jadi asisten dosen dengan kemampuan pas-pasan :D

… dalam hidup kadang kita perlu memaksakan diri, meskipun sebenarnya kita masih merasa jauh dari ideal. Dengan memaksakan diri kita akan dihadapkan pada situasi “the show must go on”, yang akan memaksa kita bisa ndak bisa harus bisa, kita bisa menyebutnya dengan “the power of kepepet”. dalam situasi tersebut, kita akan dengan terpaksa mengeluarkan kemampuan kita yang tidak akan pernah muncul jika kita tidak memaksakan diri .

Ahmad Muklason

Selain ingin menjadi mahasiswa Phd yang baik dan rajin menabung :p, sebelum datang ke Inggris saya berangan-angan pengen sekali menjadi Teaching Assistant, tentunya jika ada kesempatan. Alasanya sangat klasik, yaitu ingin mengenal langsung sistem pendidikan di  Inggris, khususnya sistem pendidikan tinggi di negeri ini yang tentu sedikit banyak berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia. Tetapi sebenarnya alasan jujurnya adalah kepengen dapet duit tambahan, dengan cara yang sangat  terhormat  dan terpuji :D.

Semester 1 (autumn 2012)

Ternyata, kesempatan itu datang begitu cepat. Dua minggu pertama berada di Sekolah Ilmu Komputer, Universitas Nottingham, saya dapet email dari dosen pembimbing. Intinya dia cerita, kalau beliau saat ini memiliki mahasiswa S1 banyak sekali di mata kuliah Perancangan dan Analisa Algoritma & Struktur Data, dan dia menanyakan apakah saya bersedia menjadi asisten beliau untuk Lab. Gila, dengar nama mata kuliah itu saja saya sudah keder. Bukan hanya karena saya belum pernah mengajar mata kuliah itu, tetapi mengambil mata kuliah itu saja belum pernah. Di bangku S1 dulu, karena jurusan saya adalah sistem informasi bukan teknik informatika/ilmu komputer, kami hanya diajarkan algoritma dan struktur data saja, tidak sampai merancang dan menganalisa.  Apalagi, mata kuliah itu sudah terkenal sebagai mata kuliah paling sulit di Jurusan ilmu komputer /Teknik informatika. Keberatan yang kedua adalah, to be honest, ” my English is so terrible”. Emang sih, score IELTS diatas kertas saya ndak jelek-jelek banget (7.0), tetapi “the fact” bahasa inggris saya mah sangat memalukan. Belum lagi, membayangkan “dealing with” mahasiswa-mahasiswa lokal dengan bahasa inggris aksen Britis nya yang sangat kental, yang pada saat itu masih terdengar sangat aneh di telinga saya di awal-awal kedatangan saya di Inggris. Maka dengan segala pertimbangan itu, dengan sangat halus, akhirnya saya tolak tawaran itu. Walaupun itu sebenarnya kesempatan emas yang saya harapkan sebelumnya, saya tentunya tidak mau dong mempertontonkan kebodohan diri di depan umum, apa kata dunia persilatan? haha…

Tetapi, akhirnya insiden itu pun terjadi, 2 jam menjelang praktikum di Lab, tiba-tiba dosen pembimbing datang ke kantor di lab saya. Yang intinya adalah memaksa saya untuk menjadi aisten dia di Lab. Dia bilang,  “it only takes two hours of your time” . Akhirnya, dia memperkenalkan saya bersama 2 orang asisten lainya di hadapan ratusan mahasiswanya. Dag dig dug hati saya bercampur dengan perasaan bodoh yang menghantui saat melihat ratusan mahasiswa dari berbagai belahan dunia itu, apalagi konon katanya mahasiswa disini sangat berbeda dengan mahasiswa Indonesia yang lugu, baik dan tidak sombong. Mahasiswa di Inggris, terkenal sangat kritis dan pintar.

