memperkenalkan: ‘cakshon.net’ a personal knowledge management system

“kalau gajah mati meninggalkan gading nya, kalau harimau mati meninggalkan belang nya, kalau cak shon mati meninggalkan apa yak?”

Berawal dari terinspirasi dua orang tokoh yang sangat saya kagumi, dua orang tokoh yang sangat mencerahkan (enlightment) dalam pribadi kehidupan saya, dua orang tokoh yang memberikan energi kepada pribadi saya untuk selalu terus dan terus mencoba menjadi berubah menjadi lebih baik. Dua orang tokoh tersebut adalah KH Abdurrahman ‘Gus Dur’ Wahid dan KH Musthofa ‘Gus Mus” Bishri.

Jikalau Gus Dur punya ‘gusdur.net’ dan GusMus punya ‘gusmus.net’ kenapa Cak Shon ndak punya ‘cakshon.net’? Memang sangat tidak mudah dan tidak semua orang bisa untuk menjadi tokoh sekaliber Gus Dur dan Gus Mus. Tetapi kalau sekedar menyamai memiliki domain .net, bukanlah perkara yang sulit bahkan sangat mudah. Hanya dengan modal seratus lima puluh ribu rupiah setahun, saya bisa memiliki ‘cakshon.net’ dengan kapasitas lima puluh mega byte [ini setara dengan ribuan lembar buku tulis, lowh…..:D]. Akan tetapi masalahnya, bisa ndak ya isi dari ‘cakshon.net’ selevel ‘gusdur.net’ dan ‘gusmus.net’. Agh… masalah isi itu belakangan, yang penting bungkusnya dulu sudah selevel. hehe…

Kemudian, setelah kurang lebih dua tahun belajar knowledge management, akhirnya muncul lah kesadaran bahwa mengelola pengetahuan itu merupakan sesuatu yang sangat penting. Dan ternyata kesuksesan sebuah Knowledge Management bukanlah semata-mata terletak pada aspek teknologi nya, akan tetapi lebih tergantung pada manusia dan ‘culture’ nya. Bagaimana membudayakan seseorang untuk terbiasa melakukan ‘knowledge sharing’ itu lebih penting dari sekedar mempelajari bagaimana membuat sebuah blog atau website. Dan diantara salah satu upaya membudayakan knowledge sharing itu bisa diawali dari kita sendiri. Untuk itulah  ‘cakshon.net’ ini hadir dengan tagline ‘a personal knowledge management system‘.

Melalui ‘cakshon.net’ ini saya berharap dapat terbudayakan dengan kegiatan ‘knowledge sharing’ ataupun berbagi pengalaman dengan ‘stroy telling’ ataupun mencurahkan ‘tacit knowledge’, ide-ide pemikiran yang ada di kepala saya menjadi sesuatu yang dapat dibaca dan dipahami oleh orang lain. Melalui ‘cakshon.net’ ini saya juga berharap mendapat komentar, kritik, saran, pengetahuan dari orang lain. Sehingga tidak ada knowledge yang tersia-siakan. Sehingga ‘reinventing the wheel’ ndak perlu terjadi lagi.

Mudah-mudahan ‘cakshon.net’ bukan sekedar tempat tulisan sampah. Bukan media untuk narsis, pamer, dan riyak [na’udzubilah mindzalik]. Syukur-syukur bisa menginspirasi, menjadi sumber mata air ilmu, yang terus menerus mengalirkan manfaat, bahkan sampai ketika raga ini meregang nyawa. Jika seorang Ulama’ mati, maka sebenarnya dia tidaklah ‘mati’ karena ilmu-ilmu nya masih terus dan terus dipakek, dimanfaatkan, dan ditularkan dari generasi ke generasi ila yaumil qiyamah. Jika Tuhan berkehendak, tidak ada sesuatun yang mampu menghalangi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s