sistem syariah : sebuah tanda tanya besar (?) [bagian 1]

taken from: https://i0.wp.com/berita.upi.edu/files/2012/07/Syariah.jpg…. bukanya lebih baik sekuler tapi penuh keadilan dan kejujuran, dari pada menggunakan embel-embel syariah tapi penuh dengan kemunafikan? masihkah kita harus tertipu oleh sebuah bungkus dan melupakan apa isinya?

Syariah, kata itu terdengar begitu indah nan religius. Bila kata itu hadir, seolah membawa kita pada suasana dekat dengan Tuhan, dekat dengan kebaikan, dan dekat dengan syurga. Di negeri kami yang indah yang konon masyarakatnya santun, jujur, dan taat menjalankan tuntunan Islam sebagai agama mayoritas, belakangan kata itu semakin membahana, menyusupi relung-relung kehidupan masyarakat urban di tengah hingar bingar suasana perkotaan yang seolah-seolah semakin religius. Lihat saja, mulai dari ekonomi syariah dan segala turunanya seperti perbankan, pegadaian, dan asuransi syariah, dll. sekolah syariah, wisata syariah, fashion syariah, hukum syariah dan yang terbaru dan cukup menggelikan adalah dengan diterbitkanya perda syariah ‘wanita tidak boleh ngangkang’ di sebuah kota yang menasbihkan diri sebagai serambi kota Mekah, kota suci umat muslim di seluruh dunia. Kemudian, yang menjadi pertanyaan besar buat saya dan mungkin teman-teman semua adalah benarkah penerapan syariah itu seindah namanya?

Lalu, jika ada sebuah negeri yang sekuler. Negeri yang konon masyarakatnya mulai meninggalkan agamanya. Di sebuah negeri dimana tempat-tempat ibadah  menjadi sepi, ditinggalkan para jamaahnya. Benarkah tata kehidupan mereka begitu mengerikan? karena mereka tak lagi mendasarkan tata kehidupan mereka pada pedoman kitab suci.

Lewat catatan sederhana nan dangkal pengetahuan ini, saya ingin menuliskan sebuah fakta, bukan sebuah wacana atau sebuah ilusi belaka. Ketika, Tuhan menakdirkan saya untuk melihat, dan merasakan dengan mata dan hati saya sendiri pada sebuah kehidupan umat manusia di dua negeri yang sangat berbeda. Dua negeri di belahan bumi yang berbeda. Satu negeri dengan masyarakat yang sangat religius dan satu negeri dengan masyarakat yang sekuler. Dua negeri itu bernama Indonesia Raya dan Britania raya.

[Bersambung]

Advertisements

8 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s