“Ajeg Jejeg” : ndak semudah mengucapkanya

Jikalau ada seseorang sangat bersemangat di awal perjalanan itu hal biasa. Karyawan baru, Murid baru, Mahasiswa baru, Santri baru, Anggota baru, “Akhwat” dan “Ikhwan” baru sudah bisa ditebak mereka akan terlihat begitu bersemangat “on the right track”.  Sebegitu “idealis” nya  mereka. Tetapi, seiring dengan bergulirnya sang waktu, hanya teramat sangat sedikit dari mereka yang tetap berada “on the right  tack” seperti halnya saat di awal-awal perjumpaan dengan sang waktu. Ibarat ban gembos yang kehabisan anginya, ibarat es yang mencair setelah keluar dari freezer. Mereka yang dahulu sebegitu “idealis” nya berubah sebegitu “pragmatis” nya.

Sebegitu sulitkah, memiliki sifat “ajeg jejeg” ini. Ajeg, istikomah, teguh berpendirian untuk selalu Jejeg, lurus, “on the right track”. Sampai-sampai ada maqolah (baca: adagium): “Al-Istiqamah Khairun Min Alfi Karomah”. Bahwasanya, Sifat Istiqomah ini lebih baik daripada 1000 karomah. Kita tentunya terkagum-kagum, terpesona dengan karomah para wali dan kyai jaman dahulu yang bisa merubah batu jadi emas, tidak mempan ditusuk pedang. Tetapi, seharusnya lebih kagum lagi kepada orang-orang yang “ajeg jejeg” ini.

Orang-orang seperti apakah mereka ini?

Saya jadi teringat ketika saya nyantri di pesantren Darul Ulum Jombang. Kami ditempatkan di asrama baru, yang semua penghuni nya juga santri baru. Di awal tahun pertama asrama itu bak dihuni oleh calon-calon penghuni syurga. Semuanya tampak manis, manis sekali. Rajin sholat jamaah, rajin ngaji, rajin sekolah, rajin belajar dan tak satu pun yang berani dekat-dekat dengan yang namanya larangan pesantren. Tetapi ketika di akhir tahun keadaan asrama kami benar-benar berubah 180 derajat, asrama itu bak dihuni oleh calon-calon penghuni neraka [na’udzubillah min dzalik]. Sudah tidak ada yang sholat jamaah, malas ngaji, bolos sekolah, dan yang lebih menyedihkan asrama menjadi tempat merokok, ngopi dan maen kartu “gaple”. Begitu menyedihkan.

Tetapi, ada seorang kawan yang sangat unik di asrama kami. Dia seorang kawan dari daerah pinggiran kabupaten Tuban. Mungkin dia lah satu-satunya figure yang layak disebut “Ajeg Jejeg”. Berbeda dengan selain dia yang nggembosi di tengah jalan, Si Kawan satu ini, ban nya ndak pernah gembos, senantiasa keras penuh terisi oleh angin. Si Kawan ini tetap rajin sholat jamaah, rajin ngaji, rajin sekolah, dan sangat rajin belajar. Si Kawan memang tidak begitu cerdas, dan dia sangat sadar dengan hal itu. Akan tetapi semangat belajarnya jangan ditanya lagi. Dia akan terus-menerus belajar untuk memahami apa yang belum dia pahami, walaupun tidak selalu berakhir dengan sebuah kepahaman. Nilai rapor nya juga tidak begitu istimewa, tidak pernah lebih dari angka 7. Yang mengherankan adalah nilai nya dari satu semester ke semester lain selalu constant, tidak pernah ada perubahan, tidak lebih jelek atau lebih bagus. Dan itu katanya memang selalu begitu sejak di bangku SMP. Bahkan ketika dia diterima tanpa tes di Jurusan Fisika salah satu PTN di Surabaya, sampai semester 6, terakhir dia menghubungi saya. IP nya konstant 2.00 dan semua Mata Kuliah yang dia ambil selalu lulus dengan nilai C. Tidak pernah kurang tidak pernah lebih. Kejadian “ordinary” yang sangat “extraordinary” bukan?

Si Kawan saya ini, terkadang menjadi inspirasi tersendiri bagi saya. Inspirasi untuk mencoba tetap ajeg jejeg dalam melangkah yang tentu saja sangat tidak mudah. Kekeh memegang idealisme di lingkungan yang serba pragmatis bukanlah hal yang  mudah. Ibarat menggenggam bara api, dipegang sangat panas, tetapi jika dilepas akan mati. Apalagi hidup di jaman dimana harta, kekuasaan, kepopuleran, tampilan fisik dipertuhankan. Di jaman dimana semakin banyak manusia yang tidak lagi menuhankan Tuhan, tidak lagi memanusiakan manusia.

Ya Allah, kurniakanlah kami istiqamah berada di Jalan Mu yang lurus, di Jalan yang engkau ridloi. Jalan boleh berliku, tetapi hanya kepada Mu kami menuju.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s