Hiks, Satu Kesempatan Emas Melayang Lagi gara2 Lebaran: cerita berburu Beasiswa Phd di Eropa

Hari pertama balik ke kampus [15 Okt 2008] disambut dengan penyesalan yang mendalam, bagaimana tidak, begitu ndak sengaja mbukak folder sent email  di GMAIL ku lowh kok tiba2 nyelentuk ada satu Unread email, begitu aku klik ternyata adalah email penting yang aku tunggu2, hiks:
———————————–
Dear Ahmad,
thanks again for your application! Having reviewed more than 20 applications, I am happy to say that you are among four remaining candidates we would like to interview.
Can I reach your for a phone interview by Skype or cell phone in the next couple of days? If so, which number shall I use and when would be a good time?

Best
Martin
————————————
duh gusti… betapa menyesalnya diriku kenapa  tidak sempat membaca email dari seorang professor di salah satu Universitas ternama di Jerman ini. Hiks.. Hiks…
Padahal saya adalah salah satu diantara 4 kandidat yang akan menerima beasiswa Phd ini.

Ternyata email ini tertanggal 1 Oktober 2008. Pas lebaran…
biuh… berarti tanggal itu aku lagi di kampungku di deso di Banyuwangi di Indonesia. yang belum ada warnet at all. kalo mo ke warnet terdekat harus menempuh jarak 30 KM. yang tarif internetnya 16.000 per jam. So otomatis romantisemail ini ndak mungkin terbaca. Parahnya lagi email ini ndakmasuk di folder Inbox. Malah masuk folder Semantic Web dan Sent Email.
ho ho…..

Ini adalah kegagalan kali kedua perjuangan [guaya perjuangan…] saya berburu beasiswa Phd di Eropa. Sebelumnya saya nyaris diterima di Irlandia. Dah ke shortlisted, Phone Interview dengan Sang Professor, Semuanya sudah OK. lah glodak…. dia minta aku datang awal November 2008.
Hah.. dengan sangat menyesal saya Unsuccessfull. karena saya baru available Januari 2009.
lah… durung lulus kok kemenyek ndaftar Phd.
hue he he….

meskipun kuliah S2 ku belum kelar, beberapa bulan terakhir ini saya sangat getol nyarik2 kesempatan beasiswa Phd. Bukanya kenapa2… kecuali sekedar penyemangat u/ segera selesai As Soon As Possible.

Sebenarnya c.. kalo sekedar beasiswa Phd, di kampusku sekarang tinggal say: “Assalamualaikum”. saja langsung diterima hue he [pinjam bahasanya Bang Ginting]. Tapi aku ora gelem [setidaknya sampek detik ini] yen nang Malaysia lagi, apalagi di Indonesia. Hopefully dapet di Eropa or kalo ndak yach di Ausy its OK.

Senjata yang aku pakek berburu beasiswa hanya satu : “Internet”  saya join milis beasiswa [beasiswa@yahoogroups.com] , kebanyakan untuk beasiswa Phd,  applikasinya biasanya dengan kontak langsung dengan Sang Professor, dengan mengirim applikasi via email. Kalo anda beruntung Sang Professor akan terus mengontak anda Via email dan menginterview anda via telp. Ndak semua yang ngelamar ke shortlisted lowh, kayak yang barusan di Jerman ini. Yang ngelamar ada lebih dari 20 orang, yang dishortlisted cuman 4 orang. Alhamdulilah dua kali ngelamar via email, saya selalu ke shortlisted.

Menurut saya, ada beberapa hal yang membuat saya selalu ke shortlisted (he he baru dua kali aja…, tapi kan juga baru apply 2 kali :p):

1. Apply bidang Phd yang closely related dengan bidang Master kamu.
2. Bikin surat lamaran dan CV yang menarik [kalo mau boleh minta ke saya].
3. Daftar publikasi ilmiah. nah ini mungkin yang paling penting dan poin saya yang paling besar dari saya. kebetulan selama hampir 2 tahun belajar di UTP Malaysia, terlepas dari Mutu apa ndak [jujur menurutku c ora mutu] dari Tulisan saya, saya sudah publikasi sebanyak 6 buah paper [ 5 nasional dan internasional conference, 1 buah internasional journal]. Nah ini mungkin poin terbesar saya dalam ngelamar Phd.
4. Berdoa yang mempeng . [yang ngelamar di Jerman ini saya lupa berdoa, so lost dech he he..]


yah nyesel ndak nyesel everything has gone.
ketika satu pintu tertutup, maka pada saat yang sama banyak pintu-pintu lain yang terbuka, tetapi kebanyakan dari kita terjebak menyesali satu pintu yang tertutup lagi.

setelah 2 minggu Off seneng-seneng mulu di Indonesia, kesedihan2 baru menunggu di hadapan (mulai dari thesis revisons work – si Eta yang ngambek).
Senang, Susah yang silih berganti semakin menyadarkan aku bahwa hidup di dunia ini bukanlah the final destination just only a journey. Sebagaimana tabiat sang waktu: setelah banyak menangis biasanya kesenangan segera akan datang, setelah banyak tertawa biasanya kesedihan segera akan datang.
Senang, Susah kalo kita sadar sebenarnya hanyalah sebuah ujian.

ku tunduk akan keputusan Mu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s