dan aku hanya…

dan aku hanya….
sang musyafir
yang tak selalu dapat tegak berdiri sepanjang waktu.
terkadang ia rapuh..
terkadang ia terseok dan terjatuh..
oleh ganasnya badai, hujan, panas dan dingin.

hanya berbekal buah tekad dan air keyakinan.
bekal yang terkadang direnggut oleh keperkasaan sang waktu.
hingga suatu saat sang musyafir dapat menemukan bekal itu kembali.

di jalan panjang yang tak selalu datar dan mulus,
jalan yang terkadang terjal nan berliku…
berdebu, berlubang, penuh onak dan duri.
terkadang buntu.

tetapi …
sang musyafir telah berjanji kepada sang waktu.
selama nafas itu masih berhembus,
ia akan selalu mencoba menggapai hentian terakhir perjalan itu.
kalo ia tak bisa berlari, biarlah ia berjalan.
jika ia tak mampu lagi berjalan, biarlah ia tertatih dan merangkak.
jika ia tak mampu lagi merangkak, biarlah ia duduk dan berdiam diri.
hingga ia benar-benar mati..

hari ini sang waktu melihat sang musyafir duduk terkulai…
di batas jalan yang masih panjang itu..
wajahnya kusut, tatap matanya sayu, menatap ke ufuk sebelah barat,
di penghujung senja penutup hari itu.
dalam hatinya ia berkata: “Tuhan… ada kah kau disana selalu memperhatikanku?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s