Praktikum di Lab disini lebih dikenal dengan istilah “course work”. Mahasiswa diberi sebuah permasalah tertulis dengan beberapa pertanyaan yang open-ended, yang sengaja dibuat multi tafsir. Kemudian, mahasiswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara mandiri berdasarkan interprestasi masing-masing. Selama dua jam setiap minggunya, di sebuah lab , mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi dengan dosen pengampu dan beberapa asisten yang disediakan. Tentu saja, tidak untuk menanyakan jawaban yang benar dari permasalahan yang diberikan. Karena jawaban benar dari permasalahan itu jamak, tidak tunggal. Untuk setiap course work, dimana setiap mata kuliah biasanya memiliki 2-6 course work, mahasiswa diberi waktu antara 1-3 mingu. Di akhir due date, mahasiswa diwajibkan mengumpulkan sebuah report dari course work tersebut secara Individu. Penilaian selnjutnya akan berdasarkan report ini.

Hari pertama course work di lab. mata kuliah ini berhasil untuk tidak memalukan saya. Barangkali karena saya kelihatan bodoh, saya dapat mahasiswa yang menanyakan pertanyaan yang tidak sulit hehe. Ternyata ada saja mahasiswa yang bahkan untuk menulis sebuah program Java saja masih kebingungan, padahal mata kuliah ini untuk mahasiswa yang sudah mengambil mata kuliah pemrograman sebelumnya. Biasanya yang menanyakan pertanyaan sederhana ini adalah cewek-cewek kulit item (bukan maksud rasis). Minggu kedua, ketiga dan seterusnya ketika permasalahan coursework semakin sulit, alhamdulilah ternyata juga relatif aman dari insiden memalukan saya. Tetapi pernah satu, dua waktu, ada mahasiswa  biasanya dari India dan Cina, yang sangat kritis dan sangat cerdas, menanyakan sesuatu yang benar-benar tidak bisa aku jawab at first glance. Saya, benar-benar ndak bisa menjawab pertanyaan mahasiswa tersebut pada saat pertanyaan pertanyaan tersebut ditanyakan. Untungnya secara reflek, pada saat otak saya nge-blank, mulut saya berkata: “Well, let me see your code ….” . Dan sejurus kemudian, dengan melihat code-code program yang ditulis mahasiswa cerdas dan kritis tersebut, gila…. karena yang nulis mahasiwa cerdas, baris-baris kode programnya very-very complicated. Saya terdiam untuk beberapa saat, sambil berpura-pura berfikir. Oh God, ndak tau dari mana datangnya wangsit saya, akhirnya aku bisa menjawab pertanyaan itu. Dan mahasiswa tersebut puas (atau mungkin terpaksa puas kali ya..), dan bilang “thank you very much”.

Dan akhirnya satu semester pun berakhir.

Semester 2 (Spring 2013)

Satu semester berlalu begitu cepat, kini sudah minggu ketiga semester Spring (Musim Semi) 2013. Alhamdulilah, saya diberi kesempatan untuk menjadi asisten dosen lagi untuk mata kuliah yang berbeda, Sistem Basis Data. Tetapi, ini ceritanya sangat berbeda dengan yang pertama. Kalau yang pertama, saya ditunjuk langsung sama supervisor, kalau yang ini pakek tes segala.

Ceritanya, satu bulan sebelum Semster 2 dimulai, ada satu orang dosen posting di Milis phd student di sekolah ilmu komputer, Universitas Nottingham. Dia mencari tiga asisten dosen untuk mata kuliah Sistem basis Data. syaratnya adalah mahir merancang basis data, familiar dengan DBMS dan bahasa pemrgraman PHP.  Wah menarik sekali saya pikir, karena ini mata kuliah lebih aplikatif ketimbang konseptual. Apalagi terbayang dengan duit £20.60 per minggu nya (padahal belanja mingguan buat makan saya cuman £15 :p), mata saya langsung hijau. Saya langsung email itu dosen dengan penuh harap. Ternyata dua hari kemudian dapat email balasan, yang bilang bahwa dia tidak menyangka yang apply banyak sekali. Oleh karena itu, kemudian dia memberi persyaratan satu lagi, ada ijin tertulis dari dosen pembimbing masing-masing dan diminta untuk datang ke ruangan dia untuk melaksanakan tes. Yah, nyaliku langsung ciut, ditambah lagi pakek ribet minta ijin tertulis dosen pembimbing, saya langsung membatalkan niat saya untuk lanjut apply. Belum rejekinya mungkin saya pikir. Eh, ternyata beberapa hari kemudian saya dapat email dari dosen tersebut yang isinya: jika kamu masih tertarik untuk jadi asisten dan mengasumsikan bahwa dosen pembimbing kamu bahagia jika kamu jadi asisten saya, silahkan datang sore ini di ruangan saya.

