memparafrasekan “Sebelum Cahaya ” letto : wuich dalem banget…..

[* repost from milis KOMMIT ]

Letto merupakan sebuah grup band yang tergolong baru di dunia permusikan
Indonesia . Band ini bermarkas di daerah Kadipiro Jogjakarta. Pentolan band
ini adalah Noe, anak dari Emha Ainun Najib.  Sebuah postingan di salah satu
blog memberi makna atas lagu ini. Secara lengkap, postingan itu berisi sbb:
*
Ku teringat hati yang bertabur mimpi
Kemana kau pergi cinta
Perjalanan sunyi yang kautempuh sendiri
Kuatkanlah hati cinta

Reff :
Ingatkan engkau kepada embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkan engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang kan membelaimu cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganKu cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu cinta* *
Back to reff*

Siapa yang tak kenal lagu ini? Hampir semua lapisan masyarakat ngerti betul
lagu ini, apalagi saat ini menjadi soundtrack lagu dari salah satu sinetron
di televisi swasta.Maka tak heran jika anak kecil, remaja aktivis dakwah
atau bukan mengenalnya bahkan mungkin hafal diluar kepala.

Seperti salah satu adik binaan saya. Suatu ketika dia membuka isi lagu di hp
saya, salah satunya terdapat lagu sebelum cahaya milik letto. Lagu tersebut
didengarnya terus menerus diulang-ulang hingga temen-temen yang lainnya
datang.
sengaja saya mendengarkan dia bernyanyi dan praktis mendengarkan pula apa
yang dia nyanyikan. “Sebelum cahaya”??
Penasaran juga kan …apa sih maksud lagu itu??? Sampai akhirnya saya
bertanya pada dia, “dik, asyik banget nyanyinya… hmmm…da banyak kenangan
nii…dengan lagu itu?? Dia menjawab, “jelas mbak..banyak kenangan..”. Mbak
pingin tahu?? Saya mengangguk.. dan dia mulai menceritakan apa yang dimaksud
kenangan tersebut

Kata pertama yang keluar adalah, “itu kan ngingetin kita sama sholat lail
mbak?”

Heran dan takjub sebetulnya hati saya, kok bisa ya??

Dia meneruskannya  ..
*
Bait pertama* lagu ini menunjukkan kalau Alloh selalu mengawasi kita Alloh
melihat kita yang sedang tidur tiba-tiba terbangun… kita pergi untuk ambil
air wudhu maka mengapa disana dituliskan kemana kau pergi…
kemudian kita menegakkan sholat malam, dalam kesunyian, sendiri ketika semua
orang tengah terlelap ketika dingin sangat menusuk di tulang, ketika mata
masih terkantuk-kantuk. Siapa yang sanggup untuk menjalankannya? ?
Butuh kekuatan hati untuk melaksanakan raka’at demi raka’at, lantunan ayat2
suci yang kita baca dan dzikir dengan penuh ketawadhuan. Inilah makna yang
dia temukan dalam baris perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri, kuatkan
hatimu cinta.*

Bait kedua*, Alloh ingin menentramkan hati kita, Alloh mengingatkan bahwa
kita tidak sendiri dalam menjalankan sholat Lail, lihatlah ada
embun pagi yang selalu menemani kita hingga fajar muncul dari ufuk timur dan
rasakanlah sepoi-sepoi angin di sepertiga malam, yang dengan sangat lembut
meniup mukena kita. Sungguh kita tidak sendiri saat sholat Lail ditegakkan.
Dan mereka inilah yang dapat kita jadikan saksi di akhirat kelak.*

Bait ketiga* menerangkan siapa yang punya tekad kuat tersebut? untuk
menegakkan sholat malam setiap hari, setiap malam. Dia adalah orang-orang
yang selalu berpegang teguh pada janjinya terhadap Alloh. Janjinya bahwa dia
kan selalu menjadikan Alloh sebagai Illah dalam hidupnya

Subhanallah. ternyata…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s