Dosen “Cupu-Cupu” ? haha….


Waktu ternyata tak pernah memberi kesempatan untuk saya terlunta-terlunta di
persimpangan waktu, ketika satu peranan telah selesai, satu peranan baru yang
lain kembali diberikan oleh sang waktu.


dan….
setiap kita punya satu peranan yang harus kita mainkan.

Hari ini sejarah saya mencatat, saya mengawali peran baru sebagai seorang ‘dosen’. Dosen ? haha… satu profesi yang sebenarnya tidak pernah saya cita-cita kan sebelumnya. Namun, perjalanan waktu akhirnya mengajarkan kepada saya untuk memilih profesi ini. Bekerja di perusahaan swasta, perusahaan BUMN, perusahaan Asing, Sekolah di luar negeri sudah pernah saya cicipi.

Semua itu akhirnya menanamkan kesadaran yang mendalam dalam diri saya bahwa:
pada akhirnya nilai saya tidaklah diukur dari seberapa banyak yang uang yang berhasil kita kumpulkan, bukan dari seberapa tinggi jabatan yang berhasil kita raih, dan bukan pula deret gelar kesarjanaan di depan dan di belakang nama kita.
Akan tetapi seberapa besar kontribusi kita terhadap orang dan lingkungan di sekitar kita lah yang menurut saya adalah yang membuat seberapa berarti nya diri saya ini, dan dosen adalah salah satu yang menjalankan peran penting itu. peran untuk berkontribusi, melakukan transfer of knowledge dari generasi ke generasi penerus bangsa ini. ciee..

Prek !!

waktu jua akhirnya yang menjawab bahwa saya harus memerankan sebagai salah satu dosen di Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Dan saya harus memulai nya sebagai dosen “cupu-cupu” alias culun punya. Dosen baru yang jam terbang nya masih 0 detik 0 menit 0 jam.

parahnya dapat bola panas ngajar dua mata kuliah yang dulu diajar oleh seorang dosen yang sangat ‘extraordinary’. Dia satu-satu nya dosen yang tidak pernah memberi nilai ‘A’. Dosen yang terkenal sangat ‘genius’ dan pintar sekali. Dosen yang kelasnya terasa sangat menegangkan, menakutkan dan mencekam bak nonton film horor, hi hi.. Saya pernah menebar senyum di kelas, mengamalkan sunah rasul yang nilainya kayak shodaqah duit. eh, malah kena damprat.

” Heh… kamu!, kenapa kamu tersenyum2!, kamu meremehkan saya ya !, kamu merasa sudah pintar ! keluar kamu !! ”

ooo mai got.. ku akui dia sangat pintar, enak dan detail sekali kalo menerangkan. Namun, ternyata beliau tidak bisa menciptakan rasa nyaman di hatiku dan mungkin di hati kebanyakan teman-teman saya. Sehingga, rasanya ada dinding tebal yang menghalang-halangi ilmu yang beliau sampaikan masuk ke otak saya.

setiap berada di kelas nya, saya selalu menghayal: ‘seandainya dosen ini sabar dan bersahabat dengan mahasiswa, maka kuliah ini akan sangat menyenangkan sekali, coba kalo aku berada di posisi beliau’.

Dan ternyata saya benar-benar kualat, karena suatu hal sang dosen berpindah di Jurusan lain, di fakultas dan Institut yang sama. Dan saya lah yang kena bola panas menggantikan mengajar mata kuliah beliau. alamak….. mungkin saja saya bisa sabar dan bersahabat dengan mahasiswa, tetapi sayang nya saya tidak lah se cerdas dan segenius sang dosen saya.ho ho… gimana dunk 😀

Ada perasaan takut, ada perasaan minder, ada rasa pesimis dan berjuta rasa ndak keruan lainya, menghantuiku ketika akan pertama kali mengajar. Tetapi… ternyata ketakutan itu tinggallah ketakutan dan alhamdulilah kelas pertama ‘well done’. Kelas yang sangat menyenangkan. Kelas yang hidup dan interaktif.

Mahasiswa saya bisa tertawa, tersenyum, dan serius di saat yang tepat ketika saya menyampaikan. Mahasiswa saya cerdas-cerdas dan aktif, ketika saya kasih kesempatan bertanya, bahkan belum saya kasih kesempatan bertanya banyak yang angkat tangan. Berbeda sekali, ketika saya jadi Tutor di UTP Malaysia. Kalau saya kasih kesempatan bertanya, tak satu pun yang angkat tangan, sangat pasif. tetapi kalau di test egh… kagak bisa, hehe… Kelas saya yang pertama sangat memuaskan bagi saya, dari hasil post test yang saya adakan untuk menaksir sebarapa paham mereka dengan materi yang saya sampaikan. Luar biasa 99% well done !!

Ya Allah berilah aku petunjuk, bimbingan, dan hidayah Mu. Sebagai perantara, penyampai ilmu-ilmu mu. Jadikanlah ilmu yang bermanfaat untuk kemashlahatan dunia dan akhirah..

Aammiin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s