Pundung di Telaga Ngebel

… bukan telaganya yang istimewa, tapi perjalanan menuju ke telaganya yang istimewa – a random thought

pundung_pnorogo

Buah Pundung

Ada yang tahu buah ini? ya betul, aku menyebutnya buah pundung. Rasanya, sudah lama sekali tidak bersua dengan buah ndeso yang murah meriah ini. Dulu sekali, waktu masih kecil, si embah atau emak kalau ke pasar, sering beli buah ini. Rasanya kecut ada manis-manisnya sedikit, dan isinya pahit sekali.

telaga_ngebel

Telaga Ngebel

Sampai kemaren  saat menyusuri pinggiran kabupaten Ponorogo menuju Telaga ngebel, akhirnya aku kembali bersua dengan buah satu ini. Dibanding Telaga Serangan Magetan, Telaga Ngebel ini mungkin kalah populer. Tapi, bak gadis desa yang belum pandai berdandan, Telaga ngebel justru lebih menarik untuk dijelajahi.

Jika sampean datang pada saat yang pas., pada liburan akhir tahun misalnya, perjalanan ke Telaga Ngebel ini sungguh menyenangkan. Selain suasana khas pedesaan yang adem dan menenangkan, selama perjalanan sampean bisa melihat dan menikmati langsung berbagai buah-buahan ndeso. Sambil bertegur sapa dengan orang-orang desa yang keramahan dan ketulusanya begitu otentik.

Diantara buah-buahan ndeso itu adalah buah duren, buah manggis, apukat, pisang, langsep, buah pundung, kelapa, waakhowatuha. Sampean bisa mampir membeli dan duduk-duduk santai di pinggir jalan di sepanjang perjalanan.

Sepanjang perjalanan sampean juga akan mendengar konser alam yang amat menakjubkan, yaitu konser Tonggeret. Serangga yang suaranya begitu indah dan panjang. Ah pasti mereka bukan sedang bernyanyi. Tetapi sedang bertasbih, menyenandungkan lagu puji-pujian untuk Tuhan atas karunia Nya atas hutan yang kaya raya itu. Tanah yang subur, udara yang sejuk dan menyehatkan, dan air bersih yang melimpah dan menyegarkan, buah-buahan, dedaunan, umbi-umbian, sumber penghidupan yang tumpah ruah .

Sampai di pinggir telaga, sampean bisa menikmati menu khas dari Telaga ini, yaitu Ikan Bakar. Ikan-ikan air tawar segar ini kabarnya diambil langsung dari keramba-keramba ikan di Telaga Ngebel. Bagi yang tidak suka makan ikan, ada juga ayam kampung bakar.

Oh, betapa pemurah betul bumi pertiwi karunia Tuhan yang satu ini bukan? Surga seolah pernah bocor sedikit, dan percikanya itu pernah jatuh ke bumi, bernama Indonesia. Tetapi,  anehnya banyak juga orang-orang yang serakah, yang ingin menukarnya dengan hutan beton yang gersang, penuh kepalsuan pula.

 

Advertisements

Cinta Para Nelayan Muncar untuk Gus Dur

… mencintai itu perkara gampang, tetapi barangkali sangat tidak mudah untuk dicintai oleh banyak orang, bahkan oleh orang-orang yang tidak pernah bertegur sapa dengan kita. – a random thought.

kota_muncar_bwi

Ilustrasi: Gus Dur di Perahu Nelayan

Kemaren, kemaren dulu sekali maksudnya. Derap perjalanan waktu mempertemukan ku kembali dengan tempat ini. Muncar, begitu orang-orang menyebut desa pesisir di pinggir timur kabupaten Banyuwangi ini.

Ada sejumput nostalgia menggelitik setiap menapakkan kaki di desa pesisir ini. Ada juga kangen mengisi rongga dada. Kangen pada aroma khas ‘wangi’ desa pesisir ini.