Akhirnya, saya datang juga ke ruangan nya. Dia memberi secarik kertas, isinya adalah 3 buah tabel dan satu buah report. Pertanyaanya adalah tuliskan SQL untuk mengenerate report tersebut dan terangkan ke Mahasiswa semester 2 dengan bahasa yang mudah dipahami oleh mereka.

Ku pandang-pandang secarik kertas itu. Kelihatan simple, dan stright forward ternyata  sangat tricky , kurang ajar sekali aku pikir. Aku oret-oret kertas itu dengan kode-kode SQL. Saya pakek nested SQL, tapi saya yakin itu salah. Akhirnya aku coret lagi SQL itu, dan otak saya masih juga blank .  Aku terdiam beberapa saat. Sampek si Dosen itu bilang, ” are you OK?”. Akhirnya, saya pakai jurus ngawur, dengan baris SQL yang sangat sederhana, tidak pakek nested select * 😀 dan aku kasihkan ke Dosen tersebut. Tidak ku sangka, setelah dia melihat sebentar dia bilang begini : ” wo… ini jawaban terbaik dari kandidat2 sebelumnya, ini hampir sempurna. Terima kasih”. Dan lucunya, cuman begitu saja, saya tidak disuruh menerangkan sama sekali jawaban saya. Kemudian saya dipersilahkan meninggalkan ruanganya sambil berpesan bahwa 2 hari baru akan diumumkan hasilnya.

Dua hari berlalu, saya tidak dapat email dari dosen itu. Yah ini artinya sepertinya saya tidak diterima. Nothing to loose sama sekali buat saya. Eh, ndak tahunya, hari berikutnya saya dapat email kalau saya bersama dua teman Phd student lainya yang diterima. Alhamdulilah, benar-benar tidak disangka-sangka sebelumya.

Well, mudah-mudahan semester ini saya bisa menjadi asisten yang lebih baik dari sebelumnya. Dan tentunya, akan menjadi pengalaman dan kesempatan yang sangat berharga nantinya. Sebenarnya, waktu jaman S2,  di Universitas Teknologi Petronas, Malaysia. saya sebenarnya sudah terbiasa jadi asisten dosen, karena skim beasiswa saya mewajibkan untuk itu. Tetapi tentunya pengalaman jadi asisten dosen di salah satu 75 kampus terbaik di dunia ini akan sangat berbeda *hehe…*. Intinya, dari cerita saya ini adalah jangan takut memaksa diri kita di atas hal-hal yang seolah di atas kemampuan kita, beyonds the limit. Insya Allah, justru jepitan keterpaksaan itu akan mendorong kita untuk terus maju *hahay lebay*. Terima kasih Tuhan atas kesempatan ini.

Advertisements

25 comments

  1. sama kayak pas aku ditunjuk jadi juri lomba ituh, di Nganjuk maish banyak guru2 kesenian yg lebih mumpuni ilmunya daripada saya yg otodidak dan ilmunya “ngawur” hahaha..

  2. wah.. cerita the power of kepepet ini sangat menginspirasi, man jadda wajada.. suatu saat kalo kepepet inget2 ini untuk motivasi diri hehe..

  3. Pak, gmn caranya utk jd asisten dosen ya? Kl misalnya saya blm pny pgalaman mgajar sblumnya. Cm saat ini saya sdg ambil s2. Apa bs jd asdos? Mhn info. Tks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s