Selamat Belajar


Selamat Belajar…
nan penuh semangat…
rajinlah selalu tentu kau dapat…
hormati guru sayangi teman…
itulah tandanya kau murid budiman…

Lirik lagu ini mengingatkan aku akan jaman Taman Kanak-Kanak… dahulu kala.
Kira2 18 Tahun yang lalu…. (wew gmn ya kabar guru2 TK q yang pernah ngajarin aq lagu ini).
Liriknya sederhana..
tetapi saat aq dengerkan lagu ini kembali, memiliki makna yang sangat mendalam…
tersimpan pesan makna yang indah bgz …..

Ternyata Lirik lagu ini menjadi soundtrack di akhir Film Indonesia “Ekskul”
yang mendapat penghargaan sbg Film terbaik FFI 2006
( Walaupun banyak yg protes.. he he)…
Menurutq seh ndak jelek2 bgz Filmnya…
Yang Jelas Film ini BEDA dengan film2 remaja lainya yg berkutat seputar “love”
[wueleh.. nek bangez]
Mungkin ini yang menjadi pertimbangan para Juri FFI 2006.
Kalo nonton neh Film Jadi inget Peristiwa Berdarah di Kampus Virginia Tech. Kemaren.
Dalam Film ini tokoh sentralnya adalah seorang anak SMU yang
Ingin melampiaskan dendam dan beban psikologis yang mendalam pada dirinya.
Karena dia Skul dia selalu dilecehkan, dipermalukan, dihina, dan dianiaya oleh teman2ya.
[Istilahe wong Jowo “ora diuwongne”]. tanpa dia tahu apa salahnya dia….
dia sering ditonjokin, digantung, dicelupkan di Toilet, ditertawakan dan banyak perlakuan biadab lainya.
Beban psikologisnya ternyata tidak saja di skul…
Dia juga tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tuanya.
Sangat Ironis sekali padahal dia anak tunggal.
[yang seharusnya diperlakukan manja ..]
Sang Ayah yang sangat pemarah dan keras tak segan2 Memukul, Menampar sampai berdarah2.. hanya sebuah kesalahan kecil yang tidak penting.
Bahkan Sang Ayah pada suatu ketika pernah berkata “Kau lebih BAek Mati”.
Begitu Juga Ibunya..
Bukanlah seorang Ibu yang lembut dan penuh kasih sayang …
tapi sebaliknya, dia adalah seorang Ibu yang sangat KASAR [walau tak sekasar sang Ayah].
[Aq tidak bisa bayangkan Jika Aq berada pada posisi anak muda ini.
“Sebuah beban Mental Psikologis yang sangat Berat Bgz”.]
Si Anak Muda ini akhirnya melampiaskan dendam dan beban psikologisnya dengan menyandra beberapa teman2nya di sebuah gudang sekolah.. mengancam dengan menggunakan sebuah pistol satu peluru.
Di Akhir cerita……..
Si Anak Muda ini akhirnya memilih mengakhiri hidupnya dengan menembakkan satu2 nya peluru pistol itu di kepalanya sendiri….
karena mungkin dia merasa sudah tiada artinya lagi untuk hidup…
mengharukan……..
hi hi hi hi…………….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s