mudah di wilayah ini. Kami juga sempat sholat Ashar dan Maghrib jamaah di masjid Umar yang berada di kawasan Hyson Green juga.

ngaji_03
*) Usai Belanja di Depan Syarif and Son, Hyson Green (Fiqi, P. Peni, P. Iswanto, P. Sukirno, Arif, Cak Shon, Abdurrahman)

Ada cerita menarik dalam perjalanan kami pulang. Dari belakang, tiba-tiba ada orang bule, british, naik sepeda berteriak-teriak kemudian turun menghadiri kami:

“Assalamu alaikum ya Habibi… Where are you from?  I am English. are you from Philiphine”

Kami serempak menjawab: “From Indonesia”. Sambil menntun sepedanya, si Bule itu mengikuti perjalanan kami. Dia tanpa diminta tiba-tiba dengan logat british Dia melafalkan surat Alfatehah, walaupun dengan terbata-bata. Seolah-olah dia ingin menunjukkan kalau dia mengenal Islam dan bisa berbahasa Arab. Sayangnya, sepertinya dia kelihatan habis mabuk, sehingga kesan nya seperti orang gila. Mungkin karena kami semua memakai kopiah, Dia sangat yakin kalau kami adalah Muslim. Rupanya dia pernah tinggal di Mesir cukup lama, dan memuji Mesir sebagai negara terbaik di dunia. Setelah mengucapkan salam ya habibi…. si Bule itu ngacir meninggalkan kami dengan mengayuh sepedanya kembali.

ngaji_05
*)Mengabadikan Musim Gugur

Perjalanan hari ini adalah salah satu perjalanan kaki terpanjang selama saya di Nottingham. Sudah lama saya tidak berjalan kaki sejauh itu. Kami berangkat dan pulang ke rumah kembali hanya dengan berjalan kaki yang memakan waktu total lebih dari satu setengah jam. Bahkan dengan membawa belanjaan yang cukup berat. Untungnya, banyaknya teman dan suasana musim gugur yang romantis mampu mengikis rasa lelah kami. Hingga pukul 08.00 malam kami sampai

Buat saya pribadi, silaturrahim dalam pengajian bulanan  ini ibarat oase di tengah-tengah kegersangan kehidupan sosial di kota Nottingham, Inggris ini.

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s