Bondo Nekat: sekolah musim panas di Universitas Cambridge

Salah satu dari banyak kelemahan sifat saya adalah suka memaksakan diri sendiri atau kata arek Surabaya bondo nekat alias bonek. Ibarat kata, jika di depan saya ada tembok, sering kali saya menerjang tembok tersebut. Karena nya, seringkali saya mental dan kesakitan, tetapi tidak jarang pula pada akhirnya tembok tersebut roboh dan membawa saya ke ruang keberuntungan. Saya mungkin akan tetap menjadi petani miskin atau menjadi TKI seperti teman-teman sebaya saya di kampung, jika saya tidak memaksakan diri untuk kuliah selepas tamat STM, yang bahkan pada waktu itu orang tua saya sendiri pun tidak mengijinkan saya kuliah. Dan ini adalah cerita keberuntungan lain dari sifat bondo nekat saya.

cambridge

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Inggris dan sekolah di Universitas Nottingham, ada agenda tersembunyi yang ingin sekali saya wujudkan sejak lama. Agenda tersembunyi tersebut adalah mencicipi rasanya kuliah di salah satu kampus terbaik di dunia yang berada di Inggris yaitu Universitas Oxford atau Universitas Cambridge.

Pada akhirnya kesempatan itu datang juga. lewat informasi di milis kelompok riset diinformasikan bahwa Universitas Cambridge akan mengadakan sekolah musim panas tentang Polynomial Optimisation. Tetapi jumlah kursi yang disediakan sangat terbatas. Jadi, hanya sebagian dari pendaftar yang akan diterima sebagai peserta. Beruntung sekali, akhirnya saya diterima sebagai salah satu peserta sekolah musim panas tersebut yang ternyata berasal dari kampus-kampus terbaik di dunia seperti MIT, Universitas California, NTU, ETH Zurich, dll. (lihat disini). Dan saya adalah satu-satu nya peserta dari Universitas Nottingham, dan tentu saja satu-satunya peserta dari Indonesia.

Yang menjadi masalah adalah ternyata sekolah musim panas tersebut tidak gratis. Setiap peserta diharuskan membayar sebesar £440, yang tentu saja tidak terjangkau oleh mahasiswa kantong cekak seperti saya, yang hanya mengandalkan beasiswa DIKTI yang jumlahnya paling kecil dan pasti telat itu. Sebenarnya, saya mungkin bisa dibayari oleh dosen pembimbing, tetapi rasanya saya sangat sungkan. Pertama, sekolah musim panas ini sebenarnya tidak terlalu berkaitan dengan bidang riset saya. Kedua, tahun ini saya sudah dibayari tiga sekolah musim panas/workshop lainya.

Tetapi, bagaimanapun saya sudah bertekad untuk ikut sekolah musim panas yang sebenarnya sangat murah ini. Karena saya tahu biasanya untuk workshop sejenis, biaya per hari biasanya £500. Ini 5 hari hanya £440. Ternyata, saya hanya perlu membayar £155 jika saya tidak menginap di asrama yang disediakan. Karena kebetulan waktu itu bulan Ramadlan, saya sudah niat mbambung selama lima hari untuk menginap di masjid malam harinya. Pikir saya, selain dapet tempat nginep gratis, saya juga bisa dapat buka puasa gratis di masjid.

Tetapi, beberapa hari sebelum hari H saya tiba-tiba berubah pikiran. Setelah mencari-cari  tiket kereta online Nottingham-Cambridge ternyata ada juga tiket super murah, hanya £12 PP Nottingham – Cambridge dari harga tiket normal £40 sekali jalan. Hanya saja, jadwalnya jam 5 pagi dari Nottingham dan jam 7 malam dari Cambridge. Akhirnya, saya putuskan untuk membeli tiket murah tersebut PP setiap hari Cambridge-Nottingham. Butuh waktu sekitar 3.5 jam dari Nottingham untuk sampai di kampus Universitas Cambridge.

cambridge campus

Hari pertama sekolah musim panas  (15 – 19 July 2013), alhamdulilah saya tiba di Cambridge tepat waktu. Meskipun baru pertama kali saya ke Cambridge, ditambah sendirian lagi, tetapi dengan bantuan google map di HP saya, akhirnya saya bisa menemukan lokasi sekolah musim panas di kampus Universitas Cambridge yang sangat luas itu. Di meja penerimaan, setelah mengisi daftar hadir, saya menemukan sebuah amplop bertuliskan nama saya. Dalam hati saya membatin, wah ini pasti tagihan pembayaran, karena sampai hari H saya belum membayar biaya pendaftaran. Eh, ternyata dugaan saya salah, amplop tersebut ternyata berisi formulir untuk claim transport. Jadi, asal saya bisa memberikan bukti tiket, semua biaya transportasi akan diganti oleh panitia.

Lima hari berlalu, dan saya pun belum juga mendapat tagihan pembayaran bahkan hingga sekolah musim panas tersebut selesai. Merasa berdosa karena belum membayar biaya pendaftaran, beberapa hari setelah sekolah selesai, saya email ke panitia untuk meminta tagihan pembayaran. Dan sangat mengejutkan, saya mendapat balasan email seperti berikut:

freeofcharge_from_cambridge

Alhamdulilah, siapa sangka ternyata biaya saya sudah dicover sama Isaac Newton Institute for Mathematical Sciences, Universitas Cambridge alias digratisin. Mungkin saja, mereka tahu kalau saya mahasiswa miskin, jadi dengan baik hatinya mereka menggratiskan khusus buat saya, haha. Tidak hanya itu, beberapa hari kemudian saya menerima surat dari Universitas Cambridge yang dikirim via post ke rumah saya, yang isinya ternyata adalah sebuah cek pengganti uang transport saya. Sekali lagi, alhamdulillah…

Jadi kesempatan mendapatkan ilmu dari pakar di kampus terbaik di dunia berikut kenalan dengan peserta lain dari berbagai kampus terkenal di dunia tersebut dapat saya rasakan dengan gratis, hanya dengan bondo nekat. Yah, memang sering kali dalam hidup ini, kita perlu memaksakan diri kita untuk menembus batas-batas, mendobrak tembok-tembok penghalang yang kita anggap menghalangi kita untuk meraih kesuksesan yang ingin kita raih. Jadi, jangan takut untuk meraih apa saja yang kita inginkan, yang kita cita-cita kan walaupun yang kita miliki hanya berupa bekal tekad saja. Insya Allah, kita akan menemukan jalan.

Advertisements

16 comments

  1. Selamat yo Cak…orang baik biasanya selalu dilingkupi keberuntungan…sangat inspiratif, cucok buatku…hehehe. salam dari Bandung…btw, esih suwe tah di nottingham?

  2. SubhanAllah Mr. Mukhlason! Awesome inspiration for me this morning! 🙂
    May Allah ease your next next journey ameen

    -shaqifah-

    1. masak to bro?
      karena yang diceritakan yang waktu beruntung saja, yang waktu sial ndak pernah saya ceritain hehehe…
      padahal sama saja, ada bejo dan apes dalam hidup ini.

  3. Huahaha… Kuwi gak bakalan terjadi di negara kita yaaaa… Yg terjadi justeru sebaliknya…

    Tapi ojo sampe ga mbalek Indonesia yo kang. Hahahah.. Walopun negara kita begini, tapi itu cuma ulah oknum. Hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s