Mengingat Kepergian Mu dengan Senyuman

Setiap mengenang Gus Dur,  air mata ini tak mampu terbendung. Berikut puisi Inayah Wulandari, putri bungsu Gus Dur, yang ditulis untuk mengenang Gus Dur. Semoga kau tenang dan bahagia di alam kubur sana, Gus !

Bapak ku,
saat kau pergi baru aku merasakan sakitnya ditinggalkan
takutnya merasa sendirian
dan lukanya karena kehilangan.

Tapi pak, setelah bapak pergi, baru aku menyadari
harus terluka sebelum sembuh
untuk kuat harus rapuh,
untuk tegak harus jatuh,
dan untuk jernih harus keruh.

Pak, setelah kau pergi baru aku mengerti
selama ini kau berusaha mengajari kami,
Hidup harus disyukuri apa pun yang diberi.
Engkaulah yang mengajarkan hidup adalah pilihan.
dan pilihan adalah kekuatan

Bapak, untuk itu aku memutuskan sebuah pilihan,
yang akan aku jalankan,
aku memilih mengingat kepergian mu dengan senyuman,
melepas mu dengan ucapan syukur terima kasih kepada Tuhan,
yang sudah memberikan lelaki luar biasa seperti mu
untuk menjadi ayah ku.

Inayah Wulandari

Source Image : http://dinmerican.files.wordpress.com/2010/01/gus-dur1.jpg

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s