STRESS, Goyang “ongkang-ongkang” pun jadi hiburan

Banyak cara menghilangkan kejenuhan, stress, stuck, dan sebangsanya.
apalagi kalo stuck nya pas lagi nulis, nulis bukan fiksi lagi.
sering kali otak terasa ngadat, padahal tenaga masih ‘strong’ untuk menulis.
mo gimana lagi?

kawan, housemate saya,  punya cara sendiri untuk menghilangkan STRESS nulis ini.
nonton goyang “ongkang-ongkang” di youtube. Tau kah sampean apa itu goyang “ongkang-ongkang”? Mungkin sampean dah familiar dengan goyang “ngebor” nya mbak Inul Daratista ato goyang “gergaji” nya mbak Dewi Persik.
Nagh… tentu sampeyan bisa membayangkan bagaimana erotisnya goyang “ongkang-ongkang” ini, bukan?

Ternyata banyak artis dangdut lokal, yang biasa diundang manggung di acara nikahan orang-orang kampung, yang memiliki goyang jauh lebih HOT dari “ngebor” dan “gergaji” nya Inul dan Dewi Persik. Mungkin paradigma musik dangdut yang dulu mengandalkan kemerduan suara sang penyanyi kini sudah bergeser ke “ke erotis an” goyangan.
Sekarang ini, kalo penyanyi dangdut hanya ngandelin suara yah ndak bakalan laku, tetapi asal wajah dan body oke ditambah kelihaian meliuk2an tubuh di atas panggung, meskipun suara pas-pas an masih memiliki daya tawar yang tinggi di belantika musik dangdut kontemporer saat ini.
Huh… potret buram budaya kita. 😦

saya tidak menyarankan sampeyan untuk melihatnya, tetapi ternyata di youtube banyak sekali yang meng upload hasil rekaman video amatiran dangdutan ini.
salah satu yang hoby melayari rekaman video amatiran ini adalah housemate saya.
dengan fasilitas speaker home theater -like. sang kawan biasa menyaksikan pertunjukan gratis ini. tak tanggung-tangugung dari kamarnya yang di lantai 4 masih terdengar jelas di lantai bawah. Untung nya kok ya pas liburan. So, ndak ada yang teriak-teriak marah-marah merasa terganggu alunan musik dangdut itu.

Setiap kawan saya yang satu itu nonton dangdutan youtube tadi, sontak kita-kita satu housemate yang kebetulan cowok semua jadi heboh. Bukanya marah-marah, tetapi seolah terbawa alunan musik rock dangdut dan suara sang penyanyi yang sengaja dibuat-buat erotis.

“Tarek… Mang Augh…” Suara dari kamar tiga.
“Yang sebelah kanan, tepuk tanganya mana…..” Suara dari kamar empat.
“Saweranya Bang…….” Suara dari kamar enam.
“We Te ef (baca: What The Fuck) sich…..” Suara dari kamar dua.

finally, seluruh penghuni satu house pun ngumpul nonton bareng.
wakakakak…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s