Renungan: dan kau sepertinya, tetapi…….

Ohya diriku…….
aku perhatikan dirimu akhir-akhir ini. Kamu ini sepertinya ndak banyak kerjaan. Tetapi kamu kok selalu merasa sangat sibuk dan kekurangan waktu.
aku lihat dirimu selalu berangkat pagi-pagi, bahkan ketika teman-teman mu masih terlena di balik selimut. Kau pun pulang ketika malam telah larut, di saat teman-teman kamu sudah terlelap.
sebegitu berhagakah waktu bagi mu, sehingga kau selalu terlihat begitu tergesa-gesa mengejar setiap detik waktu mu.
Argh… kamu ini.

Ohya diriku……
Kau memang bukan dirimu yang dulu.
Kau yang dulu senantiasa menghabiskan waktu bercerangkama dengan teman-teman mu.
kini kau bahkan tak mau mengenal, apalagi peduli dengan teman-teman kamu.
Kau yang dulu ahli silaturrahim, datang ke saudara-saudara kamu, dengan tulus tanpa pamrih dan kepentingan.
Kini tiada lagi itu bagi mu. Mungkin bagi mu saat ini, itu hanyalah pekerjaan sia-sia.

Ohya diriku….
kulihat Kau juga semakin sombong dengan Tuhan mu.
Kau dulu kulihat sering menangis, memohon, dan menghiba kehadapan Tuhan, di setiap hening malam-malam mu.
Kini Perintah Tuhan pun sering kau terjang, dan Larangan Tuhan pun menjadi kesukaan mu.
sesombong dan sedurhaka itu kah dirimu dengan Tuhan mu

Ohya diriku….
bolehkah aku bertanya kepada mu.
apa sih, yang kamu cari-cari selama ini, dan apa yang telah kau dapatkan?
Duit? rasa nya juga ndak, kau masih saja nampak kere seperti dulu.
Ilmu? argh rasanya juga ndak, kau semakin kelihatan bodoh dan dudul saja akhir-akhir ini.
Pencapaian? hah… apa prestasi yang kau banggakan? Nulis paper, buku, hasil karya rasanya juga sekedar NOL besar.
lalu apa dong?
Mungkin kau hanya mengejar angan-angan besar mu, yang tidak pernah jadi nyata itu.
Hidup di bawah angan-angan semu, mengejar fatamorgana palsu. Kau sangka air, bongkahan batu panas yang kau dapatkan.
Kasihan deh lo….

Ohya Diriku……
Tuhan mu telah bersumpah atas nama waktu. Tuhan mu telah bersumpah atas Matahari ketika terbit disetiap pagi, dan matahari ketika tenggelam di sore hari. Sungguh benar-benar nyata kerugian mu. Rugi dunia mu yang sekejab saja. Masihkah kau membiarkan akhirat mu abadi dalam dalam kerugian mu.

Ohya Diriku……
Segera sadarlah, segera kembalilah ke jalan Tuhan mu yang lurus. Hidup sebentar dan sekali ini, terlalu sayang untuk tidak berarti. Bersegeralah ! Sebelum Malaikat Maut mencabut nyawamu. Dan Kau akan terhina dina di hadapan Tuhan mu.

Biarlah kerugian duniawi mu tidak jadi apa, sekejap kau akan meninggalkanya. Tetapi Jika kerugian akhiratmu? Celakalah kau untuk selamanya.

Duh Gusti… mugi Panjenengan paringi Istiqomah, Barakah, dan Husnul Khatimah ! Ammin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s