Segelas Coklat Panas Gula Sedikit

… ternyata segelas coklat panas ini mampu menghangatkan obrolan dan keakraban persahabatan kita, serta menggairahkan semangat kita kembali dalam merajut mimpi-mimpi kita.  Sekarang saya sadar dan mengerti, kenapa ide-ide besar itu terkadang berasal dari warung kopi di pinggir jalan.

” Sampean mau minum Teh apa Kopi ? “ jika pernyataan ini diajukan kepada saya. Saya akan terdiam dan berfikir sejenak. Bukan karena ada apa-apa, tapi karena saya memang tidak memiliki preferensi atas keduanya. Sejak dahulu, saya bukanlan salah seorang penikmat teh, kopi, atau jenis minuman lainya.

Dahulu, saya sering diajak sahabat-sahabat saya untuk sekedar menghabiskan malam-malam yang panjang dengan secangkir kopi dan beberapa batang rokok. Tetapi, entah kenapa saya tidak pernah menemukan hati saya berada disitu. Dan saya tidak pernah tahu bagaimana menikmatinya. Buat saya, itu  tak ada artinya kecuali membiarkan waktu terbuang sia-sia.

Tetapi, pada akhirnya alur hidup membuat saya berfikir berbeda. Hanya karena sebuah film, belakangan saya menjadi penikmat Segelas Coklat Panas dengan gula sedikit. Tanpa saya sadari, rupanya saya mampu begitu menikmatinya. Menyeruputnya  sedikit demi sedikit, sambil berdiskusi panjang dengan sahabat dekat atau pun berdiskusi dengan pemikiran saya sendiri adalah momen yang sangat berharga buat saya. Selalu ada secangkir coklat panas  yang menghangatkan, menggairahkan, dan menyulut ide-ide segar di setiap pagi hari. Selalu ada secangkir coklat panas penghapus lelah, pemantik semangat untuk merajut mimpi-mimpi kita kembali di setiap penghujung malam-malam menjelang tidur.

Ternyata segelas coklat panas ini mampu menghangatkan obrolan dan keakraban persahabatan kita kawan ! Serta menggairahkan semangat kita kembali dalam merajut mimpi-mimpi kita.  Sekarang saya baru sadar dan mengerti, kenapa ide-ide besar itu terkadang berasal dari warung kopi di pinggir jalan.

Hanya Penikmat Segelas Coklat Panas dengan Gula Sedikit.

Advertisements

One comment

  1. Aku wis jarang mimik susu denko saiki kang. Wis prei sejak sebulanan yll. Hehehe..

    Aku lebih memerbanyak air putih. Soale nek wis ngombe susu biasane wareg trus lali ngombe banyu putih. Haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s