Banyak yang berubah dari pesisir ini. Pertama, semakin cantik. Seperti gadis desa yang telah beranjak dewasa yang baru mengenal berbagai produk kecantikan yang ditawarkan hampir setiap saat di teve-teve. Tak heran jika semakin memesona.

Kedua, dahulu, orang-orang datang ke pesisir ini untuk mencari ikan. Sekarang, orang-orang berbondong kesini hanya untuk mencari angin. Sekedar menghabiskan waktu bersama, memandangi pulau  kecil di seberang. Atau sekedar memandangi perahu-perahu nelayan yang bersandar  di bibir pantai.

Ah, perahu-perahu itu. Lebih seperti perahu-perahu hias yang jadi tontonan ketimbang perahu-perahu pencari ikan. Di perahu-perahu itu terpajang lukisan foto yang entah apa maksud gerangan mereka memajangnya.  Ada sosok perempuan cantik mengumbar kemolekan tubuhnya, ada lukisan foto dewa-dewi, tetapi tidak sedikit yang memajang lukisan foto Gus Dur lengkap dengan pecinya.

Yah, Gus Dur adalah satu-satunya tokoh nasional yang terpajang di perahu-perahu itu. Jokowi pun, yang kata media dicintai rakyatnya, tak terlihat lukisan fotonya. Ada sejumput tanya di kepala: apa gerangan istimewanya seorang Gus Dur?

Aku jadi teringat, satu waktu terjebak di sebuah surau sangat kecil dari kayu di tengah-tengah dusun yang terpencil. Di dinding surau yang sudah rapuh itu tidak tertempel apap pun, kecuali foto Gus Dur yang sudah amat lusuh.

Semua itu semakin menyakinkanku, bahwa Gus Dur banyak dicintai oleh orang-orang di akar rumput. Gus, gus apa sih amalan mu? Kok bisa, orang-orang yang bertemu dengan mu saja belum pernah, masih saja mencintai mu? Tolong ya Gus, jawab pertanyaan ku. Boleh lewat mimpi atau sekedar lewat pertanda. Gus, kami sangat merindukan mu.

**

Mataku masih saja terpaku pada perahu-perahu yang bersandar. Tetapi Muncar memang sudah berubah. Muncar yang ikanya berlimpah ruah tapi bau amis. Kini cantik dan wangi memesona, tetapi dimanakah perginya ikan-ikan mu? Lemuru, mernying, petek, tongkol, banyar, cucut akankah hanya tinggal nama-nama?

 

 

Murah Rejeki

… Wahai jiwa yang tenang! (27), Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya (28). Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambak-Ku (29), dan masuklah ke dalam surga-Ku (30). (Al-Fajr 27-30)

gadis_pantai_lombok

Anak-anak Penjual Souvenir di Pantai Tanjung Ann, Lombok

Mungkin di antara doa-doa yang paling sering kita panjatkan di hadapan Tuhan adalah agar kita dimurahkan rejeki oleh Nya. Rejeki yang melimpah dan barokah. Kita sering berfikir bahwa rejeki itu adalah sama dengan banyaknya harta benda yang kita miliki.

Maklum, di jaman moderen ini, hanya yang bersifat materi saja yang disanjung puji. Tak heran, jika ukuran umum kesuksesan hidup pun bertumpu pada banyaknya harta benda, jabatan dan kedudukan, serta popularitas. Dan kita pun berlomba-lomba mengejarnya, bersemangat saling unggul mengungguli untuk mendapatkan yang terbanyak.

Tetapi pernahkah kita berfikir  bahwa rejeki bukanlah sekedar materi belaka. Alangkah tidak adilnya Tuhan, jika rejeki itu hanya berupa harta benda belaka. Ada seseorang yang hanya duduk-duduk manis beberapa jam, bisa mendapatkan uang puluhan juta rupiah. Sebaliknya, ada yang bekerja sangat keras sekali, hanya mendapatkan uang yang hanya cukup untuk makan sehari saja.

Kawan, ingatlah bahwa rejeki bukan sekedar harta benda. Anak-anak yang soleh, pasangan yang baik, saudara, dan teman-teman yang baik, serta ilmu yang bermanfaat juga rejeki yang tidak ternilai harganya. Dan diantara rejeki yang paling sempurna adalah berupa kenikmatan hati yang mutmainnah, hati yang tenang.

Banyak di antara kita yang harta bendanya melimpah, tetapi belum di karunia anak-anak. Banyak yang dikaruniai gemilang harta tetapi pasanganya suka selingkuh. Banyak yang memiliki segala-galanya dalam hidup kecuali ketenangan hati, jiwanya selalu resah tiada tahu apa penyebabnya.

Sebaliknya, disana banyak orang-orang yang sederhana dari kaca mata materi keduniaan, tetapi sangat murah rejeki dalam hal kebahagiaan dan ketenangan hidup. Sayangnya di jaman sekarang, banyak sekali mereka yang ingin menukar rejeki immaterial itu dengan rejeki materi belaka.

 

 

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Sains Aktuaria ITS

… materi kuliah yang yang akan diberikan meliputi perhitungan ekonomis di dunia asuransi. Antara lain kombinasi antara matematika, statistik dan materi kuliah ekonomi yang berkaitan dengan dunia asuransi serta manajemen risiko. – sains aktuaria

aktuaria

Ilustarasi Aktuaria (ref: http://www.pontianakpost.co.id)

Adik-adik yang sedang mencari informasi program studi di Perguruan Tinggi, ada good news nih. Pada tahun 2018 ini di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, ada dua program studi Sarjana (S1) baru, yaitu: Sains Aktuaria dan Teknologi Informasi. Pada postingan blog ini, saya akan mengajak adik-adik untuk mengenal lebih dekat apa itu Sains Aktuaria, khususnya yang ada di ITS.

Apa sih sains aktuaria itu?

Singkatnya, sains aktuaria itu merupakan ilmu perhitungan analisa resiko serta analisa data finansial menggunakan konsep statistika dan matematika. Jadi program studi ini pas banget buat kalian yang waktu SMA senang pelajaran matematika tetapi juga senang pelajaran ekonomi.

Lulusan sains aktuaria jadi apa?

Kalau profesi lulusan program studi akuntansi disebut akuntan, nah kalau profesi lulusan sains aktuaria kita sebut Aktuaris. Seorang aktuaris dibutuhkan di perusahaan konsultan keuangan, asuransi jiwa, asuransi umum, asuransi kesehatan serta dapat menjadi konsultan di manajemen investasi, keuangan, perbankan, dan lain-lain. Lihat nih salah satu alasan kenapa sains aktuaria sangat dibutuhkan: lihat

 

 

Berapa gaji seorang aktuaris?

Menurut info dari sini, gaji seorang aktuaris sangat luar biasa lowh. Berikut adalah daftarnya:

gaji_aktuaria

Apa yang unik dari Program Studi Sains Aktuaria di ITS?

Di ITS, Program Studi Sains Aktuaria ini berada di bawah Fakultas Matematika, Komputasi dan Sains Data (FMKSD). Dalam penyusunan kurikulum, sains aktuaria di ITS bekerjasama dengan Universitas Waterloo, Kanada. Unggulan dari sains aktuaria ITS adalah sains aktuaria untuk asuransi bencana, asuransi kelautan dan asuransi syariah.

Bagaimana Capaian Pembelajaran Lulusan Sains Aktuaria di ITS?

Capaian pembelajaran lulusan yang diharapkan dari program studi sarjana (S1) sains aktuaria ITS adalah sebagai berikut:

cpl_sainsaktuaria_its

Apa saja Mata Kuliah yang dipelajari pada Sains Aktuaria di ITS?

Mata kuliah yang akan kalian pelajari pada program studi sarjana (S1) sains aktuaria ITS adalah sebagai berikut:

mk_pil_sa_1

mk_pil_sa_2

mk_pil_sa_3

mk_pil_sa_4

 

Anti Ribet, Ini Cara Mudah Membayar Tagihan BPJS Kesehatan Kamu

gambar_1

foto:beritagar.id

Dari awal disosialisasikan, BPJS Kesehatan langsung disambut baik oleh banyak masyarakat. Program pemerintah yang peduli akan kesehatan seluruh lapisan masyarakat ini semakin hari semakin menunjukkan perkembangan yang positif. Selain kualitas pelayanan dan pengobatan, pemerintah juga mempermudah cara pembayaran tagihan BPJS Kesehatan agar masyarakat tidak merasa kesulitan tiap bulannya.

Jika kamu merasa bahwa membayar tagihan BPJS Kesehatan itu ribet dan memakan waktu, maka membaca artikel ini adalah pilihan yang tepat. Karena kini membayar tagihan BPJS Kesehatan sudah semakin mudah. Kamu bisa memilih di antara list berikut sebagai pilihanmu:

Kantor BPJS Kesehatan

Ini merupakan cara pertama yang bisa kamu lakukan jika masih bingung dengan cara pembayaran lain, atau jika domisili kamu berada di dekat kantor BPJS Kesehatan. Kamu bisa langsung datang ke loket pembayaran dengan menunjukkan kartu BPJS Kesehatan yang ingin kamu bayar. Petugas BPJS akan membantu dan melayanimu dengan baik.

ATM

gambar_2

foto: Masbro Tutorial (youtube)

Sejauh ini BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 3 bank besar yang bisa memudahkan pengguna BPJS untuk membayar tagihan BPJS Kesehatannya. Saat ini telah ada Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI yang siap melayani pembayaran. Membayar di ATM tentunya jauh lebih mudah dibandingkan harus mengantre di loket kantor BPJS Kesehatan kan.

Pembayaran Online

gambar_3foto:jeshoots (pixabay)

Untuk kamu yang setiap hari berada di depan layar computer dan tidak sempat pergi ke luar, kamu juga bisa melakukan pembayaran tagihan BPJS Kesehatan di loket-loket pembayaran online. Atau bisa juga lewat aplikasi seperti Traveloka.com. Kamu hanya tinggal membuka web Traveloka atau mengunduh aplikasi Traveloka. Kamu hanya tinggal klik menu BPJS Kesehatan di halaman utama aplikasi dan masukkan nomor virtual account kamu. Biaya tagihan BPJS Kesehatan perbulan sudah langsung muncul dan kamu tinggal membayar dengan metode pembayaran yang kamu inginkan.

Minimarket

gambar_4foto:detakriaunews.com

Kini Tagihan BPJS Kesehatan juga bisa dibayar di minimarket-minimarket seperti alfamart dan Indomaret lho. Dengan mudahnya kamu tinggal datang ke kasir dan menyebutkan nomor virtual account kamu. Kasir minimarket akan menyebutkan jumlah nominal yang harus kamu bayarkan dan kamu tinggal membayarnya.

Baca juga : JIKA MESIN BISA MENGERJAKAN HAMPIR SEMUA PEKERJAAN MANUSIA, MANUSIA MAU NGAPAIN DONG?

Kantor Pos

gambar_5foto:jawapos.com

Tak hanya melayani pengiriman dokumen atau berkas, Kantor Pos juga melayani pembayaran tagihan BPJS Kesehatan lho. Bagi warga yang tinggal di pedesaan yang jauh dari ATM, Minimarket, ataupun kesulitan untuk mengakses internet, maka Kantor Pos merupakan jawaban dari keresahan tersebut. Masyarakat yang tinggal di desa kini tak perlu lagi jauh-jauh ke kota hanya untuk membayar BPJS Kesehatan.

Itu dia beberapa cara membayar tagihan BPJS Kesehatan yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan kamu masing-masing. Dengan pembayaran yang semakin mudah, tentunya tak ada alasan lagi untuk menunda daftar menjadi peserta BPJS Kesehatan, bukan?