Ketika kita masih jamanya minum tajin… dia sudah minum susu.

——-
pulang dari kampuz, abis ngembaliin buku di IRC (Irformation Resource

Center ‘baca:perpustakaan’) biasa nimbrung di kamar teman sebelah.
yach… sudah pasti bisa ditebak pasti lagi asyik di depan laptopnya.
dan sudah bisa ditebak dia lagi asyik buka friendster.
ha ha…
hmmm… aq liat ada friend ya dia yang cantik abiz…
yupz laptopnya temenq pun aq kuasai, ku buka foto gallery nya.
kuamati satu persatu. Dan seperti biasa ‘green grass neighbour effect’ q kambuh.
“Wah ni anak udah cantik, pinter, kaya, pinter main piano, bahasa inggrisnya keren, bisa kul ke LN, keluarganya juga kayaknya bahagia bangez”kata q [dengan ekspresi MUPENG:muka Pengen].
Eh tiba2 temenq nyaut dengan nada agak sewot:
“yo mesti, biasalah son. dia kan anak jakarta, ana orang kaya….
Waktu…jamane awake dewe angon wedus di desa…. dia tiap hari dikursusin main PIANO ma mamanya.
Waktu… jamane awake dewe golek wader [ikan kecil2] di kali.. dia dah dikursusin BAHASA inggris ma nyokapnya.
Waktu… jamane awake dewe masi minum ‘TAJIN’ [baca:air waktu kita masak nasi] dia udah minum susu”.

[hmmm bener juga  yach….. gumamku sambil tersenyum]
ha ha..
tapi kita dak boleh minder… kita harus bangga sebagai alumni pesantren son.. seperti kata Kyai As’ad. temenq menimpali perkataanya.
^ ^